Fenomena Gerhana Bulan 31 Januari 2018

durasi baca: 6 menit


Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid

Bulan Januari 2018 M ini cukup istimewa karena di bulan ini terjadi Bulan Purnama (arab:Badr) dua kali. Yang pertama terjadi pada tanggal 2 Januari 2018 pukul 09:26:11 WIB. Sedangkan bulan purnama yang kedua terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 pukul 20:29:46 WIB. Pada purnama yang kedua di tahun 2018 ini terjadi Gerhana Bulan Total (GBT).

Menurut perhitungan hisab, Insya Allah Gerhana Bulan Total akan terjadi pada hari Rabu malam Kamis, 15 Jumadal Ula 1439 H./31 Januari 2018 M. Mulai pukul 17:51:06 WIB sampai pukul 23:08:27 WIB. Gerhana meliputi Asia, Australia, Pasifik, Amerika Tengah dan Amerika Utara.

Sementara Afrika dan Amerika Selatan tidak bisa menyaksikan gerhana ini karena pada saat gerhana, wilayah tersebut sedang siang hari. Dari wilayah Amerika Tengah dan Amerika Utara, gerhana ini bisa disaksikan sejak tengah malam sampai pagi, sedangkan dari Indonesia bisa disaksikan sejak awal malam sampai tengah malam.
Bayangan gerhana bulan ada dua macam :
1. Bayangan umbra, yakni bayangan fisik bumi
2. Penumbra, yakni bayangan bias bumi

Wilayah yang dilalui bayangan umbra bisa menyaksikannya (gerhana bulan) dengan mata telanjang maupun dengan teleskop biasa, sedangkan yang hanya dilalui bayangan penumbra tidak bisa menyaksikannya dengan mata telanjang maupun teleskop biasa. Bayangan penumbra hanya bisa dilihat atau diidentifakasi dengan teropong khusus yang dilengkapi dengan filter khusus pula. Wajah bulan yang terkena bayangan penumbra hanya terlihat sedikit redup dari biasanya.

Berikut peta gerhana bulan total, 31 Januari 2018 M. secara global yang saya kutip dari Espenak.

Gambar di atas menunjukkan bahwa peta yang tidak berarsir bisa mengamati seluruh fase gerhana sejak awal penumbra sampai akhir penumbra. Sementara peta yang terarsir warna hitam adalah wilayah yang tidak mengalami gerhana sama sekali baik di awal gerhana maupun akhir gerhana. Adapun wilayah yang terarsir biru muda tidak bisa menyaksikan seluruh fase gerhana, namun hanya bisa menyaksikan sebagian fase gerhana, awal gerhana atau akhir gerhana tidak bisa disaksikan di wilayah ini.

Peta yang berlabel Eclipses at MoonRise mengalami gerhana pada rentang sore hari sejak terbitnya bulan sampai tengah malam.

Sedangkan yang berlabel Eclipses at MoonSet mengalami gerhana pada rentang tengah malam sampai terbenamnya bulan.

Zona Eclipses at MoonRise

1. P1 : Batas wilayah yang tidak bisa menyaksikan fase penumbra, namun bisa menyaksikan awal umbra, awal total, akhir total, akhir umbra dan akhir penumbra. Pada saat fase awal penumbra, bulan belum terbit. Daerah yang berada diantara P1 – U1 adalah Jawa Tengah, Jawa Barat, pulau Sumatera, Singapura, Kuala Lumpur Malasyia, Thailand, Laos, Myanmar, Banglades, Buthan, China, Khazakhstan timur dan Rusia.

2. U1 : Batas wilayah yang tidak bisa menyaksikan fase penumbra dan awal umbra namun bisa menyaksikan awal total, akhir total, akhir umbra dan akhir penumbra. Pada saat fase awal penumbra dan awal umbra bulan, belum terbit. Daerah yang berada diantara U1 – U2 adalah Srilangka, India, Nepal, Pakistan timur, Afghanistan timur, Tajikistan, Kirgistan, Uzbekiztan timur, Khazakhstan tengah, Norwegia timur dan Rusia.

baca juga : Belajar Agama Secara Otodidak, Bolehkah?”

3. U2 : Batas wilayah yang tidak bisa menyaksikan fase penumbra, awal umbra dan awal total namun bisa menyaksikan akhir total, akhir umbra dan akhir penumbra. Pada saat fase awal penumbra, awal umbra dan awal total, bulan belum terbit. Daerah yang berada diantara U2 – U3 adalah Gujarat India, Pakistan barat, Afghanistan barat, Iran, Turkmenistan, Uzbekiztan barat, Azerbaijan, Khazakhstan barat, Rusia, Finlandia timur, Swedia timur dan Norwegia timur.

4. U3 : Batas wilayah yang tidak bisa menyaksikan fase penumbra, awal umbra, awal total dan akhir total, namun bisa menyaksikan akhir umbra dan akhir penumbra. Pada saat fase awal penumbra, awal umbra, awal total, dan akhir total, bulan belum terbit. Daerah yang berada diantara U3 – U4 adalah Somalia timur, Ethiopia timur, Yaman, Saudi Arabia, UEA, Qotar, Bahrain, Kuwait, Irak, Yordania timur, Suriah, Lebanon, Turki, Armenia, Georgia, Moldova, Ukraina, Belarus, Lithuania, Aland, Finlandia barat, Swedia tengah, dan Norwegia timur.

5. U4 : Batas wilayah yang tidak bisa menyaksikan fase penumbra, awal umbra, awal total, akhir total, dan akhir umbra, namun masih bisa menyaksikan akhir penumbra. Pada saat fase awal penumbra, awal umbra, awal total, akhir total, dan akhir umbra, bulan belum terbit. Daerah yang berada diantara U4 – P4 adalah Somalia barat, Kenya, Tanzania timur, Uganda timur, Ethiopia, Djibouti, Sudan Selatan, Eritrea, Sudan timur, Mesir, Arab Saudi barat, Palestina, Ciprus, Abania, Greace, Bulgaria, Serbia, Montenegro, Romania, Hungaria, Kroasia, Slowakia, Austri, Republik Ceko, Polandia, Denmark dan Norwegia timur

6. P4 : Batas wilayah yang mengalami gerhana dengan yang tidak sama sekali karena bulan masih di bawah ufuk timur.

Zona Eclipses at MoonSet

1. P1 : Batas wilayah yang hanya bisa menyaksikan fase penumbra saja, sedangkan fase selanjutnya tidak bisa diamati karena bulan keburu tenggelam di ufuk barat dalam keadaan gerhana masih berlangsung. Daerah yang berada diantara P1 – U1 adalah Peru, Ekuador, Kolumbia, Venezuela barat, Panama, Jamaika, Dominika, Kuba timur, Puerto Riko, dan Bermuda

2. U1 : Batas wilayah yang hanya bisa menyaksikan fase penumbra dan awal umbra saja, sedangkan fase selanjutnya tidak bisa diamati karena bulan keburu tenggelam di ufuk barat dalam keadaan gerhana masih berlangsung. Daerah yang berada diantara U1 – U2 adalah Kosta Rika, Nicaragua, Honduras, El Salvador, Guatemala, Belize, Kuba barat, Bahama, Amerika bagian timur dan Kanada bagian timur.

3. U2 : Batas wilayah yang hanya bisa menyaksikan fase penumbra, awal umbra dan awal total saja, sedangkan akhir total dan face selanjutnya tidak bisa diamati karena bulan keburu tenggelam di ufuk barat dalam keadaan gerhana masih berlangsung. Daerah yang berada diantara U2 – U3 adalah Meksiko, Amerika bagian tengah, dan Kanada tengah.

baca juga : Dinamika Pesantren Krapyak : “Mulai dari Pendidikan Al-Qur’an hingga Membangun Karakter Qur’ani””

4. U3 : Batas wilayah yang hanya bisa menyaksikan fase panumbra, awal umbra, awal total dan akhir total saja, sedangkan fase akhir umbra dan akhir penumbra tidak bisa diamati karena bulan keburu tenggelam di ufuk barat dalam keadaan gerhana masih berlangsung. Daerah yang berada diantara U3 – U4 adalah Meksiko bagian barat, Amerika bagian barat dan Kanada Tengah.

5. U4 : Batas wilayah yang hanya bisa menyaksikan fase panumbra, awal umbra, awal total, akhir total dan akhir umbra, sedangkan fase akhir penumbra tidak bisa diamati karena bulan keburu tenggelam di ufuk barat dalam keadaan gerhana penumbra masih berlangsung. Daerah yang berada diantara U4 – P4 adalah Pesisir barat Amerika dan Kanada.

6. P4 : Batas wilayah yang mengalami gerhana dengan yang tidak sama sekali karena bulan sudah terbenam di bawah ufuk barat dalam keadaan gerhana.

Zona All Eclipse Visible

Wilayah yang bisa menyaksikan GBT ini secarah utuh yakni dari awal penumbra sampai akhir penumbra adalah seluruh Indonesia kecuali Sumatera, Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat, Australia, Papua Neugini, Negara Negara di Pasific, Brunei, Filiphina, Vietnam, Taiwan, Hongkong, China, Korea, Jepang, Mongolia, Rusia tengah, Rusia timur dan Alaska

Zona No Eclipse Visible

Wilayah yang tidak bisa menyaksikan momen GBT ini, baik penumbra maupun umbra karena pada waktu gerhana terjadi wilayah tersebut dalam keadaan siang hari dan bulan berada di bawah ufuk. Negara-negara yang tidak bisa menyaksikan GBT ini adalah :

Benua Afrika meliputi Afrika Selatan, Lesotho, Swazilad, Mozambik barat, Zimbabwe, Bostawana, Namibia, Malawi, Zambia, Angola, Tanzania barat, Burundi, Ruanda, Kongo, Uganda barat, Gabon, Kamerun, Afrika Tengah, Sudan barat, Chad, Niger, Nigeria, Libya, Algeria, Tunisia, Maroko dan negara-negara afrika barat.
Benua Eropa meliputi Italia, Swiss, Prancis, Spanyol, Portugal, Jerman, Belgia, Belanda, Inggeris dan Irlandia
Benua Amerika meliputi Argentina, Chili, Uruguay, Paraguay, Bolivia, Peru timur, Brazil, Guyana Prancis, Suriname, Guyana dan Venezuela.

GBT Dilihat Dari Makkah

Secara hisab negara-negara Timur Tengah, diantaranya Yaman, Oman, Qotar, Bahrain, UEA, Kuwait, Irak, Saudi, Syuria, Libanon, Palestina, dan Yordania berada diantara zona U3 dan U4 bahkan sebagian sudah masuk bayangan penumbra sehingga sulit untuk menyaksikan momen ini. Disamping itu pada saat terjadinya gerhana, dari wilayah Timur Tengah tersebut masih siang dan bulan masih dibawah ufuk (belum terbit). Dari wilayah ini seiring dengan terbitnya bulan dari ufuk timur, proses gerhana mulai berakhir. Di kota makkah matahari terbenam pada pukul 18:09:53 WSA dan bulan terbit pada pukul 18:11:29 WSA. Seiring dengan bulan terbit di Makkah, fase akhir umbra berakhir pukul 18:11:11 WSA.
Berikut hasil perhitungan hisab GBT 31 Januari dengan markas Makkah

GBT Dilihat Dari Indonesia

Indonesia termasuk wilayah yang bisa menyaksikan GBT ini secarah utuh yakni dari awal penumbra sampai akhir penumbra kecuali Sumatera, Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat. Dari Sumatera, Jawa Barat dan Jawa Tengah bagian barat awal penumbra tidak bisa disaksikan karena pada saat fase tersebut terjadi, bulan belum terbit.

Dihitung dengan metode Al-Durru Al-Aniqu dengan markas Jakarta :
Awal Penumbra 17:51:06 WIB; Awal Umbra 18:48:22 WIB; Awal Total 19:51:42 WIB; Akhir Total 21:07:51 WIB; Akhir Umbra 22:11:11 WIB; Akhir Penumbra 23:08:27 WIB.

baca juga : Teori Stephen R. Covey; “Menjadi Manusia Efektif dan Produktif””

Durasi Panumbra 05:17:21 jam; Durasi Umbra 03:22:49 jam; Durasi Total 01:16:09 jam.

Dari kota Jakarta saat fase penumbra bulan masih di bawah ufuk dan bulan terbit dalam keadaan gerhana penumbra. Gerhana baru bisa diamati secara mata telanjang ataupun teleskop pada fase umbra yakni mulai pukul 18:48:22 WIB. Pada saat awal fase umbra, posisi bulan berada di azimut 71° 25′ 01,95″ dengan ketinggian 09° 11′ 00,75″ derajat.

Fase penumbra tidak kami sebut di dalam ilustrasi diatas karena saat fase penumbra, gerhana tidak bisa diamati dengan mata telanjang maupun teleskop biasa. Pada saat fase penumbra, bulan hanya sedikit redup, garis tepi bayangan penumbra di permukaan bulan hanya bisa diamati dengan teleskop yang disertai filter khusus.

Sholat Gerhana Bulan Di Antara Waktu Sholat Maghrib dan Isya’

Dilihat dari Indonesia Gerhana bulan total di penghujung Januari 2018 ini terjadi petang hari beriringan dengan waktu maghrib dan Isya’. Agar pelaksanaan sholat gerhana bulan tidak berbenturan dengan waktu Maghrib maupun Isya’ maka kita harus perhatikan rentang waktu antara awal kedua waktu sholat tersebut dengan awal gerhana.
Berikut ini tabel selisih waktu antara awal gerhana bulan dengan awal waktu sholat Maghrib dan Isya’ dari kota-kota besar di Indonesia.

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *