Shalat Kemanusiaan

durasi baca: 1 menit Oleh: Fadholi K. Hamid Gusti, sajadah-sajadah wewangian kami bentangkan menjadi makhluk suci di hadapMu jidat basah, kami kawinkan dengan tanah menjadi yang-paling-berhak menghuni sorga-sorgaMu shalat-shalat kami tunaikan sepanjang jarum jam mengerling ke muka kami menjadi yang-paling-layak melewati yaumul hisab, bighairi hisab berbagai shalat kami akbar-akbarkan ke muka kawan lawan menjadi “inilah aku yang paling suci” sebab mabuk ibadah kepadaMu kami jadi segan berkutat dengan manusia-manusia : di tempat, masjid mushala, madzhab, kelompok, agama, yang lain. kami jadi senang saja kepadaMu seolah, cukup bagiMu cukup bagi kami Gusti, kebodohan menjadi alpa, alpa menjelma lupa: manusia yang hidup hidup di sekitar kami Baca Selanjutnya . . .

Cerpen: Aku Disini Untukmu

durasi baca: 9 menit Oleh: Intan Ayu Sekarsari Sabtu pagi. Mencari sarapan setelah mengaji bandongan kitab Tafsir Jalalain sehabis subuh adalah rutinitas sebagian santri selain antri mandi dan nyuci baju. Ada yang berebut nasi di kantin pondok, ada yang pergi ke angkringan belakang pondok, ada juga yang sampai ke Jalan Bantul ataupun Jalan Parangtritis. “Wil, udah beli sarapan?” tanya salah satu teman sekamar, mbak Nada, sembari menaruh kitab di rak buku. “Dereng, Mbak. Sampean badhe tumbas?” “Yuk, ke Bu Seksi, belom pernah kesana langsung kan? Biasanya nitip, haha.” “Hehe boleh deh mbak, pake motorku ya.” Kemudian kita tancap gas ke seorang penjual makanan dimana Baca Selanjutnya . . .

Tampilan Aplikasi Al-Quran Pada Gadget, Mushafkah?

durasi baca: 2 menit Pertanyaan: 1) Apakah tampilan aplikasi al-Qur’an termasuk mushaf? 2) Apa hukum membawa HP (handphone) yang ada apliksasi al-Quran bagi orang yang berhadats? Jawaban: 1) Tampilan tulisan Aplikasi al-Qur’an tidak termasuk mushaf tapi dihukumi sebagaimana mushaf al-Qur’an. تحفة المحتاج في شرح المنهاج – (ج 2 / ص 131) ( وَ ) حَمْلُ وَمَسُّ ( مَا كُتِبَ لِدَرْسِ قُرْآنٍ ) وَلَوْ بَعْضَ آيَةٍ ( كَلَوْحٍ فِي الْأَصَحِّ ) ؛ لِأَنَّهُ كَالْمُصْحَفِ وَظَاهِرُ قَوْلِهِمْ بَعْضَ آيَةٍ أَنَّ نَحْوَ الْحَرْفِ كَافٍ وَفِيهِ بُعْدٌ بَلْ يَنْبَغِي فِي ذَلِكَ الْبَعْضِ كَوْنُهُ جُمْلَةً مُفِيدَةً وَقَوْلُهُمْ كُتِبَ لِدَرْسٍ أَنَّ الْعِبْرَةَ فِي قَصْدِ الدِّرَاسَةِ وَالتَّبَرُّكِ بِحَالِ الْكِتَابَةِ دُونَ مَا Baca Selanjutnya . . .

Belajar Agama Secara Otodidak, Bolehkah?

durasi baca: 3 menit Deskripsi masalah: Dewasa ini perkembangan teknologi sangatlah pesat, di antaranya adalah digitalisasi media cetak maupun elektronik. Perkembangan teknologi ini mempermudah segala bidang kehidupan, tak terkecuali bidang agama. Proses pembelajaran agama sekarang dipermudah dengan adanya software dan hardware. Contohnya seperti kitab – kitab elektronik baik kitab lampau (klasik) ataupun kontemporer. Ditemukan pula berbagai perangkat elektronik seperti perangkat untuk belajar membaca Al-Qur’an, bahasa arab dsb. Dengan kemudahan – kemudahan ini masyarakat awam pun menjadi bersemangat dalam menggali dan mempelajari agamanya. Namun seiring berjalannya waktu ada sebagian masyarakat yang menjauhi majelis – majelis ilmu dan mengatakan bahwa belajar agama tak perlu lagi berguru Baca Selanjutnya . . .

Keutamaan Malam Lailatul Qodar

durasi baca: 2 menit Lailatul Qodar adalah salah satu kekhususan yang di berikan Allah kepada umat Nabi Muhammad ﷺ احرج اديلمى عن انس:ان الله تعالى وهب لامتى ليلة القدر ولم يعطها من كان قبلهم Keutamaan malam Lailatul Qodar di sebutkan Allah dalam Al Quran, ليلة القدر خير من الف شهر (سورة القدر, الاية ٣ ) Maksud dari ayat tersebut adalah setiap amal kebagusan atau ibadah yang dilakukan pada malam Lailatul Qodar itu pahalanya menyamai berbuat bagus atau beribadah selama 1000 bulan, wallohu a’lam bis showab. Malam Lailatul Qodar merupakan salah satu keistimewaan yang ada dalam bulan yang istimewa juga yakni ramadhon, yang menjadi pertanyaan kita kapan terjadinya malam Lailatul Baca Selanjutnya . . .

Rekonstruksi Budaya Pesantren

durasi baca: 6 menit Oleh: Ibnu Saiful Rijali Sebuah sistem pendidikan dan pengajaran yang ada di Indonesia sejak dahulu yang masih eksis hingga sekarang adalah pesantren. Keberadaan pesantren telah diakui oleh masyarakat Indonesia –terutama warga nahdhiyyin- sebagai lembaga yang memberi kontribusi terhadap proses pembentukan insan yang berilmu dan berakhlak yang baik. Pengakuan ini setidaknya karena kontribusinya sangat real terutama terlihat dari adanya alumnus pesantren yang mampu terjun dalam pembenahan masyarakat di lingkungannya. Keberadaan pesantren tidak terlepas dari segi historisitasnya. Sebagai sebuah lembaga yang pernah merasakan alam penjajahan, tentunya sistem yang dipakai adalah yang mampu menahan pengaruh kaum penjajah. Orientasi pada waktu itu-disamping mempertahankan tradisi Baca Selanjutnya . . .

Berbakti Kepada Orang Tua Sebelum Jihad

durasi baca: 3 menit Oleh: KHR. Abdul Hamid Abdul Qodir Berbakti kepada kedua orang tua, menghormat, taat kepada ibu dan bapak yang dalam bahasa kitab biasa disebut dengan ‘birrul walidayn’ adalah perintah Allah kepada kita semua. Dan merupakan salah satu amal saleh penyebab utama orang mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam surah Al-Isra’, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman; Wa qodho rabbuka an laa ta’budu illa iyyah, wa bil walidayni ikhsana “Dan Tuhanmu telah menetapkan, mewajibkan, agar kalian tidak menyembah selain Dia, Allah subhanahu wa ta’ala. Dan hendaknya kamu berbuat baik kepada ibu dan bapak”. Di dalam surah yang lain, Allah juga berfirman; anisykur lii Baca Selanjutnya . . .

Kepengurusan Ideal Pesantren

durasi baca: 4 menit Oleh: Ibu Nyai Hj. Dra. Ida Fatimah ZA. M.Si. Seiring dengan semakin bertambahnya pemahaman masyarakat tentang peran serta pesantren dalam dunia pendidikan, maka pesantren bukan hanya sekedar lembaga keagamaan yang hanya membidangi dan menangani tradisi serta acara ritual saja, tetapi perannya harus terus ditingkatkan terutama dalam bidang markazu ulum atau lembaga mutafaqih fi ad-din dan center of social development. maka saatnya pesantren berbenah diri, baik secara internal maupun hubungan eksternal. Disadari atau tidak, sebetulnya sejak Islam masuk ke Indonesia, lembaga pesantren sudah berkiprah lewat pendiri, tokoh-tokohnya (kyai). Hal ini terbukti peran mereka dalam perebutan  dan perjuangan melawan penjajah. Tidak sedikit Baca Selanjutnya . . .

Mengingat Allah Dan Berpikir Tentang Ciptaan Allah

durasi baca: 3 menit Oleh: KH Munawwir Abdul Fattah Hal yang akan kami sampaikan pada kesempatan ini ialah hal yang paling mengesankan bagi Siti Aisyah. Suatu ketika sahabat Ibnu Mardiwaih dan Atha’ mengunjungi Siti Aisyah, kemudian ia bertanya, “Wahai Aisyah, apakah yang paling mengesankan bagimu tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam?” Yang ditanya hanya menangis tersedu. Jawab Aisyah, “Semua yang diperbuat Rasulullah teramat mengesankan bagiku. Kalau aku harus menyebutkan yang paling berkesan adalah pada suatu malam, yakni malam giliranku, beliau tertidur berdampingan denganku. Kulitnya menyentuh kulitku. Kemudian beliau minta ijin untuk shalat; Wahai Aisyah, ijinkan aku untuk shalat.” Dijawab oleh Aisyah, “Demi Allah, aku Baca Selanjutnya . . .

Nasionalisme Kaum Muslimin

durasi baca: 2 menit Oleh: KH Hilmy Muhammad Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, masih banyak yang memiliki pemahaman keliru tentang nasionalisme. Nasionalisme kita kaum muslimin mestinya tidak sekedar cinta tanah air yang dilandaskan pada daerah, domisili, atau kawasan yang bersifat geografis. Juga tidak sekedar didasarkan pada hubungan kekeluargaan, kekerabatan, suku dan bangsa. Nasionalisme yang demikian sesungguhnya nasionalisme yang sempit, yang akan menjadikan seseorang memiliki fanatisme buta dan akibatnya bertindak sewenang-wenang dan semau-maunya. Ini seperti fanatisme yang ditunjukkan oleh presiden Amerika kala itu, John F. Kennedy, ketika mengatakan; “Right or wrong is my country. Benar atau salah, adalah negaraku.” Ungkapan ini jelas salah, karena yang Baca Selanjutnya . . .

Bedah Film Al-Ghoriib Di Pesantren Al-Munawwir Krapyak

durasi baca: 5 menit Saya bilang, orang kayak saya kok punya murid doktor. Apa dia bilang; ‘doktor itu di kampus, Bu, kalau di sini saya kayak anak TK’. Dia menempatkan diri betul-betul sebagai orang yang sedang tholabah. Coba lihat, lha wong muallaf saja giat pengen ngaji, lha kita yang santri masa enggak.” Film dokumenter Al-Ghoriib, merupakan sebuah film besutan Vedy Santoso, sineas muda yang masih nyantri di Pesantren Al-Munawwir Krapyak. Film ini berhasil menyabet juara ketiga dalam Kompetisi Film Pendek Dokumenter Muktamar ke-33 NU di Jombang awal Agustus lalu. Pada Ahad (20/10) lalu digelar bedah film dan diskusi bersama tim kreator film ini di Baca Selanjutnya . . .

Pesan Kang Abik Untuk Penulis Muda

durasi baca: 3 menit Kemarin Senin (17/8) tepat saat memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta mengadakan seminar kepenulisan dengan tema: Dakwah melalui Sastra. Dengan diketuai oleh Puput Lestari dari komplek R2, acara ini dapat sukses terselenggara mengundang dua penulis ternama, Habiburrahman El-Shirazy dan Aguk Irawan MN, sebagai pembicara. Tak kurang 140 peserta dari berbagai kalangan (santri, mahasiswa, hingga pekerja) memenuhi ruangan aula G Pondok Pesantren Al-Munawwir. Pada sesi pertama perkenalan, kekaguman para hadirin meluap usai mendengar pengakuan menggebu dari Habiburrahman El-Shirazy bahwa Beliau adalah santri Krapyak, bahkan karena cinta dan kekagumannya terhadap Mbah Yai Moenawwir (pendiri pondok pesantren Al-Munawwir), penulis Baca Selanjutnya . . .

Khataman Tarawih Ramadhan 1436/2015

durasi baca: 1 menit Sosok hafidh Al-Qur’an yang diakui oleh almarhum KH Muhammad Munawwir adalah ia yang berakhlak baik dan mendirikan shalat tarawih dengan hapalan Al-Qur’an. Hal inilah yang kemudian menjadi tradisi dalam pelaksanaan Shalat Tarawih di Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. Setiap malam bulan Ramadhan, Masjid Al Munawwir selalu dipenuhi jamaah untuk mengikuti shalat Tarawih dengan dua kali khataman pembacaan Al-Qur’an. Diimami oleh KHR. Muhammad Najib Abdul Qodir, 23 tarawih dan witir berlangsung kurang lebih satu jam. Setiap rakaat tarawih dibacakan hapalan 3 halaman Al-Qur’an, sehingga untuk 20 rakaat tarawih terselesaikan bacaan Al-Quran 1,5 juz. Pada malam ke-20, tepatnya besok Senin malam Selasa Baca Selanjutnya . . .

Ngaji Kitab “Majmu’ Rosail”

durasi baca: 2 menit Nuansa pagi yang cerah, udara yang sejuk dan hembusan angin pagi yang segar menghiasi pondok pesantren Al Munawwir krapyak, kegiatan pengajian dan rutinitas mengaji digelar diberbagai asrama dan komplek, tak terkecuali di masjid jami’ pondok pesantren Al Munawwir ini, serangkaian sholat shubuh usai dilaksanakan, pengajian di sampaikan ba’da sholat shubuh. Kegiatan pengajian ini disampaikan dalam rangkaian Program Khusus Ramadhan (PKR) 1437 H. Pengajian ini dimulai pada tanggal 2 Ramadhan dan insyaAllah sampai tanggal 20 Ramadhan nanti. Pengajian Shubuh yang di bimbing oleh Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA. disampaikan pengajian dimasjid pondok pesantren ini, dengan pembahasan dan kajian islami nuansa ramadhan, Baca Selanjutnya . . .

Khataman Al Qur’an Ramadhan 1437 H

durasi baca: 2 menit TIDAK terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan, satu bulan yang istimewa telah kita lalui bersama dengan berbagi akifitas dan berbagai pengajian Ramadhan, di mana pada fase akhir ini Allah SWT menjanjikan: ‘itqun minannar (merdeka dari siksa neraka) bagi mereka yang mampu menembus garis finish dalam menjalankan ibadah puasa terutama di sepuluh malam terakhir dibulan Ramadhan. Sehingga akan segera memasuki kondisi yang dinanti-nantikan, yaitu kembali kepada fitrah (kesucian). Menjalankan ibadah puasa ibarat orang yang berada di tengah medan pertempuran, yaitu berperang melawan hawa nafsu. Dengan berakhirnya puasa secara sempurna, berarti telah mendapatkan kemenangan dalam berperang. Dalam hal ini, Nabi telah bersabda bahwa perang Baca Selanjutnya . . .