Gus Mus Perlu Waktu 3 Bulan Mengaji Surat Al Fatihah di Krapyak

durasi baca: 2 menitCoba kalian tanyakan kepada Gus Najib “Berapa lama dia mengaji surat Fatihah kepada gurunya?” Diceritakan oleh KH. A. Mustofa Bisri (pengasuh Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin Al Islami Taman Pelajar Islam Rembang) di sela-sela waktu memberikan ceramah di Pondok Pesantren Al Munawwir dalam rangka Khotmil Quran Madrasatul Huffadh dan Haul Al marhum Almaghfurlah KH. R. Abdul Qodir Munawwir. Sambil bercanda tetapi serius, Gus Mus berkata, “Apakah kalian semua tahu berapa lamanya aku mengaji surat Al Fatihah kepada beliau (Kyai Abdul Qodir), sampai betul-betul lancar dan fasih? Coba kalian tanyakan kepada Gus Najib (KH. R. M. Najib AQ) “Berapa lamanya Dia mengaji Baca Selanjutnya . . .

Tradisi Khataman Shalat Tarawih, Al Qur’an menjadi Wajah Sinergitas Umat Islam

durasi baca: 3 menitPeringatan khataman shalat Tarawih di Masjid itu sendiri, pertama kali dilaksanakan pada era kepengasuhan KH. Ali Maksum Krapyak, Masjid tiga lantai itu penuh. Dipenuhi oleh para jama’ah. Belum lagi halaman Masjid, yang dipakai untuk parkir kendaraan para jama’ah shalat Tarawih di Masjid. Ramai dan Meriah. Cahaya bulan yang temaram, pun ikut berteman dengan malam ke dua puluh bulan Ramadhan 1438 H. Malam kali ini begitu sejuk, sebab di Pondok Pesantren Al Munawwir pada malam 20 Ramadhan 1438 H/14 Juni 2017 didaulat sebagai malam peringatan Nuzulul Qur’an sekaligus Khataman Shalat Tarawih. Para jama’ah—santri dan masyarakat—semenjak adzan isya’ dikumandangkan, mereka berbondong-bondong memadati Baca Selanjutnya . . .

Semarak Jama’ah Mengikuti Khataman Tarawih dan Peringatan Nuzulul Qur’an

durasi baca: 3 menit“Nek dadi santri, dadi murid niku tugasipun kaleh, setunggal sinau ingkang mempeng. Kaping kalih manut dateng guru,” ungkap beliau dalam membuka mauidhoh hasanahnya. KRAPYAK– “Marhaban Ya Ramadhan”. Tak terasa ramadhan tahun ini telah memasuki malam ke dua puluh, itu artinya sepuluh malam lagi ramadhan 1438 H akan segera berakhir. Pada malam ke dua puluh kali ini juga suasana Masjid Al Munawwir terasa berbeda dengan malam-malam sebelumnya. Malam ini sejak ba’da azan isya’ Masjid Al Munawwir atau masyhur dengan Masjid Krapyak telah ramai akan para santri dan masyarakat untuk melaksanakan salat tarawih. Jika pada malam-malam sebelumnya jamaah salat tarawih hanya memadati Baca Selanjutnya . . .

 Nuansa Ramadhan di Pesantren Krapyak

durasi baca: 3 menitSetiap pesantren pasti memiliki tradisi, suasana dan cara tersendiri dalam melaksanakan ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Lalu seperti apa suasana semerbak Ramadhan di Krapyak? KRAPYAK – sampailah pada kuarta ketiga umat Islam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Krapyak benar-benar tak mau ketinggalan momen yang hadir setahun sekali ini. Pada pertengahan Ramadhan ini, euforia santri krapyak yang sudah terlihat sejak hari pertama puasa semakin terasa kental. Penjual takjil pinggir jalan—Krapyak juga ikut ambil kesempatan. Keramaian setiap sore seakan menjadi bukti bahwa ngabuburit ala santri memang ada. Krapyak yang dikenal dengan dua pondok penggedenya, Al munawwir dan Ali Maksum memberi obyek murah sebagai penggembira Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Kitab Ash- Shiyam: Perkara yang Menjadikan Puasa Dihukumi Makruh

durasi baca: 2 menitBulan ramadhan telah memasuki hari ke dua puluh. Artinya, sepuluh hari lagi kita menahan lapar dan dahaga, atau “puasa” sebelum menjemput “hari kemenangan”. Berpuasa termaktub dalam Syari’at Islam atau kajian Fiqih, terdapat perkara-perkara yang menjadikan puasa itu sempurna dan ada beberapa perkara yang membuat puasa itu menjadi kurang sempurna. Dalam konten ini, mengenai beberapa perkara yang menjadikan puasa bisa dikatakan sempurna, ketika orang yang berpuasa menjalankan apa yang menjadi wajib dan sunahnya puasa. Akan tetapi ada beberapa perkara yang menjadikan puasa kita kurang sempurna, yaitu ketika kita mengerjakan perkara yang dapat memakruhkan puasa. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Baca Selanjutnya . . .

Pedoman Berakhlaq Kepada Al Qur’an, Ulasan Ngaji Kitab At Tibyan Fi Adabi Hamalati Al Qur’an

durasi baca: 4 menitAl-Qur’an merupakan mukjizat yang diturunkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw,  yang dijadikan Allah SWT sebagai tantangan bagi jin dan manusia yang meragukan kebenarannya. Serta bantahan bagi semua golongan yang menyimpang. Al-Qur’an ibarat musim semi yang menyebarkan kebahagiaan dan menyuburkan hati orang-orang yang memiliki keyakinan dan pengetahuan. Al-Qur’an tidak akan usang karena sering diulang dan tidak akan pudar karena zaman berputar. Rasulullah saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran”[i] Pada Ramadhan kali ini, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta mengadakan Program Khusus Ramadhan (PKR). Dalam program ini terdapat pengajian kitab-kitab klasik, salah satunya adalah pengajian kitab At-Tibyan fi Baca Selanjutnya . . .

KH Hendri Sutopo Ungkap Alasan Mengapa Al Qur’an Menjadi Mu’jizat Terbesar Bagi Nabi Muhammad Saw

durasi baca: 3 menitMemahami Al Qur’an tidak cukup hanya dengan mata atau telinga saja, tetapi juga menggunakan rasa. Ada yang berbeda dengan PP Al Munawwir Komplek Q Krapyak, Yogyakarta. Biasanya pada malam hari setelah tarawih, santri dijadwalkan untuk mengaji bandongan kitab klasik. Namun di malam 17 Ramadhan yang bertepatan pada hari Minggu 11 Juni 2017 kemarin, panitia Program Khusus Ramadhan (PKR) mendatangkan mubalig kondang, KH. Hendri Sutopo untuk mengisi pengajian Nuzulul Qur’an. Para santri cukup antusias, apalagi sosok sang mubalig masih cukup asing di kalangan santri, hanya beberapa santri yang mengetahui. Hal ini cukup beralasan karena panitia PKR lebih sering mengundang para pakar Baca Selanjutnya . . .

Menteri BUMN Ibu Rini Soemarno : BUMN Adalah Milik Bangsa, Milik Kita Bersama

durasi baca: 2 menitKrapyak, “Ramadan Bulan Penuh Berkah” nyatanya bukanlah slogan semata. Sekitar Pukul 4 Sore, 10/06/2017 Ibu Rini Soemarno seorang Menteri di jajaran Kabinet Kerja Jokowi, yang memangku jabatan sebagai Menteri BUMN, hadir di Pondok Pesantren Al Munawwir dalam kunjungan yang bertajuk “Menjalin Ukhuwah, Menggapai Barokah”. Sejak sebelum jam 4 Sore, para santri maupun santriwati Pesantren Al Munawwir, telah membentuk barisan memanjang demi menyambut Ibu Menteri, tak lupa pula Hadrah Al Munawwir ikut mengiringi perjalanan masuk mobil Kementrian di halaman Pesantren. KH. R. M. Najib Abdul Qodir, sebagai pengasuh ditemani Ibu Nyai. Hj. Ida Fatimah Zainal dan beberapa dewan pengasuh pesantren lainnya, Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Ilmu Qira’at (Bagian IV)

durasi baca: 2 menitOleh : Ustadz Abdul Jalil Muhammad SYARAT-SYARAT “AL-QIRA’AH AL-SHAHIHA” Jika kita bisa mengatakan bahwa ada qira’ah yang diterima dan yang ditolak, ini berarti terdapat tolak ukur diterimanya suatu qira’ah/bacaan, atau dapat disebut al-qira’ah al-shahiha al-maqbula. Siapakah ulama yang pertama membicarakan soal ini? Ada yang mengatakan Ibnu Mujahid al-Baghdadi (w. 324 H)[1], ada juga yang berpendapat Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Sallam (w. 224 H). Secara umum ada tiga syarat untuk diterimanya suatu qira’ah, yaitu: (1) Sanadnya Shahih, (2) Sesuai dengan rasam salah satu mushhaf Utsmani, dan (3) Sesuai dengan kaidah dan tata bahasa Arab. Konsekuensi dari qira’ah shahiha dan syadzah adalah: Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Ilmu Qira’at (Bagian III)

durasi baca: 2 menitOleh : Ustadz Abdul Jalil Muhammad HADIS-HADIS TENTANG AL-QURAN DITURUNKAN DENGAN “SAB’AH AHRUF” Tema ini masih berkaitan dengan pertemuan kemarin, sejarah qira’at. Hadis- hadis ini sudah banyak dibahas oleh ulama sampai masa kini. Ada yang membahasnya dalam buku khusus, ada pula yang membahas dalam salah satu bab Ulumul Qur’an atau Ilmu Qira’at. Hadis ini diriwayatkan oleh banyak sahabat (lebih dari 20 sahabat), menurut ulama Sunni hadis ini shahih, bahkan mencapai mutawatir. Beda dengan sebagian ulama Syiah. Terdapat beberapa redaksi riwayat: sab’ah ahruf, tsalatsah ahruf, atau harf wahid? Di antaranya hadis tentang sahabat Umar bin Khathab dan Hisyam bin Hakim yang Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Ilmu Qira’at (Bagian II)

durasi baca: 3 menitOleh: Ustadz Abdul Jalil Muhammad SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU QIRA’AT Mempelajari sisi sejarah suatu ilmu, konsep, tradisi dan lainnya merupakan hal yang sangat penting. Meskipun ada sebagian orang yang tidak setuju jika dikatakan (Sejarah Qiraat) karena qira’at itu talaqqi dari Rasulullah saw, merupakan sebuah riwayat, tidak berkembang. Sama halnya tatkala ada suara penolakan atas istilah (Sejarah Alquran). Namun tak bisa dielak, salah satu bagian penting dalam penulisan sejarah adalah membuat periodisasi. Terdapat beberapa versi dalam memperiodisasi “Qira’at”, sebut saja ‘Abd al-Qayyum al-Sindi dalam kitab Shafahat fi ‘ilm al-Qira’at, ‘Abd al-Halim Qabah dalam Disertasinya tentang al-Qira’at al-Qur’aniyyah, atau Arthur Jeffery (w. 1959) Baca Selanjutnya . . .

KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Maksum (Bagian III-habis)

durasi baca: 2 menit~ Gus Dur Ceramah depan Pendeta dan Ajakan Doa Menteri Agama ~ Oleh : Ustadz M. Zaky Mubarok  Pernah suatu saat Gus Dur ceramah di hadapan 40 Pendeta Kristen di Surabaya. Masyarakat Indonesia gempar. Suasana menjadi ramai. Saya kemudian sowan ke Pak Ali. “Kados pundi Pak, niki tiang2 sami rame. Gus Dur kog dibahas teng pundi-pundi ceramah teng ngajenge pendeto Kristen.” (Bagaimana Pak, ini semua orang pada ramai. Gus Dur kok dibahas di mana-mana tatkala ceramah di depan Pendeta Kristen). Pak Ali kemudian menjawab dengan begitu entengnya. “Lah nek Durraahman Wahid ora gelem ceramah ngarepe Pendeto, sok kapan maneh Pendeto ngerukno Quran”. Baca Selanjutnya . . .

KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Maksum (Bagian II)

durasi baca: 2 menit~ Disiplin dan Bersahabat ~ Oleh :  M. Zaky Mubarok  Pernah suatu malam saya diutus Pak Ali untuk “mijeti idak-idak“. Tapi itu dimulainya dari ba’da Isyak sampai Subuh loh. Kalau beliau tidur saya turun dan berhenti, sambil makan minum apa saja yang ada, untuk sekedar menstabilkan staminaku. Ada Kopi saya minum Kopi, ada Air saya minum Air, ada Roti ya saya makan. Kalau Pak Ali bangun saya naik dan mijeti idak idak lagi. Tiap kali saya mijeti idak idak, tembok beliau saya tulisi. Tanggal sekian mijeti, tanggal sekian mijeti. Sampai Pak Ali dawuh “temboke kyai kog digawe agenda” (temboknya Kyai kok Baca Selanjutnya . . .

Pengantar Ilmu Qira’at (Bagian I)

durasi baca: 2 menitOleh : Ustadz Abdul Jalil Muhammad RUANG LINGKUP ILMU QIRA’AT Qira’at adalah bentuk jamak dari kata qira’ah yang artinya bacaan. Makna dasar dari kata qara’a adalah: (1) al-jam’u wa al-dhamm (mengkumpulkan dan menggabungkan), (2) tilawah. Sedangkan salah satu definisi qiraat sebagai disiplin ilmu adalah yang dijelaskan oleh ibnul Jazari (w. 833H): ilmu tentang tata cara membaca kata-kata Alquran dan perbedaannya yang disandarkan kepada perawinya. Yang dapat digaris-bawahi dari definisi tadi terkait ilmu qiraat: (1) Cara membaca lafal Alquran dan perbedaannya, (2) siapa yang membaca. Jika dikaitkan dengan ilmu tajwid, maka di antara sisi hubungan tajwid dan qiraat ialah tajwid menjelaskan Baca Selanjutnya . . .

KH. Buchori Masruri tentang KH. Ali Maksum (Bagian I)

durasi baca: 2 menitOleh :  M. Zaky Mubarrok* Pak Ali itu punya aturan nyleneh. Unik, langka. Takkan pernah ada di dunia ini. Bagaimana tidak, pada satu kesempatan, beliau pernah dawuh, “Siapa saja santri mengambil barang milikku, maka halal baginya selama tidak ketahuan.” Tegas Pak Ali saat itu. “Ayo kiai siapa coba yg berani meniru?” Tantang Pak Buchori kepada seluruh hadirin sambil tertawa lepas. Pernah suatu malam ada 2 orang santri bermaksud mencuri Kelapa milik Pak Ali. Yang satu manjat pohon yang satu lagi menunggu di bawah sambil membawa senter. Santri yang manjat pohon itu berpesan pada temennya yang menunggu di bawah, bahwa jangan sampai Baca Selanjutnya . . .