Pengantar Sejarah Alquran (9): Penambahan Titik dan Harakat Pada Penulisan Alquran

durasi baca: 3 menit#Pengantar_Sejarah_Alquran (9)Oleh: Ust. Abdul Jalila Muhammad, M.A Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Alquran di masa khalifah Usman masih belum atau tanpa titik dan harakat. Fakta itu menimbulkan pertanyaan, apakah para sahabat belum mengenal titik, harakat atau tanda-tanda lain dalam penulisan kata dan kalimat?. Keraguan itu terjawab dari beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa sahabat sudah mengenal al-Naqth dalam penulisan. Akan tetapi tidak ada penjelasan detail mengenai hal ini. Misalnya, diriwayatkan bahwa sahabat Ibnu Umar tidak suka penulisan “al-naqth” pada mushaf. Begitu juga diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Jangan campurkan dalam penulisan Alquran/mushaf dari selain Alquran”.Namun, para sahabat yang menolak menyertakan al-naqth bukan tanpa Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (8): Kodifikasi Alquran di Masa Khalifah Usman bin Affan

durasi baca: 2 menit#Pengantar_Sejarah_Alquran (8)Oleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A Jika banyaknya sahabat penghafal Alquran yang gugur (syahid) dalam perang Yamamah menjadi latar belakang kodifikasi Alquran di masa Abu Bakar, maka perbedaan bacaan antar tabi’in adalah faktor di balik pengumpulan Alquran di masa Usman. Yang menjadi pertanyaan adalah perbedaan bacaan yang seperti apa? Bukankah perbedaan bacaan sudah ada sejak masa Nabi? Dalam kesempatan ini, penulis akan memaparkan pembahasan yang berangkat dari dua pertanyaan tersebut. Wilayah negara Islam yang kian meluas, membuat banyak orang-orang non Arab masuk agama Islam dan berniat untuk mendalami ajaran Islam, termasuk Alquran, dari sahabat-sahabat yang berada di wilayah tersebut. Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (7): Mushaf-Mushaf Sahabat Sebelum Kodifikasi Usman bin Affan

durasi baca: 3 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammmad, M.A Pada pertemuan sebelumnya, sudah disampaikan bahwa belum pernah ada pengumpulan Alquran dalam bentuk, dan sempurna di sebuah mushaf. Ini adalah riwayat yang mashur, karena di riwayat lain ada yang menyebutkan sahabat Ali bin Abi Thalib yang pertama melakukan pengumpulan Alquran pasca wafatnya kanjeng Nabi. Pada masa Khalifah Umar dan Utsman, para sahabat mulai menetap di beberapa wilayah di luar Madinah. Terdapat beberapa riwayat bahwa ada sahabat-sahabat yang memiliki mushaf pribadi, bahkan istri Nabi seperti Hafsah dan Aisyah juga memiliki mushaf. Dalam literatur-literatur klasik kita sering menjumpai ungkapan: (wa fi mushaf … / dan di Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (6) : Kodifikasi Alquran di Masa Khalifah Abu Bakar al-Shiddiq

Sumber Foto: cavilita.com

durasi baca: 3 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammmad, M.A Kanjeng Nabi Muhammad wafat pada bulan Rabi’ al-Awwal tahun ke-11 H. Ketika Abu Bakar al-Shiddiq dipilih sebagai Khalifah Rasulillah seketika itu beliau langsung diuji dengan berbagai problem negara seperti penolakan beberapa kabilah untuk membayar zakat dan perang melawan kaum murtad (hurub al-riddah). Banyaknya Sahabat yang gugur syahid dalam perang, khususnya pada perang Yamamah (mulai pada akhir tahun 11.H dan selesai pada 12.H) di mana dalam perang tersebut sekitar 600 Sahabat mati syahid. Peristiwa ini lantas mengkhawatirkan sahabat Umar, disebabkan surat-surat Alquran pada waktu itu masih belum terkumpul dalam satu jilid/buku. Padahal di dalam salah Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (5): Alquran Pada Masa Nabi (Periode Madinah)

durasi baca: 4 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammmad, M.A Yatsrib merupakan sebuah oasis berjarak 440 km dari utara kota Mekah. Ia mayoritas dihuni oleh orang Arab dan Yahudi. Setelah peristiwa hijrah Nabi yang membuat Nabi menetap di sana, Yatsrib disebut dengan julukan kota Nabi (madinah al-Nabi) atau al-Madinah al-Munawwarah (kota yang bercahaya). Ketika Kanjeng Nabi sampai di Madinah (12 Rabi’ul Awwal 622 M), aktivitas pertama kali yang beliau lakukan adalah membangun masjid. Tanah yang dipakai Nabi untuk membangun masjid, pada mulanya milik dua anak yatim dari Bani Najjar yang bernama Sahl dan Suhail. Kemudian Nabi membelinya untuk membangun masjid dan rumah-rumahnya. Pada masa Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (4): Sejarah Alquran Pada Masa Nabi (Periode Mekah)

durasi baca: 3 menitOleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A Mekah adalah salah satu kota termasyhur dalam sejarah Islam. Karena di kota inilah Rasullah yang terakhir diutus kepada umat manusia, yakni Nabi Muhammad saw. Beliau dilahirkan pada tahun 570 M. Berdasarkan nama tempat ini (Mekah), tersebutlah sebuah istilah bagi periodesasi dakwah Nabi yang pertama, yakni periode Mekkah (al-fatrah al-makkiyyah). Periode ini merujuk kepada aktifitas Nabi Muhammad selama masih berada di Mekah (pra-hijrah) hingga beliau hijrah ke Madinah pada tahun 622 M. Dakwah di periode ini masih menitikberatkan kepada masalah akidah dan keimanan. Hal ini didasarkan pada fakta bahwa ayat-ayat Alquran yang diturunkan pada Baca Selanjutnya . . .

Tata Cara Bersuci dalam Kitab Safinatun Najah (2)

durasi baca: 3 menitOleh: Khoniq Nur Arifah Tayamum Tayamum suatu tindakan inti bersuci tidak menggunakan air melainkan menggunakan debu sehingga tayamum bisa disebut sebagai pengganti wudu, apabila sesorang tidak bisa melakukan wudu ataupun mandi wajib. Adapun tayamum dapat dilakukan karena beberapa sebab. Sebab-sebab tayamum itu ada 3. Pertama, tidak air (فقد الماء). artinya seseorang bisa melakukan tayamum jika sudah tidak ada air untuk bersuci. Kedua, sakit(مرض) . artinya boleh melakukan tayamum jika dalam keadaan sakit. Maksudnya apabila seseorang yang sakit tersebut menyentuh air atau terkena air justru semakin memperparah pernyakitnya. Maka dalam keadaan tersebut seseorang diperbolehkan untuk bertayamum. Dan yang ketiga adalah ada Baca Selanjutnya . . .

Tata Cara Bersuci dalam Kitab Safinatun Najah (1)

durasi baca: 2 menitOleh: Khoniq Nur Arifah Perkara yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah bersuci. Tindakan bersuci akan menentukan ibadah yang akan dilakukan selanjutnya seperti halnya salat. Jika dalam bersuci saja sudah rusak, maka salatnya pun akan rusak. Sehubungan dengan pentingnya memahami bersuci, di sini penulis akan mencoba menjelaskan hal-ihwal bersuci. Besuci tentu banyak macamnya, seperti mandi, wudu, dan juga tayamum. Tetapi dalam tulisan ini, penulis membahas bersuci yang diperlukan untuk menghilangkan hadas (kotoran yang menyebabkan kita untuk segera bersuci) kecil saja, yaitu wudu dan tayamum. Wudu adalah salah satu cara menyucikan sebagian anggota tubuh dengan menggunakan air. Baiknya sebelum Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (3): Konsep Wahyu

durasi baca: 2 menitOleh:Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A Bagaimana bisa seorang yang ingin mengkaji Alquran tetapi tidak mengenal konsep wahyu, padahal Alquran itu wahyu Allah? Lalu apa itu wahyu? Apakah hanya Nabi yang menerima wahyu? Dalam kesempatan ini, penulis akan menjabarkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut di bawah ini. Secara bahasa, wahyu berarti pemberitahuan atau pemberi informasi secara rahasia (I’laam fi khafa’). Di dalam Alquran disebutkan bahwa terdapat beberapa makhluk Allah yang telah menerima wahyu, walaupun para mufasir mencoba mengartikannya secara berbeda-beda. Mengenai siapa saja yang menerima wahyu, ayat-ayat berikut telah mewakili jawaban atas pertanyaan ketiga di atas. “Wa-auha Rabbuka ila al-nahl” (dan Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Berjalan di Jalan yang Lurus

mengenali dosa dan dampaknya

durasi baca: 2 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir: Surat al-An’am (6) Ayat 126-127: [su_heading size=”20″]وَهَٰذَا صِرَاطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا، قَدْ فَصَّلْنَا الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ. لَهُمْ دَارُ السَّلَامِ عِنْدَ رَبِّهِمْ، وَهُوَ وَلِيُّهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ[/su_heading] (Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. [126] Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya, dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan. [127]) Yang dimaksud dengan “jalan yang lurus” dalam ayat ini adalah agama Islam, sebagaimana dinyatakan dalam ayat sebelumnya. Islam disebut “jalan”, karena Islam menuntun kepada tujuan yang benar, yaitu tauhid. Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain: Bersungguh-Sungguh dalam Berbaik Sangka

Sumber Foto: dw.com

durasi baca: 2 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir: Surat al-Ma’idah (5) ayat 2: [su_heading size=”20″]وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ المسْجِدِ الحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوْا[/su_heading] “Dan janganlah kebencian(mu) terhadap suatu kaum disebabkan karena mereka menghalangimu dari al-Masjid al-Haram, menjadikanmu berbuat melampaui batas” Ayat ini menjelaskan bahwa kebencian kita terhadap seseorang yang jelas-jelas telah berbuat salah kepada kita, tidak lantas membolehkan kita berlaku sewenang-wenang dalam membalas perbuatannya. Antara pelajaran penting yang dapat diambil dari ayat ini adalah: (1) Islam adalah agama keadilan. Keadilan diberlakukan bukan hanya kepada sesama teman dan saudara seiman, tetapi bahkan kepada musuh. Hal ini antara lain diwujudkan Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Hukuman bagi Begal dan Perampok

durasi baca: 3 menitOleh : Dr. K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-Ma`idah (5): Ayat 33-34 [su_heading size=”20″] إن الله ليزع بالسلطان ما لا يزع بالقرآنإِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (33) إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا مِنْ قَبْلِ أَنْ تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ فَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (34)[/su_heading] “Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Sikap Hati-Hati Mbah Ali

Sumber Foto: basman.mas.ru

durasi baca: 2 menitOleh: Dr. KH. Hilmy Muhammad, M.A #NgajiTafsir Surat an-Nisa` (4) ayat 29: [su_heading size=”20″]…يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا لاَ تَأْكُلُوْا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالبَاطِلِ[/su_heading] “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil…” Antara sikap kehati-hatian Allahuyarham Simbah KH. Ali Maksum, beliau menolak pemberian hadiah uang dari Panglima ABRI; Jenderal LB. Moerdani. baca juga : Ngaji Jalalain : Upaya Mengenali Dosa beserta Dampak-Dampaknya” Kisahnya, tidak lama sesudah Peristiwa Tanjung Priok tahun 1984 yang menewaskan puluhan orang, Jenderal Moerdani keliling Indonesia menemui tokoh ulama guna meredam kemarahan kaum muslimin. Di banyak tempat, momen Moerdani salaman sambil berpelukan dan Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (2): Kondisi Masyarakat Arab Sebelum Turunnya Alquran

Sumber Foto: globalvillagespace.com

durasi baca: 4 menitOleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A Di dalam studi Islam, pembahasan mengenai masyarakat Arab pra-Islam serta kawasannya merupakan hal yang sangat penting. Karena ia menjadi tempat awal munculnya Islam. Mengenai hal tersebut terdapat beragam buku yang membahas sejarah Arab pra-Islam, salah satu buku yang cukup komprehensif dalam topik ini adalah : al-Mufashshal fi Tarikh al-‘Arab Qabl al-Islam karya Jawad ‘Aly seorang sejarawan asal Irak. Selain karya tersebut, ada Ahmad Amin, seorang pemikir Mesir yang juga menulis tentang aspek ilmu dan pemikiran Arab pra-Islam yang ia beri judul Fajr al-Islam. Sebagai informasi, buku tersebut sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (1) : Kajian Historis Teks Alquran dari Berbagai Aspek

durasi baca: 2 menitOleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A “Sejarah Alquran atau Tarikh al-Qur’an” ini bertujuan mengenalkan dan memberikan penjelasan tentang sejarah Alquran atau peristiwa-peristiwa historis terkait dengan teks Alquran dari berbagai aspek. Terdapat sekitar dua belas materi yang akan saya sampaikan secara berkala,: 1) Masyarakat Arab sebelum turunnya Alquran. 2) Konsep pewahyuan Alquran. 3) Sejarah Alquran pada masa Nabi (periode Mekkah). 4) Sejarah Alquran pada masa Nabi (periode Madinah). 5) Kodifikasi Alquran pada masa Abu Bakr al-Shiddiq. 6) Mushaf-mushaf Sahabat pra-kodifikasi Utsman. 7) Kodifikasi Alquran pada masa Utsman bin ‘Affan. 8) Perkembangan penulisan mushaf. 9) Sejarah percetakan mushaf. 10) Sejarah Perekaman Baca Selanjutnya . . .