Muharroman Asyik, dari Adu Kecerdasan sampai Kolektifitas Strategi Tim

durasi baca: 1 menitDoc @muharromankrapyak Muharroman dan Komplek Meeting masih menjadi momen asyik di bumi Krapyak hingga saat ini. Setelah pada Jum’at (13/9) lalu grand opening, kemudian pada malam itu juga dilanjutkan lomba MHQ sebagai lomba pertama yang dilangsungkan dalam kategori lomba kepesantrenan. Beberapa jenis lomba kepesantrenan pada acara muharroman tahun ini yaitu: Musabaqah Hifdzil Qur’an, Kaligrafi, Musabaqah Syarhil Qur’an, Cerdas Cermat Pesantren, dan Musabaqah Qiro’atul Kutub. Adapun beberapa lomba kepesantrenan yang juga telah berlangsung, Ahad (16/9) lomba kaligrafi, Kamis (20/9) lomba MSQ, Jum’at (21/9) lomba Cerdas Cermat Pesantren babak penyisihan. Untuk lomba kategori kepesantrenan yang masih akan berlangsung yaitu lomba MQK pada Baca Selanjutnya . . .

Peringati Tahun Baru Islam, Pesantren Al Munawwir Gelar Event Akbar Bertajuk Lomba Muharroman

durasi baca: 2 menitDoc @muharromankrapyak Krapyak – Tahun Baru Islam 1440 H di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak selalu diperingati dengan meriah. Sebagai salah satu upaya realisasi spirit di tahun baru, Pesantren Al Munawwir secara rutin menyelenggarakan  “Lomba Muharroman dan Komplek Meeting”. Perhelatan yang bertajuk  “Santri, Nasionalisme dan Masa Depan Bangsa” secara resmi dibuka oleh KH Muhammad Munawwar selaku dewan pengasuh Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, tepat pada Kamis, 13 September 2018. Adapun lomba-lomba yang digelar dalam perhelatan akbar Muharroman ini antara lain; Musabaqah Hifzil Quran, Musabaqah Syarhil Quran, Musabaqah Qiroatul Kutub, Dramatikal Fikih, Kreasi Syiiran, Cerdas Cermat Pesantren, Kaligrafi, Kreasi Busana Baca Selanjutnya . . .

Bahasa Bu Nyai Sukis

durasi baca: 2 menitDoc : almunawwir.com Ibu Kiai Zainal namanya Bu Nyai Sukis (istri Mbah Kiai Munawwir). Bu Sukis satu rumah dengan Mbah KH. Ali Maksum (menantu) dan anak-anak beliau, yakni Gus Bik (KH. Atabik Ali), Mbak Ifah, Mbak Genuk, Gus Jis (KH. Jirjis Ali). Gus Kelik (almarhum) dan Mbak Ida belum lahir waktu itu. Bu Nyai Sukis ‘kan juga sudah sepuh, selain itu dahulu di zaman Mbah Munawwir masih sugeng santri juga masih terbilang sedikit. Bahasa yang dipakai sehari-hari masih bahasa Jawa, sebab santri-santri kebanyakan dari Jawa Tengah dan sedikit dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Sangat jauh berbeda ketika zaman Mbah Baca Selanjutnya . . .

Diskusi Pesantren dan Post-Truth, Dr. Moch Nur Ichwan : Memahami Identitas Pesantren dan Kampanye Islam Moderat adalah Modal Utama Santri

durasi baca: 2 menitDoc @komplek_H Krapyak –  Arus informasi, dalam perkembangan teranyar, kini menikam titik nadir manusia. Fakta dan opini berjibaku dan berseliweran di dinding media sosial yang menjadi saluran utama persebaran informasi. Arusnya tak terbendung. Sebab produksi informasi, kini kian diminati oleh banyak kalangan dari banyak kepentingan.   Informasi lantas menjejaki hal dasar manusia yaitu keingin-tahuan. Segala soal disajikan. Akhirnya, informasi tidak jauh nasibnya dengan parade komentar-komentar yang saling bersahut-sahutan. Baik itu berupa pujian, gagasan-gagasan cemerlang, kritik dan saran ataupun fitnah dan ujaran kebencian. Ha ini berimbas pada apa yang belum lama ini dirasakan oleh pihak Pesantren Al Munawwir yaitu hoaks. Dalam Baca Selanjutnya . . .

Harlah, Momentum Sejarah Hingga Memoar Mbah Zaenal

durasi baca: 3 menitDoc: @ittaqifawzia Agaknya perlu kita refleksikan bersama. Genggaman uswah tidaklah hadir begitu saja, di balik itu ada sejarah bernilai kebaikan dan berkah dari Sang Muasis, Sang Tauladan. Laku ikhlas dan pulir-pulir doa panjang merekalah penyebab keteladanan masih eksis hingga jaman millenial ini. Tepat 4 Agustus 2018 lalu merupakan momentum pengerat genggaman uswah itu. Hari lahirnya Ibu kita bersama Ibu Nyai Hj. ida Fatimah Zainal S. Ag., M.S.I, sekaligus berdirinya Komplek R2 Ponpes Al-Munawwir, Krapyak Yogyakarta. Para santriwati sungguh emosional dan bahagia mensyukuri hari jadi ini. Kerajaan kecil yang selama ini menjadi tempat bernaung berbahagia beserta Bu Nyai sebagai Sang Ratu Baca Selanjutnya . . .

Upacara HUT  RI ke-73, Abah Uzi: Kemerdekaan Ini  Harus Benar-Benar  Kita  Syukuri!

durasi baca: 2 menitDoc : @qomar_almuna Krapyak (18/08/2018)- Dalam  rangka  memperingati  Hari  Kemerdekaan  Indonesia yang  ke-73, Pondok Pesantren Al-munawwir Krapyak, Yogyakarta mengerahkan seluruh santrinya untuk mengikuti upacara bendera. Bertempat di halaman masjid, upacara yang berlangung khidmat sejak 08.15 pagi, juga dihadiri oleh para pengasuh dari berbagai komplek, termasuk di antaranya Romo KH. Najib Abdul Qodir Munawwir. Hadir sebagai pembina upacara yakni KH. Fairuzzi Afiq pengasuh komplek Nurussalam. Dalam amanatnya, Abah uzi—beliau biasa dipanggil, mengapresiasi semangat  para santrinya untuk mengikuti upacara HUT RI ini. Beliau menyampaikan, bahwa kemedekaan yang kita  rasakan sekarang  ini bukanlah hadiah maupun belas kasih penjajah. 350 tahun bergerilya melawan Belanda Baca Selanjutnya . . .

Al Munawwir Helat Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia

durasi baca: 1 menitDoc @almunawwir_com KRAPYAK –Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dihelat di Pondok Pesantren Al Munawwir. Seluruh santri berbaris rapih untuk menyukseskan sekaligus menyemarakkan upacara sakral tersebut. Upacara ini merupakan sebagian wujud dari rasa syukur para santri atas kemerdekaan Republik Indonesia yang dijajah selama 350 tahun dengan perlawanan penuh. Selaku pembina upacara dalam kesempatan kali ini adalah KH Fairuzi Afiq Dalhar. Pidato amanah disampaikan dengan lugas menyinggung perjuangan kiai dan ulama dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Baca Juga : Jelang HUT RI, Pondok Krapyak Gelar Diskusi “ Membedah Kiprah Kyai dan Santri Sebagai Benteng NKRI” “Perlu diketahui, para ulama, kiai, dan pejuang telah berusaha Baca Selanjutnya . . .

Jelang HUT RI, Pondok Krapyak Gelar Diskusi “ Membedah Kiprah Kyai dan Santri Sebagai Benteng NKRI”

durasi baca: 2 menitDoc. NurAfifa KRAPYAK – Forum Komunikasi Mahasantri Pondok pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali menggelar diskusi rutin  bulanan bertema “Membedah Kiprah Kyai dan Santri sebagai Benteng NKRI”. Acara yang tebuka untuk umum ini digelar di komplek H Yayasan Ali Maksum pada  Ahad (12/08/2018). Pukul  13.45 WIB  acara  dibuka dengan  doa  bersama. Setelah itu, seluruh  hadirin berdiri menyanyikan  lagu Indonesia Raya  dengan  khidmat. Hadir sebagai narasumber yakni KH Abdul Muhaimin  dan KH Hilmy Muhammad. Pak Abdul, sapaan KH Abdul Muhaimin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kotagede sekaligus alumni Krapyak, merasa sangat berbahagia dapat terlibat dalam diskusi ini. “Bagi saya, tidak  Baca Selanjutnya . . .

Membendung Paham Radikal, Sahal : Santri Perlu Formulasi Jitu

durasi baca: 1 menitFoto @den_tamyiz Jakarta – Pembacaan terhadap konten-konten sensitif beralur sengit. Banyaknya narasi radikalisme dan terorisme yang menggelembung di media sosial melahirkan pemahaman keagamaan yang rentan terhadap kultur keindonesiaan. Sebagai bangsa yang berbudi luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban dalam wujud toleransi dan tenggang rasa terhadap sesama, perlahan mulai digerogoti oleh paham radikalisme keagaamaan. Gejala itu yang menjadi pemantik diskusi dalam agenda “Kopdar Santrinet Nusantara” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu (11/08/18). “Pengarus-utamaan moderasi Islam itu sangat perlu” ujar Akhmad Sahal. “Selain semakin menggelembungnya narasi Islam radikal, Sahal melanjutkan, hingga menggerus nilai-nilai keindonesiaan, moderasi Islam perlu ditingkatkan Baca Selanjutnya . . .

Launching Rangkaian Agenda Hari Santri 2018, Kemenag Sebut Santri “Pionir Perdamaian”.

durasi baca: 2 menitFoto @aisnusantara Jakarta – Semenjak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapakan Hari Santri melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren senantiasa memperingati hari bersejarah yang ditetapkan pada 22 Oktober itu. Tanggal ini merujuk pada klausul “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kefarduan berjihad demi melahirkan peristiwa heroic 10 Nopember 1945 yang kini mashur diperingati sebagai Hari Pahlawan. Seperti peringatan Hari Santri pada 2016 dan 2017, isu kepesantrenan dan keindonesiaan menjadi idiom prioritas, kini Kemenag mengusung tema “Bersama Santri Damailah Negeri”. Isu perdamaian diangkat berdasarkan sengkarut persoalan yang dialami bangsa ini, seperti maraknya hoaks, ujaran Baca Selanjutnya . . .

Wisuda Salafiyah V, Bu Nyai Ida Fatimah : Kita Harus Tetap Istiqomah Menjadi Santri

durasi baca: 1 menitFoto Doc. R2 Pada haflah imtihan Madrasah Salafiyah V, Ibu Nyai Ida memberikan ucapan selamat kepada ketiga belas santrinya yang diwisuda malam itu, Sabtu 04/08/18. Kepada para wisudawati, Ibu memberikan pesan dan harapan khusus, agar bersedia dengan ikhlas membantu mengabdi di pondok. Beliau juga berpesan supaya santri-santrinya tidak mudah puas diri dalam menuntut ilmu, terlebih  mengesampingkan pendidikan di pondok di atas pendidikan formal yang sedang dijalani.  “Meskipun sudah S1, S2, maupun S3 kita harus tetap istiqomah sebagai seorang santri. Ibu tentu ingin melihat kalian sukses, melihat anak-anakku rajin ngaji dan sholat berjamaah”, tutur  beliau. Di penghujung acara Ust. Abdul Jalil Baca Selanjutnya . . .

Semarak  Wisuda  Madrasah  Salafiyah  V

durasi baca: 2 menitKrapyak – Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R2 menggelar acara wisuda dan penerimaan rapor santri Madrasah  Salafiyah V Tahun Ajaran 1438-1439 H pada Sabtu, 04/08/2018. Acara tahunan ini begitu dinanti-nantikan oleh semua santri, khususnya kelas IV yang akan diwisuda. Begitu juga santri kelas I’dad- III yang menerima rapor selama setahun belajar di Madrasah Salafiyah V. Pada tahun ini, 13 santriwati kelas IV  berhasil menuntaskan pendidikan diniyahnya. Acara berlangsung khidmat di Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir ini dihadiri oleh seluruh santri komplek R2, Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal Abidin M.S.I. selaku pengasuh, dan tamu undangan dari jajaran asatidz, serta perwakilan santri putri Baca Selanjutnya . . .

Tuntutan Ralat Berita | Surat terbuka untuk JPNN.com

durasi baca: 1 menitKrapyak, 08/06/2018 – Sehubungan dengan adanya berita yang beredar di media sosial dari portal berita online Jpnn.com berjudul “JIka 2 Hari Ini Jokowi Tak Pilih Cak Imin, PBNU Angkat Kaki”, di sana tertulis bahwa “KH Najib Abdul Qadir mengultimatum Presiden Jokowi agar memiih Cak Imin sebagai Cawarpes. Kalau tida jelas, maka kami bikin poros baru”, kami menegaskan isi berita itu ngawur dan tidak benar. Sebagaimana dikatakan dengan jelas oleh beliau KH.R.M Najib Abdul Qodir bahwa beliau “Tidaklah benar, kami menjabat mustasyar atau penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melainkan kami menjabat Rois Syuriah PBNU” “Tidaklah benar, kami pernah mengeluarkan statement Baca Selanjutnya . . .

KH Bisri Mustafa di Mata KH Ali Maksum

durasi baca: 2 menitTulisan ini bersumber dari tulisan KH Ali Maksum (1915-1989) sendiri yang berjudul “Referen Santri”. Tulisan itu tersusun dengan rapi dalam sebuah buku berjudul “Ajakan Suci” yang terbit tahun 1993. Sengaja kami ketik ulang mengingat pemahaman keagamaan tekstualis yang keluar dari pakem yang kini kian menguat. Di mata saya, al Maghfurlah KH Bisri Mustafa (1915-1977) adalah ulama besar yang mempunyai kepribadian istimewa. Meskipun ada juga kiai lain yang menganggap beliau bukan ulama besar sekaliber KH Kholil Harun atau KH Chamzai misalnya, sebab beliau belum nampak khusuk, belum tertib puasa senin-kamis, tidak ikut tarekat manapun, malahan kalau ngobrol kuat semalam suntuk. Tapi Baca Selanjutnya . . .

Meneliti Pesantren Krapyak, Miss Claire Hefner Kagum Potensi Diri Santri

durasi baca: 2 menitSumber Foto: @yayasan.alimaksum Ruangan yang tak kuasa membendung deru suara itu terpaksa menyilakan godam palu dan timba jatuh dari pekerja bangunan untuk menyertai diskusi rutin bertajuk “Ngobrol Asyik dengan Miss Cantik” yang dihelat di aula komplek H Pondok Pesantren Ali Maksum, Jumat 27/07/2018. Sementara Ms. Claire terlihat sangat menikmati suasana. Anak dari Prof. Robert W. Hefner itu terlihat nyaman dengan kepala berbalut jilbab, berpakaian serapi santri, dan benar dialah Miss Cantik. Ia membaur, dengan sesekali mata cemerlangnya mengamati wajah para santri. Menyejukkan. Diskusi rutin yang digelar dan itu berjalan dengan asik. Perkenalan, bertukar ide dan pengalaman akademis, sampai cerita keseruan hidup Baca Selanjutnya . . .