Kunjungan Staff Kepresidenan ke Pesantren Al Munawwir

durasi baca: 2 menit

Almunawwir.com – Jum’at (15/12/2017) Staff Khusus Kepresidenan Republik Indonesia mengunjungi Pondok Pesantren Al Munawwir. Setelah seminggu sebelumnya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Drs. Teten Masduqi datang untuk sowan kepada dewan pengasuh pesantren.

“Kunjungan kali ini diniatkan dalam rangka serap aspirasi dari para santri sekaligus sosialisasi program dan lembaga Staff Kepresidenan. Bahwa lembaga ini baru ada dan terbentuk di era kepresidenan Jokowi. Kami bertugas untuk menganalisis, merencanakan hingga merealisasikan program Presiden Jokowi.”, tutur Dimas Oky Nugroho, Ph.D selaku pimpinan Staff Kepresidenan dalam kunjungan kali ini yang juga sebagai Staff Khusus Kepala Staf Kepresidenan RI.

Dalam kunjungan ini, Oky ditemani oleh tiga Staff Kepresidenan yang lain: Unggul Heriqbaldi, Riza Damanik dan Alois Wisnuhardana berusaha untuk mensosialiasikan program ekonomi digital kepada para santri.

baca juga : Ketika Santri Menghapus Luka Negeri

Program pemberdayaan masyarakat dalam mengurangi ketimpangan sosial dan kesenjangan sosial ini, menjadi salah satu program dari Nawacita Presiden Jokowi. Pak Riza Damanik, selaku Tenaga Ahli Utama, Kedeputian 5, Kantor Staff Presiden RI, turut menyampaikan pesan dari Presiden Jokowi.

Pak Presiden mengingatkan, bahwa generasi milenial tidak boleh hanya menjadi konsumen. Mereka harus bangkit, harus banting setir untuk bisa menjadi individu produktif. Ya salah satunya melalui pengelolaan ekonomi digital ini

Selain itu, Riza Damanik menambahkan jika pemerintahan Jokowi tidak pernah lupa akan janji kampanyenya ihwal revolusi mental. Hal ini salah satunya diinisiasi dengan penguatan lembaga pendidikan dengan mensinkronkan keberlanjutan pembangunan industri di masa depan.

“Karena upaya-upaya tersebut juga untuk membangun good goverment yang tolak ukurnya ada pada tiga hal: Fokus Human Capital (pembangunan manusia), Infrastruktur dan Pembangunan Industri”, imbuh Unggul Heriqbaldi.

Kesempatan ini juga digunakan untuk memberdayakan masyarakat pesantren sebagai basis produktif dari ekonomi digital. Di mana perputaran uang berbasis digital seperti olshop dan pelayanan jasa berbasis daring jamak kita temui dan nikmati bersama.

baca juga : Seminar Kebangsaan: “Mewujudkan Kedaulatan NKRI”

“Kalian tahu Produsen Gojek—Nadin Makarim? Alibaba Group? Mereka itu begitu cermat melihat peluang atau keresahan publik. Tentu, sesuai pengalaman mereka sendiri. Jadi kita, untuk sekarang cermati dan jangan remehkan peluang, kita harus memanfaatkan peluang seproduktif mungkin”, lecut Alois Wisnuhardana selaku Tenaga Ahli Madya, Kedeputian 4, Kantor Staff Presiden RI.

Tidak terlupa acara ini diikuti juga oleh segenap Dewan Pengasuh Pesantren seperti KH.R. M. Najib Abdul Qodir, KH. Fairuzi Afiq Dalhar, KH. Hilmy Muhammad dan KH. Shidqi Masyhuri pun dimeriahkan oleh 150 santri Pondok Pesantren Al Munawwir.[Red]

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *