Karakter Utama Santri

durasi baca: 3 menit … pesantren memiliki beberapa kekhasan. Antara lain, santri atau alumni pesantren umumnya adalah orang yang bisa mengaji dan ngalim atau memiliki etika Islam-kebangsaan yang kental. Oleh: KH. Hilmy Muhammad Hasbullah   – بسم الله الرحمن الرحيم – Pengantar Lembaga pesantren ini dibagun dari tiga pilar, yaitu: pilar guru atau kiai, pilar murid atau santri dan pilar masjid atau pondok sebagai pusat kegiatannya. Ketiganya membentuk satu kesatuan yang biasa disebut pesantren. Apabila disebut istilah pesantren, yang terbayang kemudian adalah sebuah lembaga pendidikan. Dan memang pesantren adalah lembaga pendidikan Islam tertua khas Jawa. Lembaga ini warisan para wali penyebar Islam di Indonesia. Baca Selanjutnya . . .

Patung

durasi baca: 2 menit Oleh : KH. Hilmy Muhammad KH. Zaenal Abidin Munawwir Krapyak terkenal sebagai kiai yang sangat rigid dalam menjaga akidah. Antara yang paling beliau jaga adalah masalah patung. Beliau meyakini, keberadaan patung dapat membuat hidup kita sengsara di akhirat dan menjadikan malaikat lari menjauh, sebagaimana banyak hadits shahih menyatakan hal itu. Kisahnya, di sebelah sudut Krapyak, ada produsen kerajinan tangan yang memajang patung kuda tinggi besar, yang diletakkan di depan pabrik tersebut. Kiai Zainal berkali-kali mengingatkan pemiliknya dan masyarakat sekitar terhadap mafsadah yang barangkali ditimbulkannya. Beliau bahkan menyuruh para santri untuk ngrudug rumah tersebut dan merobohkan patung itu. Setelah dilakukan mediasi Baca Selanjutnya . . .

Asal-Usul Kalamun

durasi baca: 1 menit Syair ini tidak hanya terkenal di kalangan santri Indonesia, di majlis-majlis ta’lim di Mekah juga sering dibacakan. Begitu pula dihapal oleh para santri di Yaman dan Chinguetti atau Syinqithi (Mauritania). Bahkan diceritakan bahwa Syaikh Abdul Ghani al-Kousy, seorang sufi yang terkenal dengan suara yang merdu, membaca syair ini tiap malam habis ‘isya di salah satu zawiyah di Beirut. Lalu, siapa pengarang syair ini? Ibn al-‘Imad al-Hanbali (w. 1089 H) dalam kitab Syadzarat al-Dzahab fi Akhbar min Dzahab menjelaskan bahwa syair ini ditulis oleh seorang ulama sufi yang sangat terkenal, Syams al-Din Abu ‘Ali Muhammad bin ‘Ali bin ‘Abdurrahman yang lebih Baca Selanjutnya . . .

Meng(k)aji Wadzāif al-Muta’allim

durasi baca: 12 menit Meng(k)aji Wadzāif al-Muta’allim Menyoal Fondasi Etis dan (Re)orientasi terhadap Ilmu Oleh: Imam Ghozali dan Ahmad Musthofa Haroen Sekadar Mukadimah Makalah sederhana ini ingin dimulai dari kemauan dan kesadaran untuk ambil bagian dalam menghidupkan, merayakan, dan mengembangkan tradisi. Apa dan mengapa tradisi? Dalam batas pengertian umum bahwa tradisi merupakan khazanah yang diwarisi dan diwariskan, di situ terkandung makna ihwal kedekatan dan relevansi bagi para pewarisnya. Dekat, karena dengan tradisi seseorang atau kelompok menjadi mungkin untuk melakukan pengenalan “ke-dalam” yang dengannya upaya membangun gagasan dan sikap menemukan keutuhan sekaligus kesinambungan antara masa lalu (madli), masa kini (hal) dan masa depan (mustaqbal). Relevan, Baca Selanjutnya . . .

Mbah Ali, Pesantren, dan Sepakbola

durasi baca: 2 menit Jagad pesantren adalah makelar budaya. Pesantren menyajikan sajian unik, represif, dan tentunya ideologis. Sajian unik itu, selain terlihat dari masyarakat pesantren itu sendiri, juga terlihat dari kehidupan luar yang mempengaruhi. Ranah kehidupan luar dalam pesantren tidak mengganggu tidak pula merusak, tetapi menjadi warna baru yang menemani masyarakat pesantren. Seperti sepakbola, jenis olahraga yang kepalang mendunia ini, hampir digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Gemar yang dimaksud adalah gemar memainkannya juga gemar menonton pertandingannya. Mulai dari anak-anak, remaja, orang tua, lansia, laki-laki maupun perempuan, bahkan Kiai pesantren masuk dalam kategori tersebut. Di antara banyak kiai yang gemar sepakbola, tersebutlah Kiai Ali Maksum. Baca Selanjutnya . . .

Resep Sabar Rasulullah

durasi baca: 3 menit Oleh : KH. Munawwir Abdul Fattah Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan senantiasa mencermati  apa yang akan kita lakukan. Kalau yang kita lakukan itu jelas-jelas apa yang diperintahkan Allah dan perintah Rasulullah, maka segera lakukanlah. Tapi apabila itu maksiat kepada Allah dan ada larangannya dari Rasulullah, maka batalkanlah. Dengan demikian, insyaallah kita akan menjadi orang yang beruntung fi ad-dunya wa al-akhirah. Sabar dalam menghadapi segala gangguan, pahalanya luar biasa. Kisah tauladan yang bisa kita ambil adalah ketika dulu setelah Perang Hunain,[1] Rasulullah saw membagikan jarah atau rampasan perang kepada para sahabatnya. Tetapi dalam pembagiannya, Rasulullah dinilai tidak adil sebab tidak setara satu Baca Selanjutnya . . .

KH. Said Aqil Sirodj : “Radikalisme dan Terorisme itu Asing bagi Akhlak Manusia Indonesia”

durasi baca: 2 menit KRAPYAK, almunawwir.com, Sebagai bangsa yang memegang tegus prinsip kewargananegaraan, yang artinya pula, menghargai hak dan kewajiban satu dengan yang lain, Indonesia menjadi landasan atas tegaknya prinsip Islam yang damai. Islam yang ramah, bukan Islam yang marah”. Begitulah pemaparan Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirodj, M. A ketika menjadi pembicara di Haul Al Maghfurlah Simbah KH. M. Munawwir bin Abdullah Rosyad. Sebelum mencetuskan statement tersebut, Ketua Umum PBNU itu menjelaskan terlebih dahulu bagaimana tekstur masyarakat Nusantara di era Hindhuisme sampai era Walisongo. Era Ratu Sima Kerajaan Kalingga yang menerima perwakilan dari Kerajaan Persia yaitu Syeikh Subakir untuk mensterilkan dedemit yang menghuni Jawy. Upaya Baca Selanjutnya . . .

Semarak Haul 78 : “Ribuan Jama’ah Padati Krapyak”

durasi baca: 2 menit KRAPYAK, Almunawwir.com – “Sejuk dan ayem” begitulah suasana yang mewarnai pesantren krapyak mulai malam jumu’ah hingga malam jumu’ah lagi, dan bahkan dalam seminggu ini berbagai acara digelar dalam rangka menyambut, dan memeriahkan acara Haul dan Khataman. Pada tahun ini penuh sesak dan ramai pengunjung dan jama’ah baik yang berdatangan dari dalam kota Yogyakarta sendiri maupun yang berdatangan dari luar kota. Serangkain acara yang diselenggarakan mulai dari rapat kepanitiaan, Screenning Film Santri, Muqoddaman Al Qur’an 78 Khataman, Maulid Qosidah Burdah, hingga acara puncaknya yakni Haflah Khotmil Qur’an dan Majlis Haul berjalan dengan lancar. Sudah merupakan agenda rutin Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Munawwir Baca Selanjutnya . . .

Kisah Haru Perjuangan Khotimat 2017

durasi baca: 6 menit Jama’ah sholat magrib telah usai, santri-santri sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Ada beberapa yang mengambil Al Qur’an kemudian membaca dan menghafalnya. Beberapa juga sibuk menyiapkan musholla barat untuk tempat acara. Maklum, PP Al Munawwir Krapyak tengah sibuk. Ada gawe besar pada tanggal 9 Maret 2017, khataman dan haul KH Munawwir ke-78. Salah satu dari khatimat itu adalah Dewi Anisaul Karimah. Santri asal Kediri tersebut berhasil menuntaskan hafalan 30 juznya. Sebuah prestasi yang membanggakan. Tetapi bukan berarti untuk mencapainya tanpa halangan maupun rintangan suatu apapun.   “Di saat kita mengalami kondisi down seperti itu, hendaknya mendekat ke Allah, agar selalu mendapat petunjuk” Baca Selanjutnya . . .

Semarak Haul 78: Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal Berpesan Mengenai Perjuangan Setelah Diwisuda

durasi baca: 2 menit KRAPYAK– Semua Khotimat jangan berpuas diri dengan apa yang didapatkan saat ini. Demikian perkataan Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal saat memberikan sambutan atas nama keluarga besar PP Al Munawwir. Bertempat di Pondok Pusat PP Al Munawwir, dalam rangka menyemarakkan dan memperingati Haul-78 Al Maghfurlah K. H. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad 359 Khotimat–santriwati siap di wisuda pada malam puncak Haflah Khotmil Qur’an 09/04/2017. Seperti yang di ketahui bahwa 359 Khotimat yang terdiri dari  21 santriwati khotimat 30 juz bilhifdzi, 19 santriwati khotimat 15 juz bilhifdzi, 73 santriwati khotimat 30 juz binnadzri, dan 215 santriwati khotimat juz ‘amma serta 31 Baca Selanjutnya . . .

Semarak Haul, Instansi Luar Menurunkan 125 Personil Untuk Mengamankan Acara

durasi baca: 2 menit Krapyak, almunawwir.com, (09/03/2017),  dalam pengamanan acara HAUL ke-78 KH. M. Moenawwir Bin Abdullah Rosyad dan Haflah Khotmil Qur’an Putri Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta berbagai instansi membantu dalam kelancaran acara tersebut. Di antaranya, Banser SATKORYON Cabang Bantul, Aparatur Kepolsian dari Polsek Mantrijeron dan FaksiKaton dari pihak Kraton ikut serta dalam mengamankan acara HAUL ke 78. Sahabat Ramdan dari SATKORYON Banser Bantul menyampaikan bahwa dari SATKORYON menurunkan 60 personil untuk mengamankan acara ini. Kami mengamankan dari awal pengajian sampai acaranya selesai karena acara ini termasuk ke dalam tugas kami selaku tentaranya para ulama apalagi yang akan mengisi acara ini ketua Baca Selanjutnya . . .

Stand AlMunawwir : “Wahana Wirausaha Santri”, kini Hadir di Haul KHM. Munawwir ke-78

durasi baca: 2 menit KRAPYAK, AlMunawwir.com, Pada hari Kamis 9 Maret 2017 M, Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, mengadakan Haul KH. M. Munawwir bin Abdullah Rosyad dan para Masyayikh  yang ke-78. Pada haul ini dilaksanakan bersamaan dengan Haflah (Wisuda) Khotmil Quran baik dengan bil hifdzi maupun bi nadzri 30 juz. Peserta Haflah Khotmil Quran ini berjumlah 359 khotimat, yang mana pada tahun ini diikuti santri putri komplek Q (Asuhan Ibu Nyai Hj. Khusnul Khotimah Warson) dan komplek R (Asuhan Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal) Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. Ada hal yang menarik selain dari haul ini dan menjadi yang pertama Baca Selanjutnya . . .

Seminar IKAPPAM : Penguatan Ekonomi Dan Usaha Pesantren Menuju Kemadirian Bangsa

durasi baca: 2 menit Oleh : KH. Mahfudz Syaubani MA Seminar yang diselenggarakan di pesantren Al Munawwir Komplek AB, yang dimulai pada jam 10.00 WIB,ini sebagai upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren, acara ini disambut baik oleh seluruh pengasuh san dewan pengasuh Al Munawwir Krapayak. Acara seminar yang dibuka oleh Pengasuh Al Munawwir Krapyak beliau Romo KH.R.M. Najib Abdul Qodir dengan sambutan beliau, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai tanda dimulainya acara teresebut. Dalam acara IKAPPAM (Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al Munawwir) menghadirkan Alumni yang kini menjadi dosen di UNAIR Surabaya Bapak Asy’ari dan KH. Mahfudz Syaubani MA sebagi narasumber dalam IKAPPAM yang sudah Baca Selanjutnya . . .

Majlis Istima’il Qur’an : “Al Munawwir Gelar 14 Majlis Sema’an”

durasi baca: 2 menit KRAPYAK, Pemandangan menarik di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak pagi ini, (Rabu,08/04/2017). Dimana lantunan ayat-ayat suci Al Qur’an, terdengar di setiap sudut-sudut pesantren. Bahkan, mungkin, sampai ke penjuru desa Krapyak. Bertempat di 14 titik (Masjid Al Munawwir, Komplek K2, Komplek Ribathul Qur’an, Komplek Madrasah Huffadh 1, Komplek Padang Jagad, Masjid Kamaluddin, Masjid Darussalam, Masjid Muslimat, Musholla Muslimat, Musholla Sorowajan, Masjid Kodama, untuk Majlis Istima’ AL Qur’an Putra dan Aula G, Komplek K1, untuk Majlis Istima’ AL Qur’an Putri) dibuka langsung oleh KH. R. M. Najib Abdul Qodir Munawwir. Majlis Istima’ yang diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al Munawwir tersebut, Baca Selanjutnya . . .

Pengumuman Juara Kompetisi Esai

durasi baca: 1 menit Foto para juara dan tim redaksi almunawwir.com KRAPYAK, Setelah melalui proses penjurian yang panjang dan sengit. Dewan Juri, dengan acuan klasifikasi penilaian seperti kaidah penulisan sampai manfaat penulisan dan pembahasan, memutuskan berikut ini nama-nama para Juara di Kompetesi Esai yang bertemakan “Revitalisasi Tradisi Pesantren” dalam rangka menyambut sekaligus menyemarakkan Haul Al Maghfurlah KH. Munawwir Bin Abdullah Rosyad ke-78 : Juara 1 : Muhammad Abdullah Faqih (Komplek RQ) : Inovasi Tradisi Pesantren Berbasis Maqashid Syari’ah Juara 2 :  Maya Ulfatul Umami (Komplek R2) : Lingua Franca Santri : Sebuah Tradisi Yang Perlu Dimaknai Kembali Juara 3 :  Muhammad Izzat Firdausi (K. Baca Selanjutnya . . .