Bahasa Bu Nyai Sukis

durasi baca: 2 menit Ibu Kiai Zainal namanya Bu Nyai Sukis (istri Mbah Kiai Munawwir). Bu Sukis satu rumah dengan Mbah KH. Ali Maksum (menantu) dan anak-anak beliau, yakni Gus Bik (KH. Atabik Ali), Mbak Ifah, Mbak Genuk, Gus Jis (KH. Jirjis Ali). Gus Kelik (almarhum) dan Mbak Ida belum lahir waktu itu. Bu Nyai Sukis ‘kan juga sudah sepuh, selain itu dahulu di zaman Mbah Munawwir masih sugeng santri juga masih terbilang sedikit. Bahasa yang dipakai sehari-hari masih bahasa Jawa, sebab santri-santri kebanyakan dari Jawa Tengah dan sedikit dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Sangat jauh berbeda ketika zaman Mbah Ali memegang kendali. Baca Selanjutnya . . .

Diskusi Pesantren dan Post-Truth, Dr. Moch Nur Ichwan : Memahami Identitas Pesantren dan Kampanye Islam Moderat adalah Modal Utama Santri

durasi baca: 2 menit Krapyak –  Arus informasi, dalam perkembangan teranyar, kini menikam titik nadir manusia. Fakta dan opini berjibaku dan berseliweran di dinding media sosial yang menjadi saluran utama persebaran informasi. Arusnya tak terbendung. Sebab produksi informasi, kini kian diminati oleh banyak kalangan dari banyak kepentingan.   Informasi lantas menjejaki hal dasar manusia yaitu keingin-tahuan. Segala soal disajikan. Akhirnya, informasi tidak jauh nasibnya dengan parade komentar-komentar yang saling bersahut-sahutan. Baik itu berupa pujian, gagasan-gagasan cemerlang, kritik dan saran ataupun fitnah dan ujaran kebencian. Ha ini berimbas pada apa yang belum lama ini dirasakan oleh pihak Pesantren Al Munawwir yaitu hoaks. Dalam kasus ini Baca Selanjutnya . . .

Harlah, Momentum Sejarah Hingga Memoar Mbah Zaenal

durasi baca: 3 menit Agaknya perlu kita refleksikan bersama. Genggaman uswah tidaklah hadir begitu saja, di balik itu ada sejarah bernilai kebaikan dan berkah dari Sang Muasis, Sang Tauladan. Laku ikhlas dan pulir-pulir doa panjang merekalah penyebab keteladanan masih eksis hingga jaman millenial ini. Tepat 4 Agustus 2018 lalu merupakan momentum pengerat genggaman uswah itu. Hari lahirnya Ibu kita bersama Ibu Nyai Hj. ida Fatimah Zainal S. Ag., M.S.I, sekaligus berdirinya Komplek R2 Ponpes Al-Munawwir, Krapyak Yogyakarta. Para santriwati sungguh emosional dan bahagia mensyukuri hari jadi ini. Kerajaan kecil yang selama ini menjadi tempat bernaung berbahagia beserta Bu Nyai sebagai Sang Ratu penebar uswah Baca Selanjutnya . . .

Upacara HUT  RI ke-73, Abah Uzi: Kemerdekaan Ini  Harus Benar-Benar  Kita  Syukuri!

durasi baca: 2 menit Krapyak (18/08/2018)- Dalam  rangka  memperingati  Hari  Kemerdekaan  Indonesia yang  ke-73, Pondok Pesantren Al-munawwir Krapyak, Yogyakarta mengerahkan seluruh santrinya untuk mengikuti upacara bendera. Bertempat di halaman masjid, upacara yang berlangung khidmat sejak 08.15 pagi, juga dihadiri oleh para pengasuh dari berbagai komplek, termasuk di antaranya Romo KH. Najib Abdul Qodir Munawwir. Hadir sebagai pembina upacara yakni KH. Fairuzzi Afiq pengasuh komplek Nurussalam. Dalam amanatnya, Abah uzi—beliau biasa dipanggil, mengapresiasi semangat  para santrinya untuk mengikuti upacara HUT RI ini. Beliau menyampaikan, bahwa kemedekaan yang kita  rasakan sekarang  ini bukanlah hadiah maupun belas kasih penjajah. 350 tahun bergerilya melawan Belanda ditambah 3,5 tahun Baca Selanjutnya . . .

Al Munawwir Helat Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia

durasi baca: 1 menit KRAPYAK –Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 dihelat di Pondok Pesantren Al Munawwir. Seluruh santri berbaris rapih untuk menyukseskan sekaligus menyemarakkan upacara sakral tersebut. Upacara ini merupakan sebagian wujud dari rasa syukur para santri atas kemerdekaan Republik Indonesia yang dijajah selama 350 tahun dengan perlawanan penuh. Selaku pembina upacara dalam kesempatan kali ini adalah KH Fairuzi Afiq Dalhar. Pidato amanah disampaikan dengan lugas menyinggung perjuangan kiai dan ulama dalam memerdekakan bangsa Indonesia. Baca Juga : Jelang HUT RI, Pondok Krapyak Gelar Diskusi “ Membedah Kiprah Kyai dan Santri Sebagai Benteng NKRI” “Perlu diketahui, para ulama, kiai, dan pejuang telah berusaha keras dalam Baca Selanjutnya . . .

Jelang HUT RI, Pondok Krapyak Gelar Diskusi “ Membedah Kiprah Kyai dan Santri Sebagai Benteng NKRI”

durasi baca: 2 menit KRAPYAK – Forum Komunikasi Mahasantri Pondok pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali menggelar diskusi rutin  bulanan bertema “Membedah Kiprah Kyai dan Santri sebagai Benteng NKRI”. Acara yang tebuka untuk umum ini digelar di komplek H Yayasan Ali Maksum pada  Ahad (12/08/2018). Pukul  13.45 WIB  acara  dibuka dengan  doa  bersama. Setelah itu, seluruh  hadirin berdiri menyanyikan  lagu Indonesia Raya  dengan  khidmat. Hadir sebagai narasumber yakni KH Abdul Muhaimin  dan KH Hilmy Muhammad. Pak Abdul, sapaan KH Abdul Muhaimin merupakan pengasuh Pondok Pesantren Nurul Ummahat Kotagede sekaligus alumni Krapyak, merasa sangat berbahagia dapat terlibat dalam diskusi ini. “Bagi saya, tidak  ada  kehormatan Baca Selanjutnya . . .

Membendung Paham Radikal, Sahal : Santri Perlu Formulasi Jitu

durasi baca: 1 menit Jakarta – Pembacaan terhadap konten-konten sensitif beralur sengit. Banyaknya narasi radikalisme dan terorisme yang menggelembung di media sosial melahirkan pemahaman keagamaan yang rentan terhadap kultur keindonesiaan. Sebagai bangsa yang berbudi luhur dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban dalam wujud toleransi dan tenggang rasa terhadap sesama, perlahan mulai digerogoti oleh paham radikalisme keagaamaan. Gejala itu yang menjadi pemantik diskusi dalam agenda “Kopdar Santrinet Nusantara” yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Sabtu (11/08/18). “Pengarus-utamaan moderasi Islam itu sangat perlu” ujar Akhmad Sahal. “Selain semakin menggelembungnya narasi Islam radikal, Sahal melanjutkan, hingga menggerus nilai-nilai keindonesiaan, moderasi Islam perlu ditingkatkan intensitasnya di Baca Selanjutnya . . .

Launching Rangkaian Agenda Hari Santri 2018, Kemenag Sebut Santri “Pionir Perdamaian”.

durasi baca: 2 menit Jakarta – Semenjak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapakan Hari Santri melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren senantiasa memperingati hari bersejarah yang ditetapkan pada 22 Oktober itu. Tanggal ini merujuk pada klausul “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kefarduan berjihad demi melahirkan peristiwa heroic 10 Nopember 1945 yang kini mashur diperingati sebagai Hari Pahlawan. Seperti peringatan Hari Santri pada 2016 dan 2017, isu kepesantrenan dan keindonesiaan menjadi idiom prioritas, kini Kemenag mengusung tema “Bersama Santri Damailah Negeri”. Isu perdamaian diangkat berdasarkan sengkarut persoalan yang dialami bangsa ini, seperti maraknya hoaks, ujaran kebencian, propaganda Baca Selanjutnya . . .

Wisuda Salafiyah V, Bu Nyai Ida Fatimah : Kita Harus Tetap Istiqomah Menjadi Santri

durasi baca: 1 menit Pada haflah imtihan Madrasah Salafiyah V, Ibu Nyai Ida memberikan ucapan selamat kepada ketiga belas santrinya yang diwisuda malam itu, Sabtu 04/08/18. Kepada para wisudawati, Ibu memberikan pesan dan harapan khusus, agar bersedia dengan ikhlas membantu mengabdi di pondok. Beliau juga berpesan supaya santri-santrinya tidak mudah puas diri dalam menuntut ilmu, terlebih  mengesampingkan pendidikan di pondok di atas pendidikan formal yang sedang dijalani.  “Meskipun sudah S1, S2, maupun S3 kita harus tetap istiqomah sebagai seorang santri. Ibu tentu ingin melihat kalian sukses, melihat anak-anakku rajin ngaji dan sholat berjamaah”, tutur  beliau. Di penghujung acara Ust. Abdul Jalil Muhammad dalam mau’idhoh Baca Selanjutnya . . .

Semarak  Wisuda  Madrasah  Salafiyah  V

durasi baca: 2 menit Krapyak – Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R2 menggelar acara wisuda dan penerimaan rapor santri Madrasah  Salafiyah V Tahun Ajaran 1438-1439 H pada Sabtu, 04/08/2018. Acara tahunan ini begitu dinanti-nantikan oleh semua santri, khususnya kelas IV yang akan diwisuda. Begitu juga santri kelas I’dad- III yang menerima rapor selama setahun belajar di Madrasah Salafiyah V. Pada tahun ini, 13 santriwati kelas IV  berhasil menuntaskan pendidikan diniyahnya. Acara berlangsung khidmat di Aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir ini dihadiri oleh seluruh santri komplek R2, Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal Abidin M.S.I. selaku pengasuh, dan tamu undangan dari jajaran asatidz, serta perwakilan santri putri Baca Selanjutnya . . .

Press Release | Berita Hoax disitus JPNN.com | Sebarkan !

durasi baca: 3 menit JPNN SEBAR BERITA BOHONG TENTANG MBAH KIAI NAJIB Oleh: @ziatuwel Tempo hari santri Krapyak diramaikan berita BOHONG yang dimuat @jpnncom bahwa #MbahNajibKrapyak mewakili PBNU mengultimatum Presiden @jokowi apabila dalam 2 hari tidak memilih @cakimiNOW sebagai cawapres, maka para ulama akan bikin poros baru. HOAX! Maka dari pihak alumni pesantren @almunawwir_com pun melakukan klarifikasi langsung kepada #MbahNajibKrapyak dan beliau membantah kabar bohong @jpnncom itu. Kemudian diterbitkan dan dikirimkanlah nota kekecewaan dan tuntutan ralat berita atas nama beliau. Dari pihak @jpnncom kemudian membuat rilis berita baru bahwa pihak pesantren @almunawwir_com membantah adanya pernyataan bahwa #MbahNajibKrapyak mendesak @jokowi agar memilih @cakimiNOW jadi cawapres. Baca Selanjutnya . . .

Tuntutan Ralat Berita | Surat terbuka untuk JPNN.com

durasi baca: 1 menit Krapyak, 08/06/2018 – Sehubungan dengan adanya berita yang beredar di media sosial dari portal berita online Jpnn.com berjudul “JIka 2 Hari Ini Jokowi Tak Pilih Cak Imin, PBNU Angkat Kaki”, di sana tertulis bahwa “KH Najib Abdul Qadir mengultimatum Presiden Jokowi agar memiih Cak Imin sebagai Cawarpes. Kalau tida jelas, maka kami bikin poros baru”, kami menegaskan isi berita itu ngawur dan tidak benar. Sebagaimana dikatakan dengan jelas oleh beliau KH.R.M Najib Abdul Qodir bahwa beliau “Tidaklah benar, kami menjabat mustasyar atau penasihat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), melainkan kami menjabat Rois Syuriah PBNU” “Tidaklah benar, kami pernah mengeluarkan statement Baca Selanjutnya . . .

KH Bisri Mustafa di Mata KH Ali Maksum

durasi baca: 2 menit Tulisan ini bersumber dari tulisan KH Ali Maksum (1915-1989) sendiri yang berjudul “Referen Santri”. Tulisan itu tersusun dengan rapi dalam sebuah buku berjudul “Ajakan Suci” yang terbit tahun 1993. Sengaja kami ketik ulang mengingat pemahaman keagamaan tekstualis yang keluar dari pakem yang kini kian menguat. Di mata saya, al Maghfurlah KH Bisri Mustafa (1915-1977) adalah ulama besar yang mempunyai kepribadian istimewa. Meskipun ada juga kiai lain yang menganggap beliau bukan ulama besar sekaliber KH Kholil Harun atau KH Chamzai misalnya, sebab beliau belum nampak khusuk, belum tertib puasa senin-kamis, tidak ikut tarekat manapun, malahan kalau ngobrol kuat semalam suntuk. Tapi Baca Selanjutnya . . .