Bedah Khotbah,Khotbah Kiai Dalhar Selalu Mendoakan Keamanan Indonesia

durasi baca: 2 menit

Doc @Nusa Media

Krapyak – “Dalam
khotbahnya, Kiai Dalhar selalu mendoakan keamanan Indonesia”, ujar Dr H Tantowi
dalam acara “Bedah Khotbah KH Dalhar Munawwir”. Perkara ini sungguh penting,
mengingat maraknya ujaran kebencian dan usaha mempolitisir agama oleh pendakwah
dalam khotbahnya. Khotbah lantas menjadi medium dalam itikad memobilisasi
kepentingan politik tertentu.

“Sebenarnya, meminta
kebaikan bagi bangsa dan negara di dalam khutbah itu merupakan pakem atau struktur
khotbah yang ada sejak era Sahabat Rasulullah saw. Jadi kalau ada khotbah yang
didoakan hanya umat Islam tanpa mendoakan bangsa dan negara yang dihuni, itu
apologis.” lanjut alumni Nurussalam yang juga menjadi dosen di UIN Sunan
Kalijaga Yogyakarta tersebut.

Adapun ketika
disinggung mengenai seberapa dominan nilai nasionalis yang ada dalam
khotbah-khotbah Kiai Dalhar, KH Aliyyul Munif Qostolani menjelaskan bahwa Kiai
itu menerjemahkan sebuah konsep dalam laku. “Jadi, jika mengingat pengamalan
dan pengalaman ketika nyantri di Mbah Dalhar, laku Kiai Dalhar sudah sangat
nasionalis”.

Perlu diketahui,
menurut KH R Mahfudz Hamid, dalam proses penyusunan khotbah, teks yang dipakai
Kiai Dalhar ditulis sendiri.  “Khotbah
Kiai Dalhar itu dibuat sendiri dan ditulis-tulis sendiri,” ungkap KH R Mahfudz
Hamid yang kemudian dita’kidkan oleh K Fahmi Dalhar dengan sebuah anggukan.

Karena dibuat sendiri
oleh Allahu Yarham KH Dalhar Munawwir, karakter khotbahnya pun sangat padat.
Bahkan, kata Dr H Tantowi, “Orang belum ngantuk, Mbah Dalhar sudah barakallahu li wa lakum…”. Mendengar
pernyataan tersebut tidak sedikit para hadirin yang menahan tawa.

Baca Juga :  Beberapa Adab Uluk Salam yang Sering Kita Lupakan

Jika dikategorisasikan, menurut Dr H Tantowi terdapat empat segmentasi tema yang ajeg tertuang dalam khotbah Kiai Dalhar; pertama, tema mingguan. Tema mingguan ini cenderung tematik dan merupakan segmen khotbah yang bercorak akhlaqi, seperti khouf wa raja’, amar ma’ruf nahi munkar, birrul walidain, dan lain sebagainya. Kedua, temabulanan, lebih kepada tema-tema fadhoilul a’mal yang teragendakan di masing-masing bulan, seperti amaliah-amaliah di bulan Ramadan, Muharram, Sya’ban, dan seterusnya. Ketiga adalah temakebangsaandan, keempat, Kiai Dalhar mencoba menuangkan gagasannya dalam pembangunan atau pemecahan problematika sosial kemasyarakatan.

Adapun referensi
khotbah yang dipakai oleh Kiai Dalhar terdiri dari Arbain Nawawi, Tafsir Jalalayn, Jawahirul Bukhori, Kutubussittah, Muhazab,
dan masih banyak lagi.

Acara ini sekaligus
melengkapi serangkaian acara Haflah Khotmil Quran dan Haul Nyai Hj Salimah
Munawwir dan KH Dalhar Munawwir yang sebelumnya. Seperti Bakti Sosial dan Donor
Darah. Sementara itu, acara kali ini bertajuk “Bedah Khotbah KH Dalhar
Munawwir, Refleksi Atas Khotbah KH Dalhar Munawwir” diselenggarakan pada Sabtu
siang, 20/10/2018 di halaman komplek Nurussalam Krapyak.

Hadir sebagai
narasumber dalam acara ini adalah KH Aliyyul Munif Qostolani, KH R Mahfudz
Hamid, K  Fahmi Dalhar, S.Ag, S.S., Dr H
Tantowi, M.Ag dan Dr Phil Sahiron Syamsuddin, M.A.

Acara yang dibuka secara umum itu diikuti oleh para alumni, santri maupun akademisi di seluruh Yogyakarta. Sebagai mukadimah ada lantunan salawat yang dibawakan oleh Grup Hadrah Rayyana dan ikhtitam berupa pemberian cindremata dari pihak keluarga kepada segenap narasumber Bedah Khotbah. (afqo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *