Al Quran, Perempuan, dan Insan Kamil

K.H. Munawwir Abdul Fattah

Oleh : KH. M. Munawwir Abdul Fattah Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Jama’ah Jumat Rahikumullah… Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita dengan senantiasa mencermati apa yang kita lakukan. Kalau yang kita lakukan jelas karena perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW, maka segeralah kita lakukan. Akan tetapi, jikalau yang kita lakukan adalah hal maksiat, segeralah dibatalkan. Dengan demikian, In sya Allah kita akan menjadi orang yang beruntung fi ad-dunya wa al-akhirah. Jama’ah Jumat Rahikumullah… Dahulu kala ada tiga sahabat putri bertanya kepada Rasulullah SAW. Ketiga sahabat itu adalah Ummu Salamah-istri Nabi Muhammad dengan gelar Ummul Mukminin, Asma’ binti Umays dan Ummu Amaroh Al Anshoriyyah-seorang Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Wujud Cintanya Allah itu Cobaan Hidup

wujud cinta kepada Allah

Oleh: KH. Muhtarom Busyro, M.Pd. Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Marilah bersama-sama kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Ketakwaan itu merupakan satu kunci untuk dua pintu; pintu kehidupan di dunia dan juga pintu kehidupan akhirat. Barangsiapa menghendaki kesuksesan hidup di dunia, janganlah pernah memalingkan diri dari takwa. Dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan di akhirat, maka ketakwaan jugalah yang menjadi modal utamanya. Jama’ah Jum’at Rahimakumullah Perlu diketahui, bahwa tidak selamanya kehidupan di dunia berjalan seperti yang apa yang diinginkan oleh manusia. Terkadang terasa berat cobaan yang menghadang, dan tidak jarang kehidupan berjalan lancar seperti yang diharapkan. baca juga : Nasionalisme Kaum Muslimin” Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Mbah Ali, Pohon Kristen dan Anomali Logika Beragama

Pernah suatu ketika, KH Ali Maksum jalan-jalan di sekitar pesantren. Beliau sering melakukan kegiatan tersebut, berniat untuk memantau kondisi di sekitar lingkungan pesantren. Entah itu kondisi santrinya, pun masyarakat di sekitarnya. Senyum dan sapa adalah ciri khas Mbah Ali ketika berpapasam dan bertemu dengan orang lain. Pemandangan santri berbaris berderet panjang untuk bersalaman juga hal lazim bagi Mbah Ali. Sejauh beliau berjalan, nampak kondisinya sesuai dengan apa yang selalu beliau harapkan: “baik-baik saja”. Santri berkegiatan seperti biasa, ada yang mengaji Qur’an, belajar, mencuci dan tidak sedikit yang sedang ngopi berdiskusi. Ya begitulah, kultur pesantren yang dibangun oleh Mbah Ali adalah Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Memperingati Kelahiran Sang Cahaya diatas Cahaya

Oleh : KH. Fairuz Afiq Dalhar* Pada 12 Rabiul Awal ini kita merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kenapa kita harus memperingatinya? Lalu siapakah Nabi Muhammad itu? Apa kehebatan daripadanya sehingga perlu diperingati tidak hanya pada hari wafat namun juga kelahirannya. Nabi Muhammad SAW adalah manusia biasa namun beliau dalam bentuk fisik, bentuk tubuhnya itu paling sempurna. Akhlaknya paling sempurna. Tubuhnya paling bagus, dan akhlaknya paling bagus. Sehingga ia adalah makhluk paling sempurna di alam jagat raya ini. Selain itu, sosok Kanjeng Nabi jika berdiri dengan orang yang lebih tinggi beliau tidak merasa lebih tinggi. Jika berdiri dengan orang yang lebih Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Perintah Hidup Berhias Akhlaqul Karimah

Oleh: KH. Muhtarom Busyro, M.Pd Assalamu’alaikum Wr. Wb. Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah.. Marilah kita meningkatkan iman kita kepada Allah Swt dengan melaksanakan perintahNya dan menjauhi segala laranganNya. Agar kita mendapat keberuntungan di dunia dan di akhirat kelak. Agama Islam memerintahkan supaya manusia memiliki akhlak yang mulia serta adab yang sempurna, yang manfaatnya akan kembali kepada dirinya dan semua orang yang berada di sekitarnya. Budi pekerti, sopan santun dan berakhlaqul karimah ini memiliki manfaat yang luar biasa. Ada manfaat yang kembali kepada diri sendiri, seperti jujur, tidak berbohong, tidak melakukan maksiat dan lain sebagainya. Ada pula yang mencurahkan buah manfaat kepada orang Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Cinta itu Butuh Bukti, Tak Terkecuali kepada Baginda Nabi

Allah memerintahkan untuk sholat, tapi Ia tak melakukannya. Allah memerintahkan untuk zakat, tapi Ia tak melakukannya. Allah memerintahkan untuk puasa, tapi Ia tak melakukannya. Namun Allah memerintahkan untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad, dan Ia MELAKUKANNYA bahkan sebelum Ia memerintahkannya. إن الله و ملئكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bersholawat dan bersalamlah kalian kepadanya” (QS : Al Ahzab : 56). Itulah bukti cinta Allah kepada Nabi-Nya. Bila Sang Maha Pencipta saja cinta kepada Nabi-Nya, mana mungkin kita sebagai umatnya tidak? Dan Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Kejujuran Menjadi Inti dari Keyakinan dan Keimanan

Bila Anda seorang santri atau pelajar, jangan menghindari giliran piket, jangan berlaku curang, jangan berbohong. Perbuatan demikian akan menjadi penyakit dan semakin parah. Oleh : Dr. KH. Hilmy Muhammad Jama’ah Jum’at rohimakumullah.. Marilah kita haturkan ungkapan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Swt. yang telah memberi nikmat dan anugerah yang tak terhingga banyaknya. Mari juga hal itu kita upayakan melalui penguatan iman kita dengan cara melaksanakan semua perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangnNya. Kaum muslimin yang dimuliakan Allah. Berkata jujur itu penting. Karena hal itu diperintahkan oleh Allah. Sebaliknya, berbohong merupakan perilaku yang buruk dan berbahaya. Dan karena itu dilarang oleh Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Kisah Dibalik Kerudung Lokal, Terdapat Otak Internasional

… setelah menjelaskan isi kitab, Gus Faiq membuka dialog dengan pertanyaan sederhana, “Mengapa kaum santri, pesantren sangat toleransi terhadap perbedaan? “, tanya beliau kepada para santri. Almunawwir.com [Krapyak] Hujan tak begitu deras mengguyur Bantul hingga malam sekitar pukul 10.00 WIB pada Senin, 13 November 2017. Di sebuah kelas, tampak seorang berpeci dan bersarung duduk di depan sembari membacakan suatu kitab, sedang beberapa santri berjas hijau dan berkerudung putih duduk beralaskan lantai juga sembari memegang kitab dan pena. Adalah Gus Faiq Muhammad yang saat itu tengah mengampuh mata pelajaran tarikh, Kitab Khulasoh Nurul Yaqin di kelas Tsalis Madrasah Salafiyah III PP Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Cerita Tawadhu’ dan Fadhilah Ketawadhu’an itu Sendiri

Oleh : KH. Fairuzi Afiq Dalhar* Tawadhu’ adalah sifat yang sangat mulia. Namun hanya segelintir orang yang mampu memilikinya. Ketika ada orang yang sudah memiliki gelar mentereng, berilmu tinggi, maupun memiliki harta melimpah dan mendapat amanah kedudukan lebih tinggi daripada publik, sedikit dari mereka yang memiliki sifat rendah hati atau tawadhu’. Ketika orang telah merasa semuanya telah ada digenggamannya, jarang dari mereka mengamalkan filosofi padi “semakin berisi, semakin merunduk”. Padahal, tawadhu’ merupakan perintah agama. Tawadhu’ adalah sifat antara rendah diri dan sombong. Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah daripada orang lain yang memiliki derajat kemuliaan lebih tinggi daripada kita sendiri. Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Wirid Ayat Limo

Suatu ketika Beliau didampingi KH. Ahmad Djablawi bersama beberapa Kiai yang lain, termasuk almaghfurlah KH. Umar Abdul Manan (Pondok Pesantren Al Muayyad, Mangkuyudan, Solo) melakukan perjalanan ke kota Surabaya dengan mengendarai mobil. Sesampainya di Popongan Klaten, Beliau bersama rombongan berhenti sebentar untuk bersilaturrahmi ke kediaman almaghfurlah KH. Muhammad Manshur (Pondok Pesantren Al Manshur Popongan, Klaten), untuk memohon doa restu agar selama perjalanan menuju kota Surabaya hingga sekembalinya Beliau beserta rombongan diberikan keselmatan dan kelancaran oleh Allah Swt. Kemudian oleh Kiai Manshur, Beliau beserta rombongan diberi sebuah ijazah (amalan atau wirid untuk keselamatan) berupa beberapa ayat dari beberapa surat dalam Al-Qur’an Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

5 Prinsip Supaya Hidup Tanpa Musuh

Kalau ada orang tidak merasa butuh orang lain, apakah besok kalau mati mau mandi sendiri? Bungkus kain kafan sendiri? Nyolati sendiri terus ngesot sendiri ke maqbaroh? Oleh : KH. Hendri Sutopo Saat duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah, aku pernah mengaji kitab Akhlak At Takhliyah wa at-Targhib fi at-Tarbiyah wa at-Tahdib karya Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki. Di dalamnya ada Syair yang, alhamdulillah sampai sekarang masih kuhapal. Syair yang saya maksud itu berbunyi demikian “Wamaa bikatsiirin alfu khillin wa shookhibin & Wainna ‘aduwwan waakhidan lakatsiiru“. “Tidaklah terasa banyak orang punya seribu teman, tetapi yang akan terasa banyak kalau punya musuh satu” Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Kemukjizatan dan Keindahan Al Qur’an

K.H. Munawwir Abdul Fattah

Tetapi Al-Qur’an, sesudah ditinggalkan Rasulullah saw tetapi masih ada dan dijaga oleh Allah dan kaum Muslim umat Muhammad sekalian hingga hari kiamat kelak. Oleh karena itu, Al-Qur’an, insyaallah akan tetap ada, tetap berfungsi sampai hari kiamat. Oleh : KH. M. Munawwir Abdul Fattah Dengan senantiasa mencermati  apa yang akan kita lakukan. Kalau yang kita lakukan itu jelas-jelas apa yang diperintahkan Allah dan perintah Rasulullah, maka segera lakukanlah. Tapi apabila itu maksiat kepada Allah dan ada larangannya dari Rasulullah, maka batalkanlah. Dengan demikian, insyaallah kita akan menjadi orang yang beruntung fi ad-dunya wa al-akhirah. Keindahan Al Qur’an tidak lagi bisa terbantahkan. Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Karakter Utama Santri

… pesantren memiliki beberapa kekhasan. Antara lain, santri atau alumni pesantren umumnya adalah orang yang bisa mengaji dan ngalim atau memiliki etika Islam-kebangsaan yang kental. Oleh: KH. Hilmy Muhammad Hasbullah   – بسم الله الرحمن الرحيم – Pengantar Lembaga pesantren ini dibagun dari tiga pilar, yaitu: pilar guru atau kiai, pilar murid atau santri dan pilar masjid atau pondok sebagai pusat kegiatannya. Ketiganya membentuk satu kesatuan yang biasa disebut pesantren. Apabila disebut istilah pesantren, yang terbayang kemudian adalah sebuah lembaga pendidikan. Dan memang pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua khas Jawa. Lembaga ini warisan para wali penyebar Islam di Indonesia. Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Mbah Ali, Pesantren, dan Sepakbola

Jagad pesantren adalah makelar budaya. Pesantren menyajikan sajian unik, represif, dan tentunya ideologis. Sajian unik itu, selain terlihat dari masyarakat pesantren itu sendiri, juga terlihat dari kehidupan luar yang mempengaruhi. Ranah kehidupan luar dalam pesantren tidak mengganggu tidak pula merusak, tetapi menjadi warna baru yang menemani masyarakat pesantren. Seperti sepakbola, jenis olahraga yang kepalang mendunia ini, hampir digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Gemar yang dimaksud adalah gemar memainkannya juga gemar menonton pertandingannya. Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, lansia, laki-laki maupun perempuan, bahkan Kiai pesantren masuk dalam kategori tersebut. Di antara banyak kiai yang gemar sepakbola, tersebutlah Kiai Ali Maksum. Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Menumbuhkan Kesalehan Sosial

Tidak baik orang yang hanya mendirikan ibadah, tetapi tidak perhatian pada orang sekitarnya. Kanjeng Nabi Muhammad SAW. menegaskan: “tidak beriman, hingga tiga kali, terhadap orang yang membiarkan dirinya kekenyangan, sedangkan tetangganya dalam keadaan kelaparan“.   Oleh : KH. Hilmy Muhammad Jama’ah jum’ah rahimakmullah… Mari kita haturkan ungkapan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Ta’alaa, yang telah memberi nikmat dan anugrah yang tak terhingga banyaknya. Mari kita upayakan untuk menguatkan taqwa kita dengan cara melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Kaum muslimin yang dimulyakan Allah, Iman Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaihul ‘Ibad mengutip sabda kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: Baca Selanjutnya . . .

Bagikan