Ajakan Menyerukan Amar Ma’ruf Dan Nahi Munkar

3 years ago
durasi baca: 2 menit

Oleh : KH. Fairuzzi Afiq Dalhar

Pada hari Jumat siang, 6 Jumadil Awwal 1438/3 Februari 2017, seperti biasa seluruh umat muslim laki-laki seantero negeri melaksanakan shalat Jumat. Tak terkecuali di Masjid Al-Munawwir, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak,Yogyakarta.

Jama’ah shalat Jumat terdiri dari santri-santri, para ahlen, maupun warga masyarakat sekitar Krapyak. Pada kesempatan kali ini khotib shalat Jumat adalah beliau KH. Fairuzzi Afiq, pengasuh PP. Al-Munawwir komplek Nurussalam.

Pada khotbahnya, KH. Fairuzzi Afiq atau biasa dipanggil Abah Uzi, menyampaikan bahwa dewasa ini perkembangan kehidupan manusia yang semakin tidak menentu dan tidak beraturan. Hal ini ditandai dengan menurunnya tingkat kehidupan sosial, saling tegur sapa, bahkan rasa saling membantu yang semakin luntur. Manusia kemudian menjelma menjadi sosok-sosok individualis dan acuh tak acuh terhadap sesama.

Akibatnya, aturan agama pun semakin dihiraukan dan pelan-pelan ditinggalkan, sehingga mampu menambah tingkat kemaksiatan. Maka dari itu, kehidupan orang-orang seperti ini masih sangat perlu bimbingan dan pencerahan dari para alim Ulama. Masih perlu adanya ajakan amar ma’ruf nahi munkar. Karena mengajak kepada kebaikan dan meninggalkan kemunkaran adalah salah satu tugas manusia sebagai khalifah di bumi ini. Allah SWT pun berfirman dalam Q.S. Ali Imron [104] :

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung.”

Beliau menambakan bahwa dalam ma’ruf, tidak harus apa yang disampaikan harus diiikuti. Tetapi kita berkewajiban untuk memerintahkan kebaikan dan mencegah kemunkaran. Itu pun sesuai dengan kemampuan. Dalam menyampaikan kebaikan pun hendaknya dengan kelembutan dan ketepatan langkah sehingga dapat mengenah dan menyentuh hati sehingga dapat berhenti dari kemaksiatan.

Adapun dalam berdakwah kepada masyarakat, hendaknya juga berpedoman kepada hadits Nabi: “Abu Hurairah r.a berkata, Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa yang mengajak kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti orang-orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dari mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka baginya dosa sebagaimana dosanya orang yang mengikutinya tanpa dikurangi dari mereka sedikitpun“. (Hr. Muslim, Malik, Abu Dawud dan Tirmidzi).

Begitulah khotbah yang disampaikan oleh beliau KH. Fairuzzi Afiq dalam shalat Jum’at tanggal 3 Februari 2017, semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran sehingga dapat berimbas dan bermanfaat bagi kehidupan kita dan sekeliling kita.

            *Artikel ini merupakan saduran dari khutbah yang disampaikan KH Fairuzzi Afiq pada Jum’at 6 Jumadil Awwal 1438 (3/02/2017) di Masjid Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Ditulis kembali oleh tim redaksi almunawwir.com (Ilma/Nurussalam)

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *