Enam Tahun Bersama Minhajut Tholibin

Khataman Musyaawarah Kitab Minhajut Tholibin

Inilah momen yang dinanti-nanti oleh semua santri Ma’had ‘Aly setelah sekian lama hampir 6 (enam) tahun mengkaji kitab minhajut tholibin. Mungkin oleh sebagian orang menganggap waktu 6 tahun itu adalah waktu yang lama, tidak efektif, menjenuhkan dan lain sebagainya.

Tapi bagi santri yang mengalami tersebut, sama sekali tidak ada keluhan seperti itu, dengan penuh semangat, ulet, serius, tertawa, guyon, gojlokan, kadang juga ada perseturuan, dan suasana lainnya dalam mengkaji ini, sehingga sampai pada mengkhatamakaan kitab tersebut.

Banyak orang menyebut kitab minhajut tholibin adalah kitab jimat, belum dianggap ampuh kalau belum pernah mengkaji kitab tersebut. Karena kitab minhaj adalah karanganya Imam Nawawi yang berisi pokok-pokok fiqh madzhb syafi’i disertai adanya pentarjihan yang dilakukan oleh beliau, jadi wajar dikalangan santri sangat mengidolakan kitab minhajut tholibin. Kalau guru kami mengatakan fathul muin itu standar kiai nasional, nah minhaj itu standar ulama international.. hehe


Salah satu sistem yang paling ditonjolkan dipesantren adalah “musayaawarah” kalau ingin mendefiniskan, musayaawarah adalah mengkaji suatu ilmu yang dilakukan oleh banyak orang dengan cara saling tukar-pendapat untuk mendapatkan suatu kesimpulan.

Banyak orang menganggap musayaawarah adalah sistem pesantren yang paling penting dan santri jangan sampai meninggalkan sistem ini. Karena didalamnya santri dituntut untuk berfikir keras memahami ibarah-menkritisi-menyampaikan kepada forum-memperdebatkan suatu permasalahan tertentu. Jadi dengan sistem ini santri akan terbiasa dan mudah untuk memahami ketika menemukan ibarah-ibarah dalam kitab.

Bahkan dengan musyawarah biasanya menjadi tolok ukur ke’alim’an santri, kalau santri ketika musyawaroh dapat mengikuti dengan aktif baik menyampaikan pendapat atau debat dan tidak gampang kalah maka dia akan dijuluki sebagai “santri alim“.

Mengutip mutiara dari guru kami “nek pengen cepet pinter kudu sregep musayaawarah” (kalau ingin cepat pintar, harus rajin musyawaroh-red). Semoga apa yang kami lakukan selalu mendapatkan Ridlo dan Taufiq Allah, dimudahkan dalam belajar dan cepet mendapatkan Futuh-Nya. Amin, Amin, Amin Allahumma Amiin. [Fattah]

Musyawaroh Selanjutnya Kitab Yaqutun Nafis, InsyaAllah

Haii Yaqutun Nafis kami dataaang…

Tinggalkan Balasan