Ujian Sebagai Ajang Mengembangkan Kualitas Santri

durasi baca: 2 menit KRAPYAK, Dunia pendidikan memang tidak bisa lepas dari sebuah kata ujian. Tidak hanya dalam kehidupan saja, ataupun sekolah pada umumnya, dalam pendidikan pesantren. Ujian merupakan bagian yang penting. Selain untuk evaluasi seberapa jauh materi yang selama ini telah dipahami, ujian juga bagian dari mendidik karakter para santriwati untuk bersikap jujur, bertanggung jawab, serta percaya diri. Ujian bukan hanya sekedar formalitas. Karena selain untuk kompetensi akademik, ujian juga bagian dari menguji kualitas moral. Selama ini kita tahu pesantren telah membentuk santri-santri dengan kebiasan-kebiasan yang baik, seperti jamaah, puasa, dzikir, ngaji , mujahadah, ta’dzim dengan guru dsb. Namun hal tersebut dirasa belum Baca Selanjutnya . . .

Haruskah Perempuan Berkarier?

durasi baca: 2 menit KRAPYAK – Membalut kajian pagi dengan tema Perempuan Karier dalam Pandangan Islam, Divisi Keputrian Pondok Pesantren Al Munawwir Ahad, 26/02/2017 mengadakan kajian Fiqih Nisa’ dengan pembicara M. Dluha Luthfillah, S.Th.I. yang dihadiri oleh santriwati dari berbagai komplek di Pondok Pesantren al-Munawwir. Bertempat di Aula AB, kajian ini selain bertujuan untuk menambah wawasan santriwati mengenai Perempuan Karier dan Islam, juga sebagai sarana meningkatkan tali silaturahim antar santriwati. Pada awal kajian, Pak Dluha menyampaikan definisi singkat mengenai perempuan karier yang berartikan perempuan yang berkecimpung di kegiatan profesi. Beliau juga memberikan contoh beberapa perempuan di masa pra-Islam dan Islam awal yang bisa disebut sebagai Baca Selanjutnya . . .

Kendala Tak Meredupkan Semangat Panitia Dan WitSukun Creative Dalam Sesi Pemotretan Khotimat

durasi baca: 3 menit foto: persiapan sebelum pemotretan oleh crew witsukun creative picture Krapyak, WitSukun Creative menjadi media partner dalam sesi pemotretan Peserta Haflah Khotmil Qur’an Pondok Pesantren Al Munawwir Yogyakarta ke – 78 kali ini. Meskipun baru 2 bulan berdiri, Panitia tetap mempercayakan sesi pemotretan itu kepada WitSukun. “kami sudah bernegosiasi panjang dengan CEO WitSukun, untuk fiksasi pemakaian jasa”. Demikian ungkap Indah Fikriyyati selaku panitia Haflah bagian Dekorasi dan Dokumentasi. WitSukun mengerahkan seluruh crew untuk ikut mensukseskan acara tersebut. Seluruh Crew, terdiri dari santri Al Munawwir sendiri. “Sebagai produk dari Divisi Media Al Munawwir, WitSukun mencoba menggali dan mewadahi santri yang berkecimpung di Baca Selanjutnya . . .

Burung Sang Fotografer

durasi baca: 2 menit ilustration (mikul) Burung-burung sangat riang pada hari ini. Mereka bersiul  berirama senada dengan variasi yang berbeda. Mendayu-dayu terbawa hempasan angin yang datang  dari pohon ke pohon. Tubuhnya mengikuti getaran nada yang muncul dari paruh kecil dengan suara melengking seperti peluit juru parkir . burung yang ku maksud bukan burung yang kau pikirkan. Meraka berpakaian kain seperti mahluk yang punya akal. Paruhnya pun berwarna-warni karena lipstik yang mereka pakai. Ada yang hijau, violet, merah, dan juga ping. Paras mukanya  ditaburi bedak yang harganya puluhan ribu. Mereka berlomba-lomba menghias diri karena sekarang bukan hari biasa. Mereka senang,  di tempatnya sudah ada jasa Baca Selanjutnya . . .

Enam Tahun Bersama Minhajut Tholibin

durasi baca: 2 menit Inilah momen yang dinanti-nanti oleh semua santri Ma’had ‘Aly setelah sekian lama hampir 6 (enam) tahun mengkaji kitab minhajut tholibin. Mungkin oleh sebagian orang menganggap waktu 6 tahun itu adalah waktu yang lama, tidak efektif, menjenuhkan dan lain sebagainya. Tapi bagi santri yang mengalami tersebut, sama sekali tidak ada keluhan seperti itu, dengan penuh semangat, ulet, serius, tertawa, guyon, gojlokan, kadang juga ada perseturuan, dan suasana lainnya dalam mengkaji ini, sehingga sampai pada mengkhatamakaan kitab tersebut. Banyak orang menyebut kitab minhajut tholibin adalah kitab jimat, belum dianggap ampuh kalau belum pernah mengkaji kitab tersebut. Karena kitab minhaj adalah karanganya Imam Baca Selanjutnya . . .

KH Ahmad Warson Munawwir: Sang Penyusun Kamus Legendaris

durasi baca: 9 menit Meski telah empat tahun silam beliau kembali ke rahmatullah, sosoknya mewariskan mahakarya tak lekang zaman.  Kamus Al-Munawwir menjadi bukti kristalisasi ilmu ulama yang lahir dari Krapyak ini: Almaghfurlah KH Ahmad Warson Munawwir. Sebagaimana tercetak pada halaman sampul, adalah KH Ahmad Warson Munawwir, sang pengarang kamus. Beliau lahir pada Jum’at Pon, 22 Sya’ban 1353 Hijriyah tahun wawu. Tidak ada bukti pasti mengenai tanggal kelahirannya di tahun masehi, namun menurut salah seorang santrinya, beliau lahir bertepatan dengan tanggal 30 Nopember 1934. Sudah menjadi tradisi, ayahnya, KH Muhammad Munawwir, memberikan nama putra putrinya sesuai dengan awalan tahun kelahiran dalam penanggalan kalender Jawa. Seperti Baca Selanjutnya . . .

Lapak Santri Krapyak Ikut Meramaikan Acara Bersholawat Dengan Habib Syekh

durasi baca: 3 menit Stand  Hissban Krapyak, Majlis Sholawat Habib Syekh tak sopan apabila diragukan keramaian dan kepadatan oleh para pengikutnya, Syekhermania. Sedari Sabtu sore (11/02/2017), beberapa jama’ah dari beberapa daerah, telah banyak yang datang. Meskipun hujan sedikit membasahi bumi Krapyak, tapi ghirroh tak sanggup lagi terbendung. Berangsur-angsur dan para jama’ah terus bertambah. Merubah bumi Krapyak menjadi lautan manusia. Acara yang diselenggarakan atas kerjasama antara Komplek Padang Jagad dalam naungan Pondok Pesantren Al Munawwir dengan JTMJP (Jama’ah Ta’lim Wal Mujahadah Jum’ah Pon) yang sama-sama diasuh oleh KH. Chaidar Muhaimin tersebut, menyertakan pula beberapa personil Polda dan TNI Yogyakarta dalam hal keamanan. Masing-masing menempati post Baca Selanjutnya . . .

Lahan Santri Al Munawwir untuk Beriwirausaha

durasi baca: 3 menit Krapyak, keramaian dan kepadatan manusia yang berbondong-bondong datang di Pondok Pesantren Al Munawwir, Krapyak, guna mengikuti Majlis Sholawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf, merubah kondisi Krapyak begitu signifikan. Majlis yang bertajuk “Sholawat dan Do’a bersama untuk Indonesia 2017” itu, menjadi daya tarik tersendiri bagi para pedagang kaki lima. Mereka sedari sore, mempersiapkan lapaknya. Di sepanjang kiri dan kanan Jln. KH. Ali Maksum, para pedagang tersebut menimang keberuntungan yang nantinya akan mereka dapatkan ketika menempatkan lapaknya di tempat yang dipilihnya. Para pedagang itu, mayoritas menjajakan dagangan yang berupa souvenir Habib Syekh dan Syekhermania. Mulai dari Peci Habib Syekh, Sorban Baca Selanjutnya . . .

Menumbuhkan Kesalehan Sosial

durasi baca: 2 menit Tidak baik orang yang hanya mendirikan ibadah, tetapi tidak perhatian pada orang sekitarnya. Kanjeng Nabi Muhammad SAW. menegaskan: “tidak beriman, hingga tiga kali, terhadap orang yang membiarkan dirinya kekenyangan, sedangkan tetangganya dalam keadaan kelaparan“.   Oleh : KH. Hilmy Muhammad Jama’ah jum’ah rahimakmullah… Mari kita haturkan ungkapan syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah Ta’alaa, yang telah memberi nikmat dan anugrah yang tak terhingga banyaknya. Mari kita upayakan untuk menguatkan taqwa kita dengan cara melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya. Kaum muslimin yang dimulyakan Allah, Iman Nawawi al-Bantani dalam kitab Nashaihul ‘Ibad mengutip sabda kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam: Baca Selanjutnya . . .

Ajakan Menyerukan Amar Ma’ruf Dan Nahi Munkar

durasi baca: 2 menit Oleh : KH. Fairuzzi Afiq Dalhar Pada hari Jumat siang, 6 Jumadil Awwal 1438/3 Februari 2017, seperti biasa seluruh umat muslim laki-laki seantero negeri melaksanakan shalat Jumat. Tak terkecuali di Masjid Al-Munawwir, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak,Yogyakarta. Jama’ah shalat Jumat terdiri dari santri-santri, para ahlen, maupun warga masyarakat sekitar Krapyak. Pada kesempatan kali ini khotib shalat Jumat adalah beliau KH. Fairuzzi Afiq, pengasuh PP. Al-Munawwir komplek Nurussalam. Pada khotbahnya, KH. Fairuzzi Afiq atau biasa dipanggil Abah Uzi, menyampaikan bahwa dewasa ini perkembangan kehidupan manusia yang semakin tidak menentu dan tidak beraturan. Hal ini ditandai dengan menurunnya tingkat kehidupan sosial, saling tegur Baca Selanjutnya . . .

“TIGA KALI”

durasi baca: 8 menit Oleh : Muhammad Najib Murobbi* “Kalaamun qadimunlaa yumalluu samaa’uhu …” lantunan do’a di malam hari dengan suara merdu serta berjama’ah terdengar indah menembus sampai nadi dan hati.Mengalir dalam nadi, seperti membersihkan tiap darah kotor yang mengalir dalam tubuh manusia. Menembus dalam hati, seperti angin yang menembus sela-sela ventilasi di antara satir[1]santri putra dan putri yang saling menunggu surat balasannya. Para santri terlihat menunduk, serta ada beberapa yang mengantuk.Menunduk seraya tegang menunggu panggilan untuk imtihan[2]Al-Qur’an dengan meneruskan ayat-ayat yang dibaca oleh Ustadz Masnun.Mengantuk dengan peci hitamnya yang berpindah miring arah selatan-utara sambil menunggu kapan acara imtihan cepat selesai. Endin, santri putra dengan Baca Selanjutnya . . .

Habib Syekh Abdul Qodir Assegaf: “Berbeda Tidak Harus Bermusuhan”

durasi baca: 4 menit “Kita jangan saling menyalahkan. Indonesia harus ciptakan ketentraman dan ketenangan dengan adanya perbedaan. Ayo toh rukun, rukun itu indah, enak. Ribut boleh, tapi langsung selesai, ojo dowo-dowo.” pesan Habib Syekh. Krapyak, Mengusung tema “Sholawat dan Doa untuk Indonesia 2017”, dari Yogyakarta untuk Indonesia. Selaku penyelenggara adalah Komplek Padang Jagad dan JTMJP (Jama’ah Ta’lim Wal Mujahadah Jum’ah Pon) yang diasuh oleh KH. Chaidar Muhaimin. Pondok Pesantren Al Munawwir Komplek Padang Jagad menyelenggarakan kegiatan tersebut bekerja sama dengan beberapa elemen, seperti Polda DIY dan TNI. Sholawat dan Do’a bersama tersebut, menggaet Ulama sekaligus Habib yang masyhur disapa dengan Habib Syekh, lengkapnya Habib Baca Selanjutnya . . .

Menuju Haul 78 : 359 Khotimat Siap Diwisuda

durasi baca: 2 menit Memasuki Bulan Jumadil Akhir 1438 H/ Maret 2017 M, Pondok Pesantren Putri Al- Munawwir Komplek Q dan R2 Krapyak Yogyakarta tengah sibuk mepersiapkan agenda besar setiap 2 tahun sekali. Acara tersebut Haflah Khotmil Qur’an. Haflah Khotmil Qur’an akan diadakan pada tanggal 9 Maret 2017 mendatang. Dilaksanakan Komplek Pusat Pondok Pesantren Al Munawwir. Jumlah santriwati yang akan mengikuti Haflah Khotmil Qur’an sebanyak 359 santriwati, terdiri dari 21 santriwati khotimat 30 juz bilhifdzi, 19 santriwati khotimat 15 juz bilhifdzi, 73 santriwati khotimat 30 juz binnadzri, dan 215 santriwati khotimat juz ‘amma serta 31 santriwati dari Madrasah Tahfidz Putri Anak (MTPA) Komplek Q. Baca Selanjutnya . . .

Kawal Sholawat Dan Do’a Untuk Indonesia 2017 : Polresta Kerahkan 200 Pasukan

durasi baca: 2 menit Krapyak, Sabtu (11/2/17)-  Kasubbag Dalkop Polresta Yogyakarta AKP Haka, untuk mengamankan acara ini kami kerahkan masa berjumlah 200 orang dari polresta Yogyakarta sendiri. Dari 200 itu diberikan tugas masing-masing diantaranya terbuka dan tertutup. Satuan terbuka yaitu polisi yang menggunakan seragam dengan bagian Lalulintas, Primas dan Sabara. Sedangkan satuan tertutup dibagi menjadi Intel Dan Sersert. parannya kepada tim media (12/2). Kegiatan kemasyarakatan ini adalah sebagai benteng arus pemikiran islam yang  sangat frontal. Diakhir tahun 2016 banyak kejadian yang mengatas namakan Islam dengan cara kekerasan. Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi seluruh alam bukan malah menjadi laknat. Sehingga membuat perspektif orang Baca Selanjutnya . . .

Krapyak Bersholawat : Meneguhkan Bhinneka Tunggal Ika dengan Mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘alamin

durasi baca: 3 menit Krapyak, Tepatnya 11 Februari 2017, bertempat di Halaman PP Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta. Telah terselenggara Sholawat dan Do’a untuk Indonesia. Tema yang diusung “Silaturahmi ‘Ulama, Umara’, dan Masyarakat, Meneguhkan Bhinneka Tunggal Ika dengan Mengedepankan Islam Rahmatan Lil ‘alamin.” Acara dibuka dengan hidiyah fatihah oleh  KH. R. Chaidar MA yang di tujukan untuk para masyayikh. Dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an yang dibacakan oleh AKBP. Ahmad Fuadi, SH. Kemudian di sambung dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan Pancasila guna menumbuhkan rasa nasionalisme masyarakat. Sambutan yang pertama yaitu sambutan ‘Ulama, Umara’, dan tokoh masyarakat yang disampaikan oleh Kapolda DIY Brigjen (Pol) Drs. Baca Selanjutnya . . .