Komplek Nurussalam Putra

Visi Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam Krapyak Yogyakarta adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mencetak manusia seutuhnya berupa manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur (ber-ahlak karimah), memiliki pengetahuan dan ketrampilan baik dan bertanggung jawab. Misi Pondok Pesantren Nurussalam Krapayak Yogyakarta adalah membentuk generasi qur’ani yang mampu mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan As Sunah secara kaffah (tidak sepotong-potong), menyiapkan sumberdaya manusia yang memiliki kemampuan dalam membaca atau menghafal al-qur’an secara baik dan benar, kemampuan membaca dan menelaah khazanah keilmuan islam(kitab kuning), serta mengamalkan maksud yang terkandung di dalamnya.

img_7863Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam adalah salah satu pondok di lingkungan Krapyak, Bantul, DI Yogyakarta. Pondok ini didirikan dan diasuh oleh Ibu Nyai Hj. Salimah (salah satu istri almaghfurlah KH. M. Munawwir). Secara de facto, komplek ini berdiri pada tahun 1953, meskipun secara de yure kegiatan-kegiatan kepesantrenan putri telah ada sebelumnya. Dikenal dengan sebutan pondok putri Krapyak, lembaga ini tercatat pula sebagai pondok pesantren putri tertua kedua di Indonesia—setelah Jombang, dan merupakan satu-satunya pondok pesantren putri di lingkungan pesantren Krapyak pada waktu itu. Pada periode awal, komplek ini diasuh langsung oleh muassis (pendiri) pondok beserta putra-putri beliau sampai dengan beliau wafat pada tahun 1967.

Selanjutnya, perjuangan beliau dalam mengasuh para santri diteruskan oleh putra-putri beliau yaitu KH. Dalhar Munawwir, ibu Nyai Hj. Jauharoh Munawwir, dan menantu beliau, KH. Mufid Mas’ud. Pada masa ini, Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam juga mulai menerima santri putra. Setelah itu, pasca KH. Mufid Mas’ud dan ibu Nyai Jauharoh Munawwir mengembangkan dalam mendirikan pondok ke daerah Candi, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta. Periode berikutnya, pondok ini diasuh oleh almaghfurlah KH Dalhar Munawwir. Pada masa inilah Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam Putra barulah tercatat secara resmi di kantor Departemen Agama Yogyakarta, tepatnya pada tanggal 9 Februari 1984 dengan piagam nomor B. 8406, setelah lebih kurang tiga dasa warsa berdiri.

Dalam perkembangan selanjutnya, komplek ini telah banyak menghasilkan banyak alumni. Jumlah santri yang belajar di komplek inipun semakin meningkat. Santri-santri ini tidak hanya datang dari pulau Jawa, tetapi juga dari pelosok-pelosok Indonesia. Bahkan tercatat ada santri putri diluar Indonesia. Pembangunan dan pembenahan sarana prasarana fisik juga dilakukan, baik berupa kamar santri, musholla putri, musholla putra, madrasatul banat (madrasah putri) maupun madrasah lil banin(madrasah putra) serta sarana prasarana lainnya. Sampai dengan tahun 1994 pondok ini masih terdiri dari 2 musholla dan gedung Kamar A, B, C, D, E, dan F yang sangat sederhana. Hal ini terus dilakukan seperti pembenahan dan penambahan komplek baru— komplek G pada tahun 1999, komplek H pada tahun 2001, gedung sederhana untuk ruang kelas dan kamar tamu pada tahun 2002. Pada tahun 2006 wilayah Yogyakarta dan sekitarnya dilanda gempa bumi yang dahsyat. Pondok yang berlokasi di Bantul dan berbatasan dengan kota Yogyakarta inipun tidak luput dari gempa. Imbasnya, sebagian bangunan pondok pesantren mengalami kerusakan termasuk rumah kediaman KH. Dalhar Munawwir. Setelah itu, diadakan rekonstruksi dan rehabilitasi seadanya sehingga sekarang bangunan yang ada lebih baik. Pada tahun 2009, KH. Dalhar Munawwir wafat. Estafet kepemimpinan dalam mengasuh dan mendidik santri putra-putri selanjutnya dilimpahkan kepada putra-putra beliau, yaitu: H. Fuad Asnawi, S.Pd., M.SI, H. Fathoni, KH Fairuzi Afiq al-hafidz, Faishol Majdi, Fahmi Dalhar, S.Ag., S.S serta Hj. Fanny Rifqoh, S.Pd., M.Hum.

Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam didirikan di lingkungan pesantren Krapyak. Meskipun pondok ini berbatasan langsung dengan kotamadya Yogyakarta, tetapi secara administratif berada di dusun Krapyak Kulon, kelurahan Panggungharjo, kecamatan Sewon, kabupaten Bantul, tepatnya berada di Jl. KH Ali Maksum no. 381 Krapyak. Yogyakarta. Pondok ini berada di paling utara lingkungan pesantren Krapyak serta berjarak hanya kurang dari 2 Km sebelah selatan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Adapun batas pondok ini adalah sbb: Sebelah utara : Kampung Minggiran Kotamadya Yogyakarta atau tapal batas antara kota Yogyakarta dengan kabupaten Bantul Sebelah timur : Jl. KH Ali Maksum. Kampung Jogokayan Kotamadya Yogyakarta. Sebelah selatan : Desa Janganan Kabupaten Bantul Sebelah barat : Kampung Minggiran Kotamadya Yogyakarta Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta mempunyai tanah seluas 5,876 ha, dengan luas bangunan 3,235 ha yang terdiri dari rumah kediaman pengasuh pondok (Ndalem Kiai), asrama bagi santri putra maupun santri putri, musholla putri, musholla putra serta beberapa bangunan penunjang yang lain.

Dilihat dari letak geografisnya, pondok pesantren ini berada pada posisi yang sangat strategis, karena merupakan salah satu jalur transportasi utama yang menghubungkan Kodya Yogyakarta dengan kabupaten Bantul. Keadaan tersebut sangat baik bagi kelangsungan kegiatan pendidikan karena tidak terpengaruh oleh kebisingan kota dan kebutuhan akan sarana umumpun mudah di jangkau, seperti sarana transportasi umum, puskesmas, apotek, bank-bank serta ATM. Semua fasilitas umum tersebut tak jauh dari pondok pesantren. Beberapa lembaga pendidikan yang ada di sekitar Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek Nurussalam, antara lain: TK nDasari Budi, TK Baik, Sekolah Dasar Negeri Jageran, Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah serta SMP Pondok Pesantren Yayasan Ali Maksum Krapyak, Madrasah Salafiyah dan Madrasah Huffadz serta SMK Al-Munawwir Krapyak, Korps Dakwah Mahasiswa (Kodama), SMP Negeri 13 Yogyakarta, SMP Negeri 10 Yogyakarta, SMP Negeri 16 dan SMA Negeri 7 Yogyakarta.

Bagikan