Kunci Menjadi Muslim yang Berintegritas


Kata kunci untuk menjadi seorang yang berintegritas ada tiga kata; kejujuran, komitmen, dan konsisten. Ketiga sifat itu menghasilkan sikap profesional, semangat juang, dan loyalitas baik saat memimpin atau dipimpin. Dan berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, orang yang memiliki integritas akan diiringi oleh prestasi dan reputasi.  


Oleh :Dr. KH. Hilmy Muhammad

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Jamaah Jumat rahimakumullah

Mari kita haturkan rasa syukur sebesar-besarnya kepada Allah swt. yang telah memberi nikmat dan anugerah yang tak terhingga banyaknya. Mari ungkapan itu kita kuatkan melalui upaya kita dengan melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya.

Kaum muslimin rahimakumullah

Seperti yang sebelumnya telah kita sampaikan tentang kejujuran kali ini kami akan melanjutkan kelanjutan dari sifat tersebut yakni integritas.

Alkisah, di negara Inggris beberapa waktu yang lalu, ada seorang sopir truk dipecat gara-gara ketahuan minum “Pepsi” saat bekerja. Padahal dia bekerja di perusahaan Coca-Cola.

Kasus tersebut menimbulkan pro-kontra. Tapi sungguh, keputusan pemimpin perusahaan itu bisa dipahami. Karena sesungguhnya persoalan tidak hanya berkisar pada urusan perut, melainkan menyangkut pula soal agenda, visi, dan misi organisasi.

Hal ini sesungguhnya juga berlaku sama ketika kita mendengar seorang pegawai pajak malah menelan pajak. Pemrotes praktek-praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) malah lihai dalam ber-KKN.

Persoalan di atas kadang juga berlaku pada diri kita sebagai orangtua. Sebagian kita yang perokok, melarang anak kita merokok. Sebagian kita mengantarkan anak kita yang berpakaian rapi dan berjilbab ke TPA, sementara kita malah bercelana pendek.

baca juga : Kejujuran Menjadi Inti dari Keyakinan dan Keimanan”

Jama’ah Jumat rahimakumullah,

Integritas berarti bersikap teguh dan konsisten dalam menjunjung tinggi nilai-nilai dan prinsip keyakinan baik dalam pikiran , perkataan, dan maupun perbuatan. Supaya menjadi orang yang berintegritas, kita dituntut untuk menjalankan aktivitas sesuai dengan aturan, norma, nilai, dan kode etik yang berlaku dalam organisasi ataupun lingkungan sekitar.

Kata kunci untuk menjadi seorang yang berintegritas ada tiga kata; kejujuran, komitmen, dan konsisten. Ketiga sifat itu menghasilkan sikap profesional, semangat juang, dan loyalitas baik saat memimpin atau dipimpin. Dan berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, orang yang memiliki integritas akan diiringi oleh prestasi dan reputasi.

Sikap-sikap tersebut sebetulnya telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. integritas beliau tidak hanya berlaku sejak beliau dilantik menjadi Rasulullah saw, akan tetapi jauh sebelum beliau dilantik. Bahkan karena sikapnya itu beliau mendapat julukan Al-Amin atau yang terpercaya oleh masyarakat.

Demikian halnya saat orang-orang Quraish memerintahkan beliau untuk menghentikan dakwah, beliau dijanjikan akan diberi harta kekayaan dan jabatan. Tetapi beliau dengan tegas menolak dan tetap istiqomah untuk berdakwah.

Demikian halnya saat orang-orang Yahudi Madinah, mereka menolak untuk menghukum dan mengeksekusi salah seorang tokoh mereka yang ketahuan berzina. Akan tetapi Nabi Muhammad saw., dengan bersumpah secara tegas menyatakan: “seandainya Fatimah—putriku sendiri—mencuri, niscaya aku potong sendiri tangannya.”

Yang seperti itulah integritas junjungan kita Nabi Muhammad saw. yang patut kita contoh dan kita teladani. Beliau berjuang bukan karena uang atau dijanjikan kedudukan. Sebab yang seperti itu akan mudah sirnah dan hilang. Seperti kata penyair;
Cinta yang dasarnya atas nama Allah, maka dia akan kekal. Meskipun dalam susah maupun senang. Dan cinta yang dasarnya atas selain Allah maka itu sama halnya dengan bersekutu di dalam luapan api neraka.

baca juga : Kemukjizatan dan Keindahan Al Qur’an”

Nabi saw. juga tidak membela dan membenci seseorang disebabkan ada ikatan keluarga entah itu saudaranya, anaknya bahkan putrinya sendiri. Tetapi, semua itu didasarkan atas kepentingan organisasi, kepentingan bagi kaum muslimin.

Integritas menjadikan beliau sebagai junjungan yang bukan hanya penuh dengan prestasi, tetapi juga menjadikannya sebagai manusia yang disegani oleh seluruh lapisan masyarakat.

Demikian khotbah ini disampaikan, semoga dapat dipahami dengan baik dan semoga kita senantiasa dilindungi oleh Allah dalam upaya kita melaksanakan seluruh perintahNya dengan sebaik-baiknya.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

*Tulisan ini merupakan transkip Khotbah Jum’at yang disampaikan oleh KH. Hilmy Muhammad pada tanggal 26 Januari 2018 di Masjid Ponpes Almunawwir

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *