Gus Mus: Kembali ke Alquran dan Hadis itu kembali ke Pesantren

durasi baca: 2 menitDoc @Almunawwir.com Krapyak – Saat ini pendakwah-pendakwah anyaran di Televisi banyak yang tiba-tiba menurunkan fatwa. Semua digebyah-uyah hingga melahirkan cara pandang yang hitam putih. Seperti, sedekah laut dibilang syirik, selametan dan tahlil dibid’ah-bid’ahkan, ada ziarah kubur kaget—padahal tidak pernah ziarah, ada Islam Nusantara kaget, semua serba kaget. Padahal kita tahu, para kiai Krapyak yang luar biasa seperti KH Munawwir, KH Ali Maksum, KH Dalhar dan KH Warson adakah dari mereka yang pernah berfatwa? Walisongo saja tidak pernah berfatwa. Saat ini, ustaz-ustaz baru sudah mudah memberi fatwa. Demikian ditegaskan Gus Mus (KH A Mustafa Bisri) dalam Haflah Khotmil Quran dan Haul Baca Selanjutnya . . .

Bedah Khotbah,Khotbah Kiai Dalhar Selalu Mendoakan Keamanan Indonesia

durasi baca: 2 menitDoc @Nusa Media Krapyak – “Dalam khotbahnya, Kiai Dalhar selalu mendoakan keamanan Indonesia”, ujar Dr H Tantowi dalam acara “Bedah Khotbah KH Dalhar Munawwir”. Perkara ini sungguh penting, mengingat maraknya ujaran kebencian dan usaha mempolitisir agama oleh pendakwah dalam khotbahnya. Khotbah lantas menjadi medium dalam itikad memobilisasi kepentingan politik tertentu. “Sebenarnya, meminta kebaikan bagi bangsa dan negara di dalam khutbah itu merupakan pakem atau struktur khotbah yang ada sejak era Sahabat Rasulullah saw. Jadi kalau ada khotbah yang didoakan hanya umat Islam tanpa mendoakan bangsa dan negara yang dihuni, itu apologis.” lanjut alumni Nurussalam yang juga menjadi dosen di UIN Baca Selanjutnya . . .

Gus Asid: Muharroman Menjadi Modal Mental Santri untuk Berkarya dan Berprestasi

durasi baca: 2 menitDoc @muharromankrapyak  Serangkaian acara Muharroman dan Komplek Meeting telah berlangsung selama satu bulan. Penutupan acara tersebut dilangsungkan pada Kamis Malam, 18 Oktober 2018/08 Safar 1440 H bertempat di Aula AB Al-Munawwir, diramaikan oleh santriwan-santriwati dari berbagai komplek dan juga dihadiri oleh para pengasuh Pondok Pesantren Krapyak. Acara penutupan dibuka dengan Spesial Performance Kreasi Syiir dari Komplek L putra dan Komplek Hindun. Ahmad Mufid, dalam sambutannya selaku perwakilan panitia mengatakan, “Muharroman dan komplek meeting adalah ajang atau wadah bagi para santri untuk mengekspresikan bakat-bakat yang dimiliki dan melalui Muharroman ini pula silaturahmi antar komplek dapat terjalin dengan baik”. Demikian merupakan tujuan Baca Selanjutnya . . .

Muharroman Pacu Kreativitas Santri, untuk Berkreasi Tiada Henti

durasi baca: 1 menitDoc @ muharromankrapyak Selalu ada cerita menarik dalam dunia pesantren. Salah satu contohnya adalah acara Muharroman Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, yang menjadi ajang kreativitas dan medium dalam menunjukkan bakat-bakat terpendam para santri. Pada Ahad (16/9) lalu telah berlangsung lomba kaligrafi yang diikuti oleh santri putra dan putri dari perwakilan komplek-komplek Pondok Pesantren Krapyak dan telah menghasilkan tulisan-tulisan beserta desain yang sangat indah. Siapa sangka santri juga lihai dalam melukis? Pada Kamis (27/9) telah berlangsung lomba kreasi syi’ir, dan pada Ahad (30/9) juga telah diadakan lomba kreasi busana bahan bekas. Baca Juga : Muharroman Asyik, dari Adu Kecerdasan sampai Kolektifitas Strategi Tim Baca Selanjutnya . . .