Kita Ganjil, Rasulullah Saw yang Menggenapi


Oleh: Isna Sholihaturrahmaniah

Banyak sekali kitab yang membahas keutamaan bershalawat kepada Kanjeng Rasul Muhammad saw. Hal ini tidak lain karena Allah swt yang memerintahkan kepada seluruh umat beriman untuk menghadiahkan shalawat dan salam kepada Rasulullah saw. (Q.S. Al-Ahzab ayat 56).

Hadirnya Rasulullah saw merupakan bukti cinta Allah swt kepada makhluk-Nya. Rasulullah saw ada untuk dijadikan suri teladan bagi manusia jika ingin dicintai Allah swt. Rasul Muhammad saw lah manusia suci, kekasih Allah swt.

Bershalawat kepada Nabi Muhammad saw bukan berarti beliau butuh doa dari umatnya. Justru shalawat lah yang menjadi perantara doa manusia dikabulkan Allah swt, seperti yang tercantum dalam Kitab Tanqihul Qoul bahwa shalawat adalah syarat terkabulkannya doa. Pada dasarnya, terdapat hijab antara manusia dengan Allah swt, dan shalawat yang membukanya.

Shalawat juga berarti bentuk rasa hormat kepada Nabi Muhammad saw, sembari memohon keberkahan terlimpah kepadanya sampai mengalir kembali kepada kita yang membacanya.

Nabi Muhammad saw memang hanya manusia, tapi ia bagai mutiara di antara bebatuan. Hanya ia satu-satunya manusia yang memiliki otoritas untuk memberikan syafaat.

Syafa’at berasal dari kata syaf’un yang artinya genap. Beliaulah yang menggenapi para umatnya. Manusia biasa tidak layak masuk dan menikmati keindahan serta kemegahan surga. Namun dengan syafaatnya, kekurangan manusia dapat digenapi.

Salah satu cara memperoleh syafaat Rasulullah saw adalah dengan memperbanyak shalawat.

Bahkan shalawat menjadi ibadah yang paling mudah mendapatkan imbalan berupa pahala. Karena satu kali shalawat akan dibalas dengan 10 kebaikan, 10 kali shalawat akan dibalas dengan 100 kebaikan, 100 kali shalawat akan dibalas dengan 1000 kebaikan dan barangsiapa yang bershalawat sampai 1000 kali, maka ia haram terkena api neraka.

Shalawat inilah yang akan menggenapi kekurangan manusia ketika tidak dapat masuk surga.

Lalu, sudah berapa banyak Anda menabung shalawat untuk hidup di akhirat kelak?

*Santri Komplek R2 Pondok Pesantren Almunawwir Krapyak

Tinggalkan Balasan