Bolehkah Sholat Gerhana Berdasarkan Hisab?

boleh sholat gerhana

durasi baca: 2 menitOleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid Mengingat bulan Januari adalah musim hujan sehingga langit cenderung mendung, lalu bagaimana hukumnya shalat gerhana ketika gerhananya sendiri tidak terlihat, yakni mendung? Pendapat pertama : Ibnu Hajar di dalam kitab Al-Tuhfah mengatakan bahwa: Jika bulan atau matahari terhalang oleh mendung sebelum gerhana terlihat tetapi menurut ahli hisab terjadi gerhana maka tidak ada konskuensinya, artinya tidak sunnah sholat gerhana, karena hukum asalnya tidak terjadinya gerhana. baca juga : Haruskah Perempuan Berkarier?” Namun jika bulan atau matahari terlihat gerhana kemudian mendung lalu bimbang gerhana sudah selesai atau belum, walaupun menurut ahli hisab gerhana sudah selesai maka Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Fenomena Gerhana Bulan 31 Januari 2018

durasi baca: 6 menitOleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid Bulan Januari 2018 M ini cukup istimewa karena di bulan ini terjadi Bulan Purnama (arab:Badr) dua kali. Yang pertama terjadi pada tanggal 2 Januari 2018 pukul 09:26:11 WIB. Sedangkan bulan purnama yang kedua terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 pukul 20:29:46 WIB. Pada purnama yang kedua di tahun 2018 ini terjadi Gerhana Bulan Total (GBT). Menurut perhitungan hisab, Insya Allah Gerhana Bulan Total akan terjadi pada hari Rabu malam Kamis, 15 Jumadal Ula 1439 H./31 Januari 2018 M. Mulai pukul 17:51:06 WIB sampai pukul 23:08:27 WIB. Gerhana meliputi Asia, Australia, Pasifik, Amerika Tengah dan Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Ngaji Tafsir : Kisah Putra Nabi Adam Alayhissalam

durasi baca: 4 menitOleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-Ma`idah (5) ayat: 27-31: (27)Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (28)Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam (29) Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Ngaji Jalalain : Meragukan Risalah Kenabian dan Risalah Kenabian yang Tak Perlu Diragukan

durasi baca: 3 menitOleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-An’am (6) Ayat 124: “Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya” Sebab turunnya ayat ini, seorang tokoh kaum Quraish bernama al-Walid ibn al-Mughirah berkata kepada Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alayh wasallam: “Kalau kenabian itu benar adanya, tentu saya lebih berhak dan lebih layak karena umur Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Ngaji Jalalain : Upaya Mengenali Dosa beserta Dampak-Dampaknya

mengenali dosa dan dampaknya

durasi baca: 3 menitFoto: @matasantri Oleh: Dr. KH. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-An’am (6): 120: “Dan tinggalkanlah dosa yang tampak dan yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan dosa, kelak akan diberi pembalasan (pada hari kiamat) disebabkan apa yang telah mereka kerjakan” Sebab turunnya ayat ini adalah kebiasaan orang Arab yang suka melakukan perzinahan. Bagi kalangan terhormat dan tokoh masyarakat, perzinahan dilakukan dengan cara selingkuh dan sembunyi-sembunyi. Lain bagi masyarakat umum, mereka melakukannya secara terang-terangan. Ayat ini kemudian diturunkan untuk mengecam perilaku mereka, sekaligus menegaskan bahwa perbuatan yang mereka lakukan itu, baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan, adalah dosa yang pasti akan mendapat balasan. Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Ngaji Kitab Ash- Shiyam: Perkara yang Menjadikan Puasa Dihukumi Makruh

durasi baca: 2 menitBulan ramadhan telah memasuki hari ke dua puluh. Artinya, sepuluh hari lagi kita menahan lapar dan dahaga, atau “puasa” sebelum menjemput “hari kemenangan”. Berpuasa termaktub dalam Syari’at Islam atau kajian Fiqih, terdapat perkara-perkara yang menjadikan puasa itu sempurna dan ada beberapa perkara yang membuat puasa itu menjadi kurang sempurna. Dalam konten ini, mengenai beberapa perkara yang menjadikan puasa bisa dikatakan sempurna, ketika orang yang berpuasa menjalankan apa yang menjadi wajib dan sunahnya puasa. Akan tetapi ada beberapa perkara yang menjadikan puasa kita kurang sempurna, yaitu ketika kita mengerjakan perkara yang dapat memakruhkan puasa. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Pedoman Berakhlaq Kepada Al Qur’an, Ulasan Ngaji Kitab At Tibyan Fi Adabi Hamalati Al Qur’an

durasi baca: 4 menitAl-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw,  yang dijadikan Allah SWT sebagai tantangan bagi jin dan manusia yang meragukan kebenarannya. Serta bantahan bagi semua golongan yang menyimpang. Al-Qur’an ibarat musim semi yang menyebarkan kebahagiaan dan menyuburkan hati orang-orang yang memiliki keyakinan dan pengetahuan. Al-Qur’an tidak akan usang karena sering diulang dan tidak akan pudar karena zaman berputar. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran”[i] Pada Ramadhan kali ini, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta mengadakan Program Khusus Ramadhan (PKR). Dalam program ini terdapat pengajian kitab-kitab klasik, salah satunya adalah pengajian kitab At-Tibyan fi Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Perbedaan Waktu Imsak, Waktu Subuh Sebenarnya dan Waktu Ikhtiyat

durasi baca: 4 menitWaktu Imsak merupakan penanda bahwa ‘Imsak’ atau menahan yang sesungguhnya akan segera dimulai, jadi kita bersiap-siap. Bila kita berhenti makan dan minum saat pas waktu subuh, khawatir sudah masuk subuh. Hal tersebut membuat puasa kita tidak sah/batal. Oleh : Muhammad Zaki Fahmi* Ada seorang Ustadz yang mencoba untuk membenarkan tentang pemahaman yang salah kaprah, menurutnya. Pemahaman tersebut tentang “istilah Imsak”. Imsak merupakan waktu yang diambil dari waktu Subuh, yaitu 10 menit sebelum Subuh. Misal waktu Subuh itu pukul 04.20 WIB, maka waktu Imsak itu 04.10 WIB. Maka saya akan mencoba untuk menanggapinya dengan ilmu Falak setingkat Madrasah Tsanawiyah (SMP). Imsak (dalam Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Puasa, Qodho dan Fidyah

durasi baca: 2 menitOleh : Muhammad Fuad Hasyim  …. Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu untuk berpuasa…. Kalimat di atas merupakan sebagian dari arti ayat Al-Quran (Q.S. Al Baqoroh;183) yang menjadi landasan menjalankan ibadah Puasa bagi sekalian mukminin. Namun dalam realitas sosialnya, ternyata ada beberapa orang yang tidak bisa/kurang mampu menjalankan ibadah Puasa. Dengan berbagai faktor, seperti sakit, bepergian, melahirkan, haidh, nifas, dlsb.  Sehingga  atas kewajiban yang tidak terlaksana itu diyakini sebagai hutang. Oleh karena itu, hutang harus dibayar, diberikanlah tuntunan yakni Qodho dan Fidyah. Qodho dalam arti yang sederhana ialah mengganti. Mengganti ibadah yang seharusnya dilakukan di waktu lainnya.  Mengqodho meliputi  Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Meng(k)aji Wadzāif al-Muta’allim

durasi baca: 13 menitMeng(k)aji Wadzāif al-Muta’allim Menyoal Fondasi Etis dan (Re)orientasi terhadap Ilmu Oleh: Imam Ghozali dan Ahmad Musthofa Haroen Sekadar Mukadimah Makalah sederhana ini ingin dimulai dari kemauan dan kesadaran untuk ambil bagian dalam menghidupkan, merayakan, dan mengembangkan tradisi. Apa dan mengapa tradisi? Dalam batas pengertian umum bahwa tradisi merupakan khazanah yang diwarisi dan diwariskan, di situ terkandung makna ihwal kedekatan dan relevansi bagi para pewarisnya. Dekat, karena dengan tradisi seseorang atau kelompok menjadi mungkin untuk melakukan pengenalan “ke-dalam” yang dengannya upaya membangun gagasan dan sikap menemukan keutuhan sekaligus kesinambungan antara masa lalu (madli), masa kini (hal) dan masa depan (mustaqbal). Relevan, Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Haruskah Perempuan Berkarier?

durasi baca: 2 menitKRAPYAK – Membalut kajian pagi dengan tema Perempuan Karier dalam Pandangan Islam, Divisi Keputrian Pondok Pesantren Al Munawwir Ahad, 26/02/2017 mengadakan kajian Fiqih Nisa’ dengan pembicara M. Dluha Luthfillah, S.Th.I. yang dihadiri oleh santriwati dari berbagai komplek di Pondok Pesantren al-Munawwir. Bertempat di Aula AB, kajian ini selain bertujuan untuk menambah wawasan santriwati mengenai Perempuan Karier dan Islam, juga sebagai sarana meningkatkan tali silaturahim antar santriwati. Pada awal kajian, Pak Dluha menyampaikan definisi singkat mengenai perempuan karier yang berartikan perempuan yang berkecimpung di kegiatan profesi. Beliau juga memberikan contoh beberapa perempuan di masa pra-Islam dan Islam awal yang bisa disebut sebagai Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Enam Tahun Bersama Minhajut Tholibin

durasi baca: 2 menitInilah momen yang dinanti-nanti oleh semua santri Ma’had ‘Aly setelah sekian lama hampir 6 (enam) tahun mengkaji kitab minhajut tholibin. Mungkin oleh sebagian orang menganggap waktu 6 tahun itu adalah waktu yang lama, tidak efektif, menjenuhkan dan lain sebagainya. Tapi bagi santri yang mengalami tersebut, sama sekali tidak ada keluhan seperti itu, dengan penuh semangat, ulet, serius, tertawa, guyon, gojlokan, kadang juga ada perseturuan, dan suasana lainnya dalam mengkaji ini, sehingga sampai pada mengkhatamakaan kitab tersebut. Banyak orang menyebut kitab minhajut tholibin adalah kitab jimat, belum dianggap ampuh kalau belum pernah mengkaji kitab tersebut. Karena kitab minhaj adalah karanganya Imam Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Tampilan Aplikasi Al-Quran Pada Gadget, Mushafkah?

durasi baca: 1 menitPertanyaan: 1) Apakah tampilan aplikasi al-Qur’an termasuk mushaf? 2) Apa hukum membawa HP (handphone) yang ada apliksasi al-Quran bagi orang yang berhadats? Jawaban: 1) Tampilan tulisan Aplikasi al-Qur’an tidak termasuk mushaf tapi dihukumi sebagaimana mushaf al-Qur’an. تحفة المحتاج في شرح المنهاج – (ج 2 / ص 131) ( وَ ) حَمْلُ وَمَسُّ ( مَا كُتِبَ لِدَرْسِ قُرْآنٍ ) وَلَوْ بَعْضَ آيَةٍ ( كَلَوْحٍ فِي الْأَصَحِّ ) ؛ لِأَنَّهُ كَالْمُصْحَفِ وَظَاهِرُ قَوْلِهِمْ بَعْضَ آيَةٍ أَنَّ نَحْوَ الْحَرْفِ كَافٍ وَفِيهِ بُعْدٌ بَلْ يَنْبَغِي فِي ذَلِكَ الْبَعْضِ كَوْنُهُ جُمْلَةً مُفِيدَةً وَقَوْلُهُمْ كُتِبَ لِدَرْسٍ أَنَّ الْعِبْرَةَ فِي قَصْدِ الدِّرَاسَةِ وَالتَّبَرُّكِ بِحَالِ الْكِتَابَةِ دُونَ مَا Baca Selanjutnya . . .

Bagikan

Belajar Agama Secara Otodidak, Bolehkah?

durasi baca: 1 menitDeskripsi masalah: Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, di antaranya adalah digitalisasi media cetak maupun elektronik. Perkembangan teknologi ini mempermudah segala bidang kehidupan, tak terkecuali bidang agama. Proses pembelajaran agama sekarang dipermudah dengan adanya software dan hardware. Contohnya seperti kitab – kitab elektronik baik kitab lampau (klasik) ataupun kontemporer. Ditemukan pula berbagai perangkat elektronik seperti perangkat untuk belajar membaca Al-Qur’an, bahasa arab dsb. Dengan kemudahan – kemudahan ini masyarakat awam pun menjadi bersemangat dalam menggali dan mempelajari agamanya. Namun seiring berjalannya waktu ada sebagian masyarakat yang menjauhi majelis – majelis ilmu dan mengatakan bahwa belajar agama tak perlu lagi berguru Baca Selanjutnya . . .

Bagikan