HUT RI Ala Santri; “Bermetamorfosa Menjadi Santri Modern”

by Agustus 27, 2017
Warta 0   839 views
durasi baca: 2 menit

Almunawwir.com – (Ahad, 27/08/2017) Masih dalam suasana Kemerdekaan RI ke-72, komplek R2 Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, pada ahad pagi sukses mengadakan acara senam sehat dan lomba 17-an. Setelah minggu lalu telah ikut berpartisipasi dalam acara Karnaval Krapyak, acara kali ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan memeriahkan Dirgahayu RI ke-72 ala santri–komplek R2.

Bertempat di lapangan Patmasuri, acara di hadiri oleh seluruh Santri Komplek R2 sekaligus menjadi peserta senam sehat dan lomba 17-an. Acara sendiri di mulai sekitar pukul 08:00 WIB pagi, di buka dengan senam sehat, santri komplek R2 terlihat antusias mengikuti acara. Naila Latifah, selaku ketua komplek R2 mengatakan “bahwa acara senam sehat dan lomba 17-an ini salah satunya ditujukan sebagai ajang bukti kecintaan seorang santri pada NKRI selain mengikuti upacara ataupun karnaval”.

Tarik tambang, tarik sarung kerupuk, ambil koin dan bola air menjadi susunan acara lomba 17-an dan pemeriah acara. Selain itu komplek Fatimiyah di bawah asuhan Ibu Nyai Ida Fatimah turut memeriahkan acara, serta memberikan dukungan pada peserta lomba dari masing-masing delegasi peserta per lantai Komplek R2.

Menariknya, lomba 17-an pagi tadi memiliki peraturan dan sistem yang tidak biasa, tidak seperti lomba 17-an pada umumnya, panitia acara memberikan kesan new and fresh bagi para peserta. Masing-masing perlombaan memiliki variasi yang tidak biasa. Misalnya pada lomba tarik sarung kerupuk merupakan istilah baru dalam perlombaan makan kerupuk dimana peraturannya para peserta lomba saling diikat dengan sarung lalu mulai tarik-menarik untuk sampai lebih dulu dan mengambil kerupuk mereka masing-masing.

Dengan adanya variasi perlombaan yang diselenggarakan tersebut, selain memberikan kesan menyenangkan bagi para santri yang mengikuti acara, juga diharapkan mampu mejadi tolak ukur bahwa seorang santri yang notabene berlabel kalem dan ketinggalan zaman juga mampu bermetamorfosa menjadi santri modern yang mengikuti era globalisasi tanpa membuang hakikat seorang santri.

Seuasai perlombaan bola air, Acara lomba yang begitu meriah ini kemudian ditutup dengan berfoto bersama. [Aninda]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *