Kebersihan Lingkungan Sanggup Meningkatkan Stabilitas Alam dan Perekonomian

“Bakti Sosial Santri”: Kebersihan Lingkungan Sanggup Meningkatkan Stabilitas Alam dan Perekonomian

almunawwir.com (Bantul) – “Kegiatan ini bermaksud tidak hanya memberi pelajaran dan praktek akan kebersihan lingkungan. Tidak hanya transfer pengetahuan. Tapi timbal baliknya akan lebih dari itu, yakni menyangkut kompleksitas kehidupan di sekitarnya.” Ungkap Gus Atho’.

Menurut Pak Joko selaku panitia lapangan, kegiatan bersih-bersih ini sengaja diselenggarakan untuk mengetuk nurani dan mengaktualisasikan keimanan santri akan sikap kepedulian sosial mereka kepada sesama dan lingkungan di sekitarnya.

Kita menyadari bahwa kehidupan manusia tidak akan bisa dilepaskan dari kesehatan lingkungan di sekitarnya. Oleh karena itu, Gus Atho’ menambahkan, jika kesehatan ekosistem alam mari kita yakini sebagai tanggung jawab bersama.

Dengan menjaga kelestarian dan kerindangan alam, akan sedikit meminimalisir gejolak dari alam itu sendiri.

Ketika ditanya kenapa memilih Pasar Niten dan Kali Winongo, Gus Atho’ menjawab, “karena Kali/Sungai itu kan merupakan sumber air. Ketahanan air di sekitarnya, juga akan berpathok pada kelestarian sungai tersebut. Banyak warga sekitar yang memanfaatkannya untuk irigasi sawah, memberi makan ternak dan mencuci pakaian. Ditambah dengan kondisi sungai yang kurang bersih, hal tersebut yang memicu kami untuk memilih objek sungai sebagai wujud kepedulian sosial kita akan lingkungan.”

“Terus, kenapa pasar?” beliau melanjutkan, “karena pasar merupakan sumber roda perekonomian masyarakat. Terkhusus pasar tradisional. Ketika pasar tersebut bersih, otomatis pembeli pun merasa nyaman. Dan ketika kenyamanan itu telah didapat, maka secara tidak langsung perekonomian masyarakat akan meningkat.”

Dari sana, kita dapat melihat titik temu antara kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan peningkatan minat beli dan pendapatan masyarakat pada umumnya.

Nilai yang didapat dari acara ini tidak hanya bersih di tempat itu saja. Melainkan sikap pengamalan akan prinsip bersih pada diri santri. Dan bagaimana seorang santri sanggup menjaga stabilitas alam dan perekonomian di sekitarnya. Ya dengan salah satu upaya melalui bakti sosial santri berbasis lingkungan ini. Terang Gus Atho’ sebagai panitia pelaksana yang juga seorang dokter tersebut.

Kegiatan yang bertajuk Bakti Sosial Santri: Bersih Sungai, Bersih Pasar dan Pengobatan Gratis itu, juga diikuti oleh santri di seluruh pesantren di Kabupaten Bantul. Dengan target peserta sebanyak 1000 santri.

Kegiatan tersebut, diadakan pada hari Ahad, 12 Nopember 2017. Selain menarik perhatian masyarakat sekitar, tidak sedikit pula dari pengguna jalan yang tertarik untuk sekedar menoleh jerih payah para santri dalam membersihkan sungai dan pasar. [Red]

 

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *