120 Majlis Simaan Meriahkan Haul Mbah Munawwir ke-80

Krapyak – Salah satu rangkaian acara peringatan Haul Al Maghfurlah KH M Moenawwir bin Abdullah Rosyad ke-80 yaitu 120 Majlis Simaan Alquran yang serempak diselenggarakan di Pesantren Almunawwir dan Pesantren Ali Maksum, masjid dan musala se Yogyakarta, Sabtu – Ahad (09-10/02/19). Simaan Alquran ini dilaksanakan juga di maqbaroh, instansi pemerintahan yang diikuti para kiai, santri, alumni, dan masyarakat sekitar.

Simaan Alquran yang diselenggarakan serentak di berbagai tempat ini dilaksanakan usai subuh sampai selesai. Dari 120 majlis semaan, majlis laki-laki lebih banyak daripada majlis perempuan.

baca juga : “Kisah Juang (2) : Khotimat Juz ‘Amma Termuda”

Qori’ dalam majlis semaan ini bervariasi, ada yang masih santri, alumni dan para kiai. Sedangkan mustami’ kebanyakan dari masyarakat sekitar majlis dan para santri.

“Agenda ini diselenggarakan hasil kerjasama dari Himpunan Alumni Madrasah Huffadh Almunawwir (HIMMAH ALMUNA) dan Panitia Haul. Berkenaan dengan jumlah majlis, pada awalnya hanya 80 majlis, namun melihat antusiasme masyarakat Yogyakarta yang ingin ngalap berkah Mbah Munawwir dengan mengadakan simaan, maka jumlah majlis diperbanyak menjadi 120,” terang Ust. Abdullah Faqih selaku koordinator panitia simaan.

Setelah di dua hari kemarin (09-10/02/19) majlis simaan diselenggarakan di masjid, musala, komplek pesantren dan kediaman para alumni, pada hari ini, Senin (11/02/19) terdapat 12 majlis simaan yang diselenggarakan di kantor kepolisian, di antaranya; Polda DIY, Polres di tiap kabupaten di Yogyakarta, Brimob, Pol Airut & SPN (Sekolah Polisi Negara) di Selopamiro.

baca juga : “Mengintip Persiapan Panitia Haul Mbah Munawwir ke-80”

Adapun pembagian wilayah majlis simaan sebagai berikut, Bantul 60 majlis, pondok dan sekitarnya 30 majlis, Kota Yogyakarta 15 majlis dan 15 di Gunung Kidul.

Selain diadakan dalam rangka memperingati Haul KH M Moenawwir bin Abdullah Rosyad, Majlis Simaan ini juga menjadi ruang berdoa anak bangsa untuk keamanan dan keutuhan NKRI, apalagi tahun 2019 ini menjadi tahun politik yang karena itu rawan perpecahan. (afqo)

Tinggalkan Balasan