Memperingati Kelahiran Sang Cahaya diatas Cahaya


Jika kita membaca shalawat satu saja, maka Allah akan memberikan sepuluh rahmat kepada kita. Jika kita membaca shalawat satu kali maka Allah akan menghilangkan segala kerumpekan kalian sepuluh kali lipat. 


Oleh : KH. Fairuz Afiq Dalhar*

Pada 12 Rabiul Awal ini kita merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kenapa kita harus memperingatinya? Lalu siapakah Nabi Muhammad itu? Apa kehebatan daripadanya sehingga perlu diperingati tidak hanya pada hari wafat namun juga kelahirannya.

Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa namun beliau dalam bentuk fisik, bentuk tubuhnya itu paling sempurna. Akhlaknya paling sempurna. Tubuhnya paling bagus, dan akhlaknya paling bagus. Sehingga ia adalah makhluk paling sempurna di alam jagat raya ini.

Selain itu, sosok Kanjeng Nabi jika berdiri dengan orang yang lebih tinggi beliau tidak merasa lebih tinggi. Jika berdiri dengan orang yang lebih pendek, beliau tidak kelihatan tinggi sekali. Dipandangpun selalu enak dan nyaman dalam hal fisiknya.

Nabi Muhammad selain menjadi makhluk paling sempurna dan paling dicintai oleh Allah SWT. Beliau juga sosok yang paling berjasa terhadap diri kita–para umat islam di seluruh alam jagat raya ini.

Jika pada era R.A. Kartini kita mengenal istilah habis gelap terbitlah terang, maka pada zaman Kanjeng Nabi dari zaman jahiliyyah kepada zaman yang terang benderang dan zaman yang penuh dengan keilmuan.

Dari zaman yang jika tidak ada nabi entah kita bisa masuk surga atau tidak, menuju zaman yang dengan adanya kedatangan nabi yang insyaallah kita sebagai umatnya akan masuk ke surga-Nya.

Lalu sebenarnya apa balas jasa kita terhadap Beliau? Jika kalian diberi oleh orang yang paling berjasa. Apa yang akan kita balas untuk orang tersebut?

Nah pada nabi Muhammad ini bagaimana, apa jasa kita? Apa yang kita beri padahal beliau sudah meninggal dunia?

Dalam konteks ini tentu kita perlu tahu bahwa untuk membalas jasa Kanjeng Nabi kita tidak perlu repot-repot. Cukup kita membaca shalawat pada Beliau telah menjadi suatu tanda balas jasa kita pada Beliau.

Begitu juga kita dalam bentuk mengikuti risalah, seperti sholat, sewaktu sebelum dan sesudah sholat khusus pada Nabi kita membaca shalawat pada beliau.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda,

مَنْ صَلَّى عَلَىَّ وَاحِدَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, no. 408)

Kalau kita membaca shalawat satu saja, maka Allah akan memberikan sepuluh rahmat kepada kita. Jika kita membaca shalawat satu kali maka Allah akan menghilangkan segala kerumpekan kalian sepuluh kali lipat.

Derajat kita akan diangkat oleh Allah sepuluh kali dengan hanya membaca satu shalawat.

Membaca shalawat itu tidak ada ruginya karna nanti akan kembali pada diri kita sendiri. Membaca shalawat supaya kita mendoakan Kanjeng Nabi diberi rahmat dan kasih sayang oleh Allah.

Nantinya semoga kasih sayang dan rahmat kepada Kanjeng Nabi yang mana dari Nabi Muhammad akan kembali pada siapa yang membaca tadi–kita.

Membaca shalawat bisa dengan shalawat apa saja, macam-macam yang nantinya ditujukan kepada Kanjeng Nabi sebagai balas jasa kita pada beliau yang menjadi satu-satunya Nabi yang memiliki syafaat di hari kiamat diantara 333 Nabi atau lebih.

Dikisahkan, ada seseorang imam yang bernama Sufyan Ats-Tsauri yang bersama kafilahnya saat itu tengah berangkat menuju Kota Mekkah untuk menunaikan ibadah haji.

Dalam perjalanannya tersebut, ia hanya membaca shalawat saja. Di semua tempat ia membaca shalawat bahkan ketika menunaikan ibadah hajipun juga selalu membaca shalawat.

Kemudian salah satu jamaah haji menegurnya, “Kenapa engkau hanya membaca shalawat saja? Melihat Ka’bah shalawat, sa’i juga shalawat. Sampeyan ora apal do’a weruh Ka’bah?” tanyanya pada Sufyan.

Mendengar pertanyaan itu kemudian Sufyan bercerita bahwa saat perjalanan menuju Kota Mekkah ini, ia berangkat bersama kafilah dan orangtuanya. Namun orangtuanya meninggal dunia dalam perjalanan.

Akhirnya menjelang malam ia menunggu jenazah ayahnya. Ditengah-tengah menunggu tersebut ia membuka kain yang menutup wajah Ayahnya.

Wajah ayahnya berubah menjadi hitam kelam sebab dulu pernah berbuat maksiat. Ditengah-tengah waktu menunggu jenazah ayahnya, Sufyan tertidur dan bermimpilah ia.

Dalam mimpinya, wajah daripada ayahnya didatangi oleh pemuda tampan yang kemudian membuka kain dan melihat wajah ayahnya yang hitam kelam.

Diusaplah wajah ayahnya. Setelah diusap, bersinar dan bercahayalah wajah tersebut. Kemudian ditutup kembali dan pergilah pemuda tampan tersebut.

Dalam mimpinya, Sufyan lalu bangun, tapi ia masih dalam keadaan tertidur. Kemudian dalam keadaan tersebut ia mengejar orang tersebut, dan mengatakan “Mengapa kalian membuka dan mengusap wajah ayah saya dan menjadi cerah dan bersinar?”

Pemuda tersebut menjawab “Sebab dulu ayah kamu membaca shalawat pada Nabi.”

“Lalu anda siapa?”

“Saya Muhammad.”

Begitulah kisah mengenai Sufyan yang senantiasa membaca shalawat saat menunaikan ibadah haji setelah bermimpi Nabi Muhammad.

Kemudian kembali pada topik di atas, mengapa kita adakah maulid? Sebab Maulid Nabi merupakan ungkapan rasa kecintaan dan rindu kita kepada Beliau.

Selain itu kita menyampaikan melalui diba’an, burdah, yang nanti membuat kita tahu bagaimana Nabi Muhammad itu dan tentunya menjadikan kita lebih dekat dengan beliau.

Kita sebagai Umat Islam, apabila mendapat suatu hal yang bagus, maka bersyukurlah. Kalian mendapat rahmat, bersyukur dan berbahagialah. Pun rasa syukur diturunkannya Nabi.

Maka kita mengingat-ingat, puncak daripada rahmat. Kita harus bersyukur dan betul-betul berterima kasih salah satunya dengan kita peringati hari kelahiran beliau. Sebab beliau orang yang paling sempurna dan supaya kelak di akhirat kita bisa merasakan enak mudah dan singkat. Sebab kita telah menunjukkan kecintaan kita pada Kanjeng Nabi. (Aninda)

*cerita disampaikan saat acara Perayaan Maulid Nabi di Aula G.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *