Memaknai Gerhana Bulan, Santri Al Munawwir Khusyuk Mengikuti Salat Gerhana

durasi baca: 2 menit Almunawwir.com – Fenomena gerhana bulan atau supermoon, super blood moon 31 Januari 2018 adalah yang kedua kalinya terjadi di bulan Januari ini. Setelah sebelumnya terjadi pula pada 01 Januari 2018 yang lalu. Fenomena alam yang menarik dan masif, menjadi pembicaraan umat dunia itu, juga diperingati oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al Munawwir, Rabu malam (31/01/18). Mereka berbondong-bondong—melalui instruksi dari pengasuh—mengikuti pelaksanaan salat gerhana bulan di Masjid Al Munawwir, Krapyak Yogyakarta sejak adzan salat Isya’ berkumandang. Selaku imam dalam pelaksanaan salat gerhana kali ini adalah Ustadz H. Abdul Jalil Muhammad dan Dr. KH. Hilmy Muhammad sebagai khotibnya. baca juga : “Bolehkah Baca Selanjutnya . . .

Bolehkah Sholat Gerhana Berdasarkan Hisab?

boleh sholat gerhana

durasi baca: 3 menit Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid Mengingat bulan Januari adalah musim hujan sehingga langit cenderung mendung, lalu bagaimana hukumnya shalat gerhana ketika gerhananya sendiri tidak terlihat, yakni mendung? Pendapat pertama : Ibnu Hajar di dalam kitab Al-Tuhfah mengatakan bahwa: Jika bulan atau matahari terhalang oleh mendung sebelum gerhana terlihat tetapi menurut ahli hisab terjadi gerhana maka tidak ada konskuensinya, artinya tidak sunnah sholat gerhana, karena hukum asalnya tidak terjadinya gerhana. baca juga : Haruskah Perempuan Berkarier?” Namun jika bulan atau matahari terlihat gerhana kemudian mendung lalu bimbang gerhana sudah selesai atau belum, walaupun menurut ahli hisab gerhana sudah selesai maka Baca Selanjutnya . . .

Fenomena Gerhana Bulan 31 Januari 2018

durasi baca: 7 menit Oleh : Ibnu Zahid Abdo el-Moeid Bulan Januari 2018 M ini cukup istimewa karena di bulan ini terjadi Bulan Purnama (arab:Badr) dua kali. Yang pertama terjadi pada tanggal 2 Januari 2018 pukul 09:26:11 WIB. Sedangkan bulan purnama yang kedua terjadi pada tanggal 31 Januari 2018 pukul 20:29:46 WIB. Pada purnama yang kedua di tahun 2018 ini terjadi Gerhana Bulan Total (GBT). Menurut perhitungan hisab, Insya Allah Gerhana Bulan Total akan terjadi pada hari Rabu malam Kamis, 15 Jumadal Ula 1439 H./31 Januari 2018 M. Mulai pukul 17:51:06 WIB sampai pukul 23:08:27 WIB. Gerhana meliputi Asia, Australia, Pasifik, Amerika Tengah dan Baca Selanjutnya . . .

Membincang Keluarga Maslahah, dari Positive Parenting hingga Kiat Memilih Pasangan

durasi baca: 3 menit “Dari tiga belas seminar bertema pranikah yang pernah saya ikuti, seminar ini yang paling detail dan memberikan gambaran jelas bagi saya mengenai bagaimana menyongsong pernikahan,” ujar Arnia. Salah satu peserta dalam Seminar Pranikah bertajuk “Merajut Keluarga Maslahah Ala Ahlussunnah wal Jamaah” yang dihelat di PP Al Munawwir Komplek Q Yogyakarta, Minggu (28/01). Seminar ini dihadiri oleh 150 peserta perempuan dengan mencoba untuk mengupas beberapa hal krusial terkait persiapan pernikahan yaitu; positive parenting, perencanaan keuangan keluarga, hingga kiat-kiat memilih pasangan dan mewujudkan keluarga harmonis. Seminar yang didukung oleh Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) PWNU DIY ini dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi Baca Selanjutnya . . .

Balada Ayam Bakar Wong Bantul

durasi baca: 2 menit Oleh: KH Hilmy Muhammad [Kisah nyata ini diceritakan kepada saya langsung oleh salah seorang pelakunya. Nama-nama yang terlibat terpaksa disamarkan, karena mereka semua sekarang sudah menjadi kiai-kiai muda, yang juga pemangku pesantren] Sudah merupakan kebiasaan KH. Mabarrun, ketika beliau memiliki jam mengajar di Pondok Krapyak, beliau akan menyempatkan sowan kepada guru beliau KH. Ali Maksum rahimahullah. Ketika sowan, KH. Mabarrun seringkali membawa bingkisan kepada gurunya itu. Suatu pagi KH. Mabarrun sowan dan memberi seekor ayam kepada Kiai Ali Maksum. Selain dikenal sebagai kiai dan da’i masyhur di Bantul, KH. Mabarrun juga seorang peternak ayam. baca juga : Dari Lasem ke Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Tafsir : Kisah Putra Nabi Adam Alayhissalam

durasi baca: 4 menit Oleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-Ma`idah (5) ayat: 27-31: (27)Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putera Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan korban. Maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil): “Aku pasti membunuhmu!”. Berkata Habil: “Sesungguhnya Allah hanya menerima (korban) dari orang-orang yang bertakwa” (28)Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam (29) Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu Baca Selanjutnya . . .

Meneladani Sosok Allahu Yarham K.H. Ali Maksum

durasi baca: 5 menit Banyak sifat-sifat kepribadian Kiai Ali yang dapat dijadikan sebagai suri teladan terutama bagi para santri. Sekaligus mempengaruhi tipologi kepemimpinannya di PP Al-Munawwir, diantaranya adalah istiqomah mengajarkan kitab kuning. Sekalipun kesibukan beliau bertumpuk-tumpuk, seperti sebagai seorang muballigh, dosen di IAIN dan pengurus NU (Rois ‘Am) yang sering keluar kota, beliau jarang sekali meninggalkan pengajian dan sorogan yang menjadi rutinitasnya sehari-hari. Kecuali dalam kondisi yang sangat mendesak, terutama di akhir hayatnya yang sering sakit-sakitan. Kiai Ali berpola hidup sederhana, zuhud, tidak terkesan hidup mewah, dan tampil apa adanya. Hal ini ditunjukkan oleh kondisi pakaiannya, tempat tinggal, kendaraan dan makanannya yang sangat sederhana, Baca Selanjutnya . . .

Patuh Kepada Orangtua, Berikhtiar Mendekati-Nya dan Semangat Terus itu Kunci Hafalanku

durasi baca: 3 menit Kisah Juang Menghafal Alquran (Danial Fayyadl – Khotimin Haflah Khotmil Qur’an Yayasan Pondok Pesantren Krapyak 2018) Jarum jam menunjuk ke angka 2, sedang suasana kelas sudah mulai tak terkendali. Muka kusut kumus-kumus hadir di sana-sini. Maklum saja, wajah itu telah menghabiskan enam jam perjamuannya dengan bangku sekolah. Bertepatan dengan itu, beberapa siswa telah keluar dari kelas, mereka berbondong-bondong kembali ke asrama untuk sejenak beristirahat. Namun tidak demikian dengan Danial Fayyadl, ketika banyak temannya beristirahat setelah kepayahan belajar di sekolah, ia malah memanfaatkan waktu luang tersebut untuk menderes Alquran di Masjid Krapyak. baca juga : KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Baca Selanjutnya . . .

Dalam Menghafal Alquran, Ibu Adalah Motivator Terbaikku

durasi baca: 3 menit Kisah Juang Menghafal Alquran (Muhammad Rajief Arza – Khotimin Haflah Khotmil Qur’an Yayasan Pondok Pesantren Krapyak 2018) Wajahnya menyingkap benih kebersahajaan. Matanya memandang selalu ke sudut terdalam, pertanda tak ada kelabilan dalam memadu visi. Sementara rahangnya yang kukuh, mendapuk sisi akan sikap teguh. Pengutaraannya yang santun juga menjadi wujud pendidikan yang dituntun. Tentu, bagi orang yang menuntun, ia menafikan paksaan, menafikan gertakan, menafikan cercaan namun dengan tetap melanggengkan tujuan. Seperti halnya dengan apa yang diingat oleh Gus Reza—sapaan akrab Muhammad Rajief Arza. Semenjak menginjak kelas 5 SD dirinya merasa mulai membandel. Dirinya merasa susah sekali untuk mengaji. Ditambah lagi dengan Baca Selanjutnya . . .

Sisi Romantisme K.H. Ali Maksum Allahu Yarham

mbah ali maksum

durasi baca: 3 menit Oleh : Arinal Husna Surat Kiai Ali Maksum untuk Ayahanda sewaktu sekolah di Baghdad. Krapyak, 14-3-83 ولدي المطيع إحسان الدين حفظه الله السلام عليكم ورحمةالله وبركاته 1. Krapyak, Wonolelo, Alhamdulillah sehat semua. Adikmu Syaibani, alhamdulillah bisa menjadi gantimu, dekat sekali denganku. Taat, sorogan dan ngaji ba’da maghribnya rajin. Mung wae Siti yang waktu kamu berangkat nangis, ngguguk sampe sekarang. Tansah melamunkan dirimu, merindukanmu terus menerus. 2. Pondok Krapyak sekarang semakin maju. Pengajian-pengajian tambah gayeng ada yg ngajar di luar kelas, di kamar, di aula, di ruang E F, di perpustakaan. Alhamdulillah aku seneng banget. Ba’da ashar dipakai untuk kursus Bahasa Baca Selanjutnya . . .

Gus Kelik, Gus Dur, dan Ponidi

durasi baca: 2 menit Gus Kelik : “Pon..” Pon : “Dalem Gus Kelik” Gus Kelik : “Ayo melu aku neng Jakarta,aku pengen ketemu Gus Dur,numpak kereta yo..” (Ayo ikut aku ke Jakarta, aku pengin ketemu Gus Dur, naik kereta ya) Pon : “Siap Gus” Walhasil mereka sampai di Jakarta (Gedung PBNU),tapi ternyata sudah penuh orang antri yang pengen bertemu dengan Gus Dur. Gus Kelik : “Sambil mengeluh, “Pon sana bilang sama ajudannya nek aku (kelik) teko.” (Pon, sana bilang sama ajudan Gus Dur, kalau aku (Gus Kelik) hadir). Pon : “Siap Gus” baca juga : Mbah Ali, Pesantren, dan Sepakbola Akhirnya Ponidi bilang kepada Baca Selanjutnya . . .

Dari Lasem ke Krapyak : Membaca Riwayat Transisi Mbah Ali Maksum

mbah ali maksum

durasi baca: 3 menit Jum’at, 06 Juli 1942 suasana Pesantren Krapyak terasa meresahkan. Sehabis jama’ah salat Jum’at, Ibu Ny. Jamalah binti KH. M. Munawwir, mendapuk dirinya untuk senantiasa setia menemani ayahanda hingga ajal merenggut nyawanya. Beliau, KH. M. Munawwir menghembuskan nafas terakhirnya setelah menderita sakit 16 hari lamanya. Selama kurang lebih 33 tahun beliau mengasuh Pesantren Al Munawwir Krapyak, melahirkan rona kultur kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat daerah Krapyak. Sebab di setiap harinya, kumandang lantunan Alquran menjadi faktor progresif perubahan sosial masyarakat di daerah utara Alas Mentaok tersebut. Jasa-jasa beliau amat sangat dikenang, baik bagi keluarga, santri, masyarakat, dan teman seperjuangan beliau. Wujud Baca Selanjutnya . . .

Gema Shalawat bersama Habib Syekh : “Menjaga NKRI dengan Nurani dan Toleransi”

durasi baca: 3 menit “Kenapa akhir-akhir ini sering terjadi kegelisahan, kekacauan, bahkan sampai saling memfitnah? Karena di hati mereka tidak ada dzikrullah.. Bukan hanya perkara dalam membaca Laillahaillah tapi juga di sertai perbuatan kita, tingkah laku kita yang sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya” pesan Habib Syekh. Almunawwir.com – Ribuan jamaah dari Yogyakarta dan sekitarnya berbondong-bondong menghadiri shalawat dan doa untuk Indonesia bersama Al Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf di halaman Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, Ahad (21/1/18) malam. Selaku penyelenggara yaitu Komplek Padang Jagad dan JTMPJ (Jama’ah Talim Wal Mujahadah Jumah Pon) yang diasuh oleh KH. Chaidar Muhaimin, yang bekerja sama dengan beberapa Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Jalalain : Meragukan Risalah Kenabian dan Risalah Kenabian yang Tak Perlu Diragukan

durasi baca: 3 menit Oleh : K.H. Hilmy Muhammad #NgajiTafsir: Surat al-An’am (6) Ayat 124: “Apabila datang sesuatu ayat kepada mereka, mereka berkata: “Kami tidak akan beriman sehingga diberikan kepada kami yang serupa dengan apa yang telah diberikan kepada utusan-utusan Allah”. Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan siksa yang keras disebabkan mereka selalu membuat tipu daya” Sebab turunnya ayat ini, seorang tokoh kaum Quraish bernama al-Walid ibn al-Mughirah berkata kepada Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alayh wasallam: “Kalau kenabian itu benar adanya, tentu saya lebih berhak dan lebih layak karena umur Baca Selanjutnya . . .

Prof. Dr. M. Chirzin : Pesantren adalah Cagar Budaya Islam dan Persemaian Kader Ulama

durasi baca: 2 menit Almunawwir.com – “Pesantren adalah cagar budaya Islam dan persemaian kader ulama,” tukas Prof. Dr. Muhammad Chirzin pembicara dalam acara halaqah kepesantrenan yang bertajuk “Meneguhkan Peran Pesantren dalam Menangkal Paham Radikalisme dan Terorisme.” Pendidikan pesantren, belaiu melanjutkan, merupakan kontribusi riil umat Islam terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Undang-Undang sistem pendidikan nasional pun telah memasukkan pondok pesantren sebagian lembaga pendidikan yang diakui keberadaannya. Dalam hal ini santri mengemban amanat menjadi perekat umat dan dapat berbudi tinggi serta berpengetahuan luas. baca juga : Pelatihan Jurnalistik Santri : Menjadikan Khazanah Pesantren sebagai Mercusuar Dakwah Kekinian” Beliau juga menambahkan, bahwa kita sebagai muslim haruslah melakukan Baca Selanjutnya . . .