Meneliti Pesantren Krapyak, Miss Claire Hefner Kagum Potensi Diri Santri

durasi baca: 2 menitSumber Foto: @yayasan.alimaksum Ruangan yang tak kuasa membendung deru suara itu terpaksa menyilakan godam palu dan timba jatuh dari pekerja bangunan untuk menyertai diskusi rutin bertajuk “Ngobrol Asyik dengan Miss Cantik” yang dihelat di aula komplek H Pondok Pesantren Ali Maksum, Jumat 27/07/2018. Sementara Ms. Claire terlihat sangat menikmati suasana. Anak dari Prof. Robert W. Hefner itu terlihat nyaman dengan kepala berbalut jilbab, berpakaian serapi santri, dan benar dialah Miss Cantik. Ia membaur, dengan sesekali mata cemerlangnya mengamati wajah para santri. Menyejukkan. Diskusi rutin yang digelar dan itu berjalan dengan asik. Perkenalan, bertukar ide dan pengalaman akademis, sampai cerita keseruan hidup Baca Selanjutnya . . .

Meneladani Akhlaq KH. Munawwir

durasi baca: 3 menitKH. M. Munawwir selalu memilih awal waktu untuk menunaikan shalat, lengkap dengan shalat sunnah Rawatibnya. Shalat Witir beliau tunaikan 11 raka’at dengan hafalan al-Quran sebagai bacaannya. Begitu juga dalam mudawamah beliau terhadap shalat Isyroq (setelah terbit matahari), shalat Dhuha dan shalat Tahajjud. Beliau mewiridkan al-Quran tiap ba’da Ashar dan ba’da Shubuh. Walau sudah hafal, seringkali beliau tetap menggunakan Mushaf. Bahkan kemanapun beliau bepergian, baik berjalan kaki maupun berkendara, wirid al-Quran tetap terjaga. Beliau mengkhatamkan al-Quran sekali tiap satu minggu, yakni pada hari Kamis sore. Demikianlah beliau mewiridkan al-Quran semenjak berusia 15 tahun. Waktu siang beliau lewatkan dengan mengajarkan al-Quran, dan Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (9): Penambahan Titik dan Harakat Pada Penulisan Alquran

durasi baca: 3 menit#Pengantar_Sejarah_Alquran (9)Oleh: Ust. Abdul Jalila Muhammad, M.A Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa Alquran di masa khalifah Usman masih belum atau tanpa titik dan harakat. Fakta itu menimbulkan pertanyaan, apakah para sahabat belum mengenal titik, harakat atau tanda-tanda lain dalam penulisan kata dan kalimat?. Keraguan itu terjawab dari beberapa riwayat yang menunjukkan bahwa sahabat sudah mengenal al-Naqth dalam penulisan. Akan tetapi tidak ada penjelasan detail mengenai hal ini. Misalnya, diriwayatkan bahwa sahabat Ibnu Umar tidak suka penulisan “al-naqth” pada mushaf. Begitu juga diriwayatkan bahwa Ibnu Mas’ud berkata: “Jangan campurkan dalam penulisan Alquran/mushaf dari selain Alquran”. Namun, para sahabat yang menolak menyertakan al-naqth bukan Baca Selanjutnya . . .

Sekilas Tentang Al-Marhum KH. R. Abdul Qodir Munawwir Krapyak Yogyakarta

durasi baca: 9 menit“Saya mengaji Fatihah dengan Mbah Arwani satu minggu selesai, tetapi dengan Mbah Qodir satu bulan, masyaallah. Kadang hati setengah jengkel (ngaji nggak tambah-tambah), tetapi anehnya setiap beliau keluar dari pintu tengah, siap mengajar anak-anak pasti yang saya tatap adalah wajah yang ceria, senyum yang khas.. plengeeh.. seakan hati saya disihir, lenyap rasa gundah saya. Saya jadi semangat untuk mengaji.” – KH. Munawir Abdul Fatah (Anggota MUI Provinsi DIY) – Mengemban Amanah KH. R. Abdul Qodir Munawwir, atau Romo Kyai Qodir, dilahirkan pada Sabtu Legi 11 Dzulqo’dah 1338 H bertepatan dengan 24 Juli 1919 M. Beliau adalah salah satu putra al-maghfur lah KH Muhammad Munawwir bin Abdullah Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Sejarah Alquran (8): Kodifikasi Alquran di Masa Khalifah Usman bin Affan

durasi baca: 2 menit#Pengantar_Sejarah_Alquran (8)Oleh: Ust. H. Abdul Jalil Muhammad, M.A Jika banyaknya sahabat penghafal Alquran yang gugur (syahid) dalam perang Yamamah menjadi latar belakang kodifikasi Alquran di masa Abu Bakar, maka perbedaan bacaan antar tabi’in adalah faktor di balik pengumpulan Alquran di masa Usman. Yang menjadi pertanyaan adalah perbedaan bacaan yang seperti apa? Bukankah perbedaan bacaan sudah ada sejak masa Nabi? Dalam kesempatan ini, penulis akan memaparkan pembahasan yang berangkat dari dua pertanyaan tersebut. Wilayah negara Islam yang kian meluas, membuat banyak orang-orang non Arab masuk agama Islam dan berniat untuk mendalami ajaran Islam, termasuk Alquran, dari sahabat-sahabat yang berada di wilayah tersebut. Baca Selanjutnya . . .