Resmi Beroperasi, LKMS Almuna Berkah Mandiri Tingkatkan Peran Pemberdayaan Pondok Pesantren

durasi baca: 2 menit Di tengah kondisi angka kesenjangan Yogyakarta yang masih mengemuka, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meresmikan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Almuna Berkah Mandiri Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Syariah Almuna Berkah Mandiri Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak merupakan salah satu dari 10 LKM yang mengantongi izin beroperasi dari OJK. Terbentuknya LKM yang berada di Pondok Pesantren ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para santri dan warga masyarakat. Kepala Regional 3 OJK Jateng – DIY, Bambang Kiswono mengatakan, UU LKM no 1 tahun 2013 mengamanatkan agar LKM memiliki ruh pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Baca Selanjutnya . . .

Mengenal Lebih Dekat Imam Syafi’i

durasi baca: 2 menit Oleh: Neng Fahma Nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi’ bin Sa’ib bin Ubaid bin Abdul Yazid bin Hasyim bin Muthallib bin Abdul Manaf bin Qushay atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Syafi’i. Beliau lahir di Ghaza Palestina bulan Rajab 150 Hijriyah. Ada pula yang mengatakan beliau lahir saat Imam Hanifah meninggal dunia. Beliau lahir pada kekhalifahan Abu Ja’far Al Manshur dari Bani Abbasiyah. Pada umur 9 tahun beliau telah hafal Alqur’an, kemudian pada umur 10 tahun beliau telah memahami dan menghafal kitab Muwattho’ karya Imam Malik. Pada saat itu beliau bertekad menuntut ilmu fikih Baca Selanjutnya . . .

Cinta itu Butuh Bukti, Tak Terkecuali kepada Baginda Nabi

durasi baca: 2 menit Allah memerintahkan untuk sholat, tapi Ia tak melakukannya. Allah memerintahkan untuk zakat, tapi Ia tak melakukannya. Allah memerintahkan untuk puasa, tapi Ia tak melakukannya. Namun Allah memerintahkan untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad, dan Ia MELAKUKANNYA bahkan sebelum Ia memerintahkannya. إن الله و ملئكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad. Wahai orang-orang yang beriman bersholawat dan bersalamlah kalian kepadanya” (QS : Al Ahzab : 56). Itulah bukti cinta Allah kepada Nabi-Nya. Bila Sang Maha Pencipta saja cinta kepada Nabi-Nya, mana mungkin kita sebagai umatnya tidak? Dan Baca Selanjutnya . . .

Kejujuran Menjadi Inti dari Keyakinan dan Keimanan

durasi baca: 3 menit Bila Anda seorang santri atau pelajar, jangan menghindari giliran piket, jangan berlaku curang, jangan berbohong. Perbuatan demikian akan menjadi penyakit dan semakin parah. Oleh : Dr. KH. Hilmy Muhammad Jama’ah Jum’at rohimakumullah.. Marilah kita haturkan ungkapan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Swt. yang telah memberi nikmat dan anugerah yang tak terhingga banyaknya. Mari juga hal itu kita upayakan melalui penguatan iman kita dengan cara melaksanakan semua perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangnNya. Kaum muslimin yang dimuliakan Allah. Berkata jujur itu penting. Karena hal itu diperintahkan oleh Allah. Sebaliknya, berbohong merupakan perilaku yang buruk dan berbahaya. Dan karena itu dilarang oleh Baca Selanjutnya . . .

KH. R. Abdul Hafidh AQ Sebut Muhammad Abdullah Faqih “Santri Khos”

durasi baca: 2 menit “Jika KH. Abdullah Faqih Langitan adalah “Kiai Khos”, maka Muhammad Abdullah Faqih adalah “Santri Khos”. Hal itu terlihat dari wujud ketawadhu’annya.” Ungkap KH. R. Abdul Hafidh AQ dalam perhelatan tasyakuran santri berprestasi, yakni Muhammad Abdullah Faqih yang telah menyabet juara 3 MHQ Internasional di Arab Saudi pada bulan Oktober tahun ini. Penampilan Muhammad Abdullah Faqih saat lomba MHQ di Makkah almunawwir.com. [Krapyak] Tidak hanya kagum akan prestasi yang diraih oleh Mbah Faqih—sapaan akrabnya, yang telah menjadi juara dunia. Kiai Abdul Hafidh juga menyinggul soal nama. “Sungguh luar biasa Anda (Muhammad Abdullah Faqih).” Lanjut Kiai Abdul Hafidh. “Terpuji, ahli dalam agama Baca Selanjutnya . . .

Juara MHQ Internasional Berbagi Kisah Inspiratif

durasi baca: 2 menit “Seseorang yang lancar Al-Qur’an tidak boleh lantas berpuas diri. Seseorang yang hafalannya lancar tidak boleh merasa besar hati jika belum mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an. Sebab di dalam Al-Qur’an terdapat larangan untuk berbangga diri.” Tutur Muhammad Abdullah Faqih sembari mengutip dawuh Kiainya, KH. Harir Muhammad (Pengasuh Pesantren Betengan). Almunawwir.com. [Krapyak] Dalam kesempatan kali ini, Mbah Faqih—sapaan akrabnya, berkesempatan dan dipersilakan secara langsung oleh KH. R. M. Najib Abdul Qodir supaya melecuti semangat menghafal teman-teman santri yang hadir dalam tasyakuran atas keberhasilannya yang, sanggup menjadi Juara MHQ Internasional. Santri kelahiran Semarang, 8 Juni 1996 itu, dalam pembicaraannya, mencoba menganalogikan jerih-payah perjuangan penghafal Al-Qur’an Baca Selanjutnya . . .

Inilah 5 Tips Menghafalkan Al Qur’an dari Sang Juara MHQ Internasional

durasi baca: 3 menit “Karena itu, sebelum tampil di atas podium di Arab Saudi kemarin, saya berulang kali mencoba meluruskan niat dan berdo’a; Ya Allah bersihkan dan bukakan hatiku dalam membaca firmanMu. Soalnya tidak jarang, terpikirkan sesuatu yang kurang baik tatkala sudah berada di posisi tersebut.” Terang anak ketiga dari enam bersaudara keluarga KH. Rifa’i. baca juga : KH. R. Abdul Hafidh AQ Sebut Muhammad Abdullah Faqih “Santri Khos” Almunawwir.com. [Krapyak] Lantunan salawat menyertai suara serak sandal yang dihunus aspal, tatkala bumi tempat berpijak masih terasa segar sehabis dihujam butiran hujan. Di langit sana, bintang gemerlapan, mendampingi sang juwita malam yang sendirian. Dan pendar Baca Selanjutnya . . .

Kisah Dibalik Kerudung Lokal, Terdapat Otak Internasional

durasi baca: 2 menit … setelah menjelaskan isi kitab, Gus Faiq membuka dialog dengan pertanyaan sederhana, “Mengapa kaum santri, pesantren sangat toleransi terhadap perbedaan? “, tanya beliau kepada para santri. Almunawwir.com [Krapyak] Hujan tak begitu deras mengguyur Bantul hingga malam sekitar pukul 10.00 WIB pada Senin, 13 November 2017. Di sebuah kelas, tampak seorang berpeci dan bersarung duduk di depan sembari membacakan suatu kitab, sedang beberapa santri berjas hijau dan berkerudung putih duduk beralaskan lantai juga sembari memegang kitab dan pena. Adalah Gus Faiq Muhammad yang saat itu tengah mengampuh mata pelajaran tarikh, Kitab Khulasoh Nurul Yaqin di kelas Tsalis Madrasah Salafiyah III PP Baca Selanjutnya . . .

Lagi-Lagi Tsamrotul Muna Sabet Juara dalam Festival Hadrah Se-Kabupaten Bantul

durasi baca: 2 menit Sebuah prestasi yang membanggakan diraih oleh Grup Hadrah Tsamrotul Muna dari pondok pesantren Al Munawwir komplek Q. Mereka kembali berhasil menyabet Juara 3 di ajang Festival Hadrah yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul. Festival yang diadakan dari tanggal 7-9 November 2017 itu, menjadi serangkaian kegiatan Rebo Pungkasan di Balai Desa Wonokromo, Pleret, Bantul. Festival itu diikuti oleh 30 peserta yang terbagi dalam 3 kategori, yaitu kategori anak, putra dan putri. Tsamrotul Muna berhasil mengungguli peserta dari kategori putri yang terdiri dari berbagai pesantren dan instansi di Kabupaten Bantul. “Sebelumnya kami tidak menyangka dapat meraih piala ini, melihat beberapa peserta yang Baca Selanjutnya . . .

Santri Komplek R Khusyuk Peringati Rebo Wekasan

durasi baca: 2 menit Rebo Wekasan merupakan hari rabu terakhir di bulan Safar. Di hari itu, ditandai dengan peristiwa Allah Swt. menurunkan berbagai macam malapetaka yang akan terjadi selama satu tahun. almunawwir.com [Krapyak] Seluruh santri komplek R pondok pesantren Al Munawwir semarak peringati Rebo Wekasan.Tepatnya Rabu (14/11/17) telah dilaksanakan agenda rutin tahunan Rebo Wekasan. Seluruh santriwati komplek R bergegas berkumpul di musholla selepas jama’ah sholat Maghrib. Acara tersebut diisi dengan pembacaan shalawat Nariyah dan do’a bersama yang dipimpin langsung oleh Ibu Nyai Ida Fatimah Zainal. Para santriwati terlihat khusyuk dalam melantunkan shalawat. Sebanyak 4444 kali shalawat Nariyah dilantunkan oleh seluruh santriwati. Pemilihan bilangan 4444 Baca Selanjutnya . . .

Kebersihan Lingkungan Sanggup Meningkatkan Stabilitas Alam dan Perekonomian

durasi baca: 2 menit Nilai yang didapat dari acara ini tidak hanya bersih di tempat itu saja. Melainkan sikap pengamalan akan prinsip bersih pada diri santri. Bagaimana seorang santri sanggup menjaga stabilitas alam dan perekonomian di sekitarnya. “Bakti Sosial Santri”: Kebersihan Lingkungan Sanggup Meningkatkan Stabilitas Alam dan Perekonomian almunawwir.com (Bantul) – “Kegiatan ini bermaksud tidak hanya memberi pelajaran dan praktek akan kebersihan lingkungan. Tidak hanya transfer pengetahuan. Tapi timbal baliknya akan lebih dari itu, yakni menyangkut kompleksitas kehidupan di sekitarnya.” Ungkap Gus Atho’. Menurut Pak Joko selaku panitia lapangan, kegiatan bersih-bersih ini sengaja diselenggarakan untuk mengetuk nurani dan mengaktualisasikan keimanan santri akan sikap kepedulian sosial mereka kepada Baca Selanjutnya . . .

KH. dr. Atthobari Humam : “Anggapan Pesantren itu Kumuh, Kotor dan Sarang Penyakit Hanyalah Stigma Klasik”

durasi baca: 2 menit almunawwir.com (Bantul) – “Anggapan bahwa pondok pesantren itu kumuh, kotor dan sumber penyakit. Itu sebenarnya hanyalah sebuah stigma  klasik.” Ungkap Gus Atho’ selaku panitia pelaksana “Bakti Sosial Santri” dengan serangkaian acara reresik lingkungan di Pasar Niten dan Kali Winongo. “Tapi dengan perkembangan pengetahuan dewasa ini”, beliau melanjutkan, “mulai dari pola hidup sehat, sarana pesantren yang semakin bagus tidak seperti dulu. Kita yakin, bahwa stigma klasik itu sangat kecil. Sebab, sudah banyak yang mengamalkan sikap kebersihan. Ya meskipun, tidak sedikit masih ada yang seperti itu.” Jelas Gus Atthobari yang juga Ketua Yayasan PP. Al Imdad, Bantul. Tidak hanya itu, menanggapi hal Baca Selanjutnya . . .

Sekitar 500 Santri Al Munawwir Ikut Menyemarakkan Bakti Sosial Santri Kabupaten Bantul

durasi baca: 2 menit semarak santri memunguti sampah di sepanjang kali winongo. doc. Media Almunawwir.com almunawwir.com (Bantul) –  Hari Ahad yang biasanya dijadikan sebagai hari Ro’an bersama di lingkup Pesantren Al Munawwir, Ahad kali (12/11/2017) ini bertakdir lain. Sebanyak 500 santri Al Munawwir dari beberapa komplek dikerahkan untuk mengikuti reresik di Pasar Niten dan Kali Winongo, Bantul. Kegiatan ini merupakan serangkaian acara yang diadakan oleh Pemkab Bantul dalam memperingati Hari Santri Nasional. Selain itu, banyak jajaran dari divisi Kepolisian Kabupaten Bantul, Banser NU dan aktivis lingkungan daerah lain yang ikut membantu. Sementara itu, santri Al Munawwir sendiri berangkat dari pesantren dengan angkutan yang disediakan Baca Selanjutnya . . .

Halaqah Jurnalistik Mengetuk Nurani Baca-Tulis Santri

durasi baca: 2 menit   “Bahasa jurnalistik adalah salah satu ragam Indonesia. Sehingga dalam penulisannya harus tetap memperhatikan kaidah-kaidah  bahasa Indonesia yang baik dan benar” baca juga : Kisah dibalik Kerudung Lokal, terdapat Otak Internasional BANTUL  – Sebanyak 100 santri dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Bantul mengikuti halaqoh jurnalistik. Kegiatan itu diadakan di Pondok Pesantren Al Mahalli Brajan, Wonokromo Bantul, Sabtu (11/11). Halaqoh dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) 2017 menghadirkan narasumber dari para praktisi jurnalistik Yogyakarta, yaitu Drs H Ahmad Luthfie MA (Wakil Pemimpin Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat) yang memberikan materi tentang pengalaman menjadi jurnalis. Selain itu Drs H Chaidir (Redaktur Baca Selanjutnya . . .

Cerita Tawadhu’ dan Fadhilah Ketawadhu’an itu Sendiri

durasi baca: 4 menit Oleh : KH. Fairuzi Afiq Dalhar* Tawadhu’ adalah sifat yang sangat mulia. Namun hanya segelintir orang yang mampu memilikinya. Ketika ada orang yang sudah memiliki gelar mentereng, berilmu tinggi, maupun memiliki harta melimpah dan mendapat amanah kedudukan lebih tinggi daripada publik, sedikit dari mereka yang memiliki sifat rendah hati atau tawadhu’. Ketika orang telah merasa semuanya telah ada digenggamannya, jarang dari mereka mengamalkan filosofi padi “semakin berisi, semakin merunduk”. Padahal, tawadhu’ merupakan perintah agama. Tawadhu’ adalah sifat antara rendah diri dan sombong. Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah daripada orang lain yang memiliki derajat kemuliaan lebih tinggi daripada kita sendiri. Baca Selanjutnya . . .