Digitalisasi UMKM, BWM Almuna Kenalkan Digital Marketing Online pada Nasabah

2 weeks ago
durasi baca: 2 menit

 

Senin (05/08/19), Bank Wakaf Mikro Almuna Berkah Mandiri kembali mengadakan HALMI AKBAR (Halaqoh Mingguan & Silaturrahim) yang bertempat di aula G PP Almunawwir Krapyak. HALMI merupakan acara yang rutin dilaksanakan tiga kali dalam setahun guna menjalin silaturrahim antar nasabah sekaligus menjadi forum pelatihan.

Dalam kesempatan HALMI kali ini, BWM (Bank Wakaf Mikro) Almuna memberikan pelatihan tentang “Digital Marketing Online” bagi para nasabah.

Ibu Maya Y. Priyanto, selaku narasumber dari OJK menjelaskan tentang asal mula terbentuknya BWM. Bank Wakaf Mikro merupakan lembaga yang didirikan atas inisiatif lembaga OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk mewujudkan program pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat kurang mampu yang produktif di sekitar pesantren yang belum mendapatkan akses layanan jasa keuangan secara formil.

Sumber dana dari BWM sendiri adalah murni dari bantuan dana hibah oleh Laznas BSM (Bina Sejahtera Mandiri) Umat. Lebih spesifiknya, Bank Wakaf Mikro termasuk Lembaga Keuangan Mikro Syariah yang mengelola dana hibah dari Laznas BSM (Bina Sejahtera Mandiri) Umat. Dana yang dikelola sama sekali tidak boleh bersumber dari nasabah.

Sistem pencairan pinjaman dari BWM sendiri harus melalui persyaratan-persyaratan tertentu. Diantaranya, para nasabah membentuk beberapa kelompok dengan jumlah anggota yang telah ditentukan, kelompok ini disebut dengan nama KUMPI (Kelompok Usaha Masyarakat Sekitar Pesantren Indonesia). Kemudian, diberikan pelatihan wajib kelompok (PWK) selama lima hari berturut-turut, yang di dalamnya diberikan materi-materi kelembagaan oleh para pengelola BWM.

Menurut ketua BWM Almuna Berkah Mandiri, Ibu Eni Kartika Sari, BWM Almuna merupakan jawaban atas keresahan masyarakat terkait dengan permodalan. BWM bertujuan meningkatkan produktifitas masyarakat ekonomi menengah ke bawah yang memiliki usaha. Sehingga mereka diharapakan mendapat permodalan dengan margin (bagi hasil) yang rendah dan mudah.

“BWM juga tidak membatasi peminjaman kepada para santri yang mempunyai usaha dengan mengikuti syarat-syarat yang telah ditentukan”. Imbuh Ibu Eni yang kemarin mendapatkan penghargaan tokoh akses ekonomi milenial.

Dalam HALMI kali ini, Bank Wakaf Mikro mengundang nasabah-nasabah yang aktif dan sudah siap memasarkan produk mereka lewat media online. Tujuannya agara para nasabah bisa memasarkan produknya lebih banyak lagi dan meluaskan jangkauan pemasaran produk.

Menurut salah satu pemateri pelatihan ini, Yudi Wahyudi, tim digital UMKM DIY, salah satu divisi di Jogja Medianet, partner digitalisasi UMKM untuk Dinas Kominfo dan Kementrian Kominfo DIY, BWM memiliki nasabah yang juga sebagai produsen.

Saat ini pemerintah tengah menggalakkan digitalisasi UMKM, karena dewasa ini budaya masyarakat telah beralih ke ranah online, mau tidak mau, suka tidak suka perlahan masyarakat akan mengikuti tren ini. Mengingat Jogja sebagai kota wisata yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal maupun mancanegara, pemasaran produk via online merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan.

Dalam pelatihan ini, para nasabah dikenalkan dengan platform  almunakrapyak.com sebagai sarana pemasaran via online serta bagaimana cara kerja dan tugas nasabah dalam pengaplikasiannya.

Harapannya semoga dengan terlaksananya acara pelatihan marketing via online, omzet dan produktifitas nasabah bisa meningkat, memperluas jejaring informasi lembaga maupun produk nasabah kepada khalayak luas.

“Pelatihan-pelatihan dalam HALMI ini sangat menolong, dari yang belum bisa menjadi bisa dan menambah wawasan agar usaha lebih maju. Semoga BWM lebih jaya, dapat diterima semua kalangan masyarakat, serta lebih berkah dunia akhirat.” Tutur salah satu nasabah BWM Almuna Berkah Mandiri, Ibu Tyas Puji Astuti- (Pedagang Minyak).

 

Reporter : Alma Naina Balqis

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *